kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Pon, 13 Oktober 2006

 Pariwisata


Dongkrak Wisata MICE, INCCA Gandeng Garuda
 

Jakarta (Bali Post)  -
Asosiasi Kongres dan Konvensi Indonesia (INCCA) menggandeng penerbangan nasional Garuda Indonesia untuk mengembangkan event serta meningkatkan kunjungan wisata MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) di penjuru Indonesia.  ''Untuk gebrakan pertama, kami akan menjual 10 kota yang sudah memiliki hall meeting yang representatif, memenuhi standar MICE, mampu menampung minimal 200 peserta. Yang paling penting lagi, kota itu sudah memiliki bandara internasional,'' ungkap Ketua Umum INCCA Iqbal Alan Abdullah di Jakarta, Kamis (12/10) kemarin.

Selama ini, lanjut Iqbal, pengembangan event dan wisata MICE hanya terpusat di kota besar seperti Jakarta, Bali, Surabaya, Medan, Makassar, Yogyakarta. Namun mulai 2007 nanti, akan dikembangkan di lima kota lainnya seperti Batam, Mataram, Manado, Padang dan Pontianak. Untuk itu, INCCA bekerja sama dengan Garuda mengembangkan pasar lebih luas. Mengingat, potensi pasar wisata MICE kini semakin bagus seiring dengan kebangkitan event MICE di tingkat internasional. Dampaknya, Indonesia juga mendapat porsi event yang cukup melegakan.

''Saat kondisi pariwisata sedang low season, MICE tetap berkibar. Yang mengembirakan, MICE tidak terpengaruh adanya kejadian maupun bencana alam, tsunami, penyebaran penyakit yang melanda beberapa daerah di Indonesia,'' tandasnya.

Jadi, lanjutnya, wisata MICE ini tahan banting. Karena ada tidak ada kejadian, MICE tetap jalan. "Beda dengan wisata leisure, adventure, wisata sejarah, wisata bahari dan lainnya, bila ada sesuatu kejadian pasti akan membatalkan atau menunda kunjungannya," sambung Iqbal.

Diakuinya, MICE pernah mengalami masa jaya sebelum krisis. Selama beberapa tahun industri konvensi di Indonesia menikmati pertumbuhan 11 persen. Saat menjelang krisis pun pertumbuhannya hampir dua digit. Tapi begitu masuk krisis moneter dan kelanjutannya hingga sekarang, bertahan pada pertumbuhan 6%-8%.

Setelah masuk era reformasi, daya saing industri MICE ini makin melorot karena politicall will pemerintah dalam pengembangan MICE sangat rendah. ''Sebelum reformasi dalam struktur organisasi kementrian ada direktur bidang konvensi. Setelah reformasi justru direktorat di bidang ini dihapus, sehingga kemitraan antara pemerintah dan industri jadi berjarak,'' tambanya.

Mengingat peluang pasar yang besar itu, Garuda akan memberikan diskon spesial bagi peserta MICE yang mengadakan event di 10 kota yang sudah ditetapkan itu. ''Saat ini kami dan Garuda masih terus mengkaji layanan lainnya yang bisa saling menguntungkan,'' katanya. (034)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)