kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 7 Oktober 2006

 Nusatenggara


Soal Bandara Internasional----
Tim Sebelas dan Warga Bentrok

Praya (Suara NTB) -
Ratusan
warga kontra pembangunan Bandara Internasional di Dusun Geros, Desa Tanak Awu, Kamis (5/10) malam, terlibat bentrok dengan puluhan anggota tim sebelas dibantu ratusan warga pro bandara. Bentrokan dipicu oleh tindakan tim sebelas yang melakukan penangkapan terhadap seorang warga kontra bandara, Mamiq Mulkan (45). Belum diketahui jumlah korban luka-luka dalam bentrokan tersebut.

Informasi yang dihimpun Suara NTB di Polres Loteng menyebutkan, kronologis kejadian bermula dari penangkapan oleh tim sebelas yang beranggotakan sekitar 25 orang dibawah pimpinan L. Tohri sekitar pukul 16.30 Wita. Tim sebelas menduga Mulkan yang saat itu datang bersama beberapa warga lainnya ke lokasi perataan bandara sebagai provokator warga.

Saat ditangkap Mulkan membantah dirinya melakukan provokasi. Kedatangannya ke lokasi itu menurut pengakuan Mulkan hanya untuk mencari kayu bakar. Namun tim sebelas tidak percaya dan langsung menggelandangnya ke Mapolres Loteng untuk dimintai keterangan. Sedangkan warga lainnya berhasil kabur dari kejaran tim sebelas.

Mendengar tindakan tim sebelas dari warga yang berhasil lolos tersebut, puluhan warga lainnya sekitar pukul 17.30 Wita mendatangai rumah koordinator tim sebelas Tanak Awu, L. Wirepati. Warga menganggap Wirepati-lah yang telah memerintahkan penangkapan atas Mulkan. Warga pun mengamuk dengan melempari rumah Wirepati dengan batu dan benda keras lainya. Akibatnya, sejumlah bagian rumah dan berugak rusak parah. Setelah itu warga kembali ke rumahnya masing-masing. 

Kembali 

Ratusan warga dengan membawa senjata tajam, kembali mendatangi rumah Wirapati, Jumat (6/10) sekitar pukul 01.00 dini hari kemarin. Mereka mendesak agar Mulkan segera dibebaskan dan menutut pertanggung jawaban Wirapati. Situasi kemudian semakin tidak terkendali karena warga kembali melempari rumah Wirapati untuk kedua kalinya. Salah seorang keluarga Wirapati bernama Aq. Mariana terluka pada bagian pelipis dalam insiden tersebut.

Di pihak lain, ratusan warga pro bandara yang dimotori tim sebelas juga datang dan membalas lemparan warga yang kontra bandara. Hujan batu dan benda keras pun tak bisa dielakkan. Kondisi semakin mencekam. Akibatnya, puluhan wartawan TV maupun cetak yang hendak meliput kejadian tersebut tak bisa masuk ke lokasi karena jalan sudah diblokir aparat kepolisian dari Polsek Pujut dan Praya Barat.

Guna mencegah agar betrokan tidak meluas, pihak kepolisian Resor Loteng akhirnya membebaskan Mulkan, dan diserahkan langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Zulkarnaen Harahap kepada pihak keluarga sekitar pukul 02.00 Wita. Begitu tahu Mulkan sudah dibebaskan warga yang sebelumnya berkumpul di sekitar rumah Wirapati berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing.

Kapolres Loteng, AKBP Drs. Ruslan, yang dihubungi Jumat, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun untuk mencegah perlawanan warga kontra bandara akhirnya Mulkan dibebaskan. "Kalau tidak dibebaskan masalah ini bisa semakin meluas dan berujung pada bentrok antar warga pro dengan kontra," jelasnya seraya menambahkan, pembebasan juga dikarenakan tidak cukup bukti kalau Mulkan sebagai provokator.

Hingga berita ini ditulis kondisi di Tanak Awu sudah kondusif. Pengamanan dari pihak kepolisian juga tidak diperketat dengan melakukan penambahan pasukan. "Pengamanan masih diserahkan sepenuhnya kepada anggota di Polsek setempat," aku Kapolres. (kir)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)