kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 4 Oktober 2006

 Nusatenggara


Lagi, Premium Langka di Mataram
 

Mataram (Suara NTB) -
Untuk kesekian kalinya dalam beberapa bulan terakhir, pasokan bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis premium ke Pulau Lombok seret. Selasa (3/10) kemarin seretnya pasokan bahan bakar ini mengakibatkan terjadinya kelangkaan. Hampir seluruh SPBU di wilayah Kota Mataram dan sekitarnya, kehabisan stok premium sehingga tutup lebih awal. Sementara itu habisnya stok premium di SPBU dimanfaatkan pengecer menaikan harga hingga berlipat.

Informasi yang berhasil dihimpun Suara NTB Selasa kemarin menyebutkan, habisnya stok di sejumlah SPBU  di wilayah Kota Mataram dan sekitarnya terjadi hampir serentak. Menurut seorang petugas SPBU di Lingkar Selatan, Mataram, stok khususnya bensin katanya, sudah habis sekitar pukul 11.00 wita.

''Tidak ada aksi borong dari pengecer yang mengakibatkan stok cepat habis. Tapi karena stok kita sedikit,'' katanya. Petugas tadi tak mengetahui dengan pasti, kenapa pasokan yang dikirim Pertamina Ampenan ke SPBU itu berkurang dari biasanya. ''Saya juga tidak tahu, kapan pasokan dikirim lagi,'' jelasnya, ketika ditanya kapan pasokan datang lagi.

Ungkapan senada juga diungkapkan Ibu Ari, pengelola SPBU Dasan Cermen, Cakranegara. Disebutkan, biasanya SPBU yang dikelolanya setuap hari menerima pasokan premium dari Pertamina sebanyak 15 KL per hari. Namun Senin (2/10) lalu,  SPBU ini hanya menerima 10 KL. Selanjutnya, Selasa kemarin, ia tak menerima pasokan sama sekali.

''Yang kita jual hari ini (kemarin--red) merupakan sisa stok kemarin,'' jelasnya.  Karena sisa stok sedikit, sehingga sudah habis terjual sekitar pukul 12.00 wita. Ibu Ari telah menghubungi pihak Pertamina agar segera dikirim pasokan. ''Namun sampai saat ini permintaan kita belum dipenuhi,'' katanya.

Sementara itu kosongnya premium di SPBU langsung dimanfaatkan pengecer dengan menaikan harga. Hanya 10 menit setelah diketahui premium habis, pengecer telah menjual premium Rp 7.000 per botol  dari biasanya Rp 5.000.

Warga pun terlihat panik. Setelah membaca tulisan ''Maaf, Premium Habis'' di setiap pintu masuk SPBU,  warga langsung memburu bensin ke pengecer. Semakin malam karena pasokan dari Pertamina ke SPBU belum ada, harga di tingkat eceran terus melambung.

Kepala Depo Pertamina Ampenan Shodikun Ansyori yang hendak diminta konfirmasinya Selasa (3/10) kemarin belum bisa dihubungi. (049)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)