Lagi, Premium Langka di Mataram
Mataram (Suara NTB) -
Untuk kesekian kalinya dalam beberapa bulan terakhir,
pasokan bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis premium
ke Pulau Lombok seret. Selasa (3/10) kemarin seretnya
pasokan bahan bakar ini mengakibatkan terjadinya
kelangkaan. Hampir seluruh SPBU di wilayah Kota Mataram
dan sekitarnya, kehabisan stok premium sehingga tutup
lebih awal. Sementara itu habisnya stok premium di SPBU
dimanfaatkan pengecer menaikan harga hingga berlipat.
Informasi yang berhasil dihimpun Suara
NTB Selasa kemarin menyebutkan, habisnya stok di
sejumlah SPBU di wilayah Kota Mataram dan
sekitarnya terjadi hampir serentak. Menurut seorang
petugas SPBU di Lingkar Selatan, Mataram, stok khususnya
bensin katanya, sudah habis sekitar pukul 11.00 wita.
''Tidak ada aksi borong dari pengecer
yang mengakibatkan stok cepat habis. Tapi karena stok
kita sedikit,'' katanya. Petugas tadi tak mengetahui
dengan pasti, kenapa pasokan yang dikirim Pertamina
Ampenan ke SPBU itu berkurang dari biasanya. ''Saya juga
tidak tahu, kapan pasokan dikirim lagi,'' jelasnya,
ketika ditanya kapan pasokan datang lagi.
Ungkapan senada juga diungkapkan Ibu Ari,
pengelola SPBU Dasan Cermen, Cakranegara. Disebutkan,
biasanya SPBU yang dikelolanya setuap hari menerima
pasokan premium dari Pertamina sebanyak 15 KL per hari.
Namun Senin (2/10) lalu, SPBU ini hanya menerima
10 KL. Selanjutnya, Selasa kemarin, ia tak menerima
pasokan sama sekali.
''Yang kita jual hari ini (kemarin--red)
merupakan sisa stok kemarin,'' jelasnya. Karena
sisa stok sedikit, sehingga sudah habis terjual sekitar
pukul 12.00 wita. Ibu Ari telah menghubungi pihak
Pertamina agar segera dikirim pasokan. ''Namun sampai
saat ini permintaan kita belum dipenuhi,'' katanya.
Sementara itu kosongnya premium di SPBU
langsung dimanfaatkan pengecer dengan menaikan harga.
Hanya 10 menit setelah diketahui premium habis, pengecer
telah menjual premium Rp 7.000 per botol dari
biasanya Rp 5.000.
Warga pun terlihat panik. Setelah membaca
tulisan ''Maaf, Premium Habis'' di setiap pintu masuk
SPBU, warga langsung memburu bensin ke pengecer.
Semakin malam karena pasokan dari Pertamina ke SPBU
belum ada, harga di tingkat eceran terus melambung.
Kepala Depo Pertamina Ampenan Shodikun
Ansyori yang hendak diminta konfirmasinya Selasa (3/10)
kemarin belum bisa dihubungi.
(049)