kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 12 Oktober 2006

 Artikel


Perlu
Persepsi yang Sama terhadap Kebijakan Pendidikan
Oleh
Nengah Wikrama, S.Pd. 

PROSES pembelajaran semaksimal mungkin harus mampu membuat siswa senang dan tertantang untuk belajar, bukan tertekan. Sosialisasi atau penjelasan sekolah dalam hal ini guru terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah harus menyentuh pemahaman siswa. Sehingga, tidak ada keterpaksaan bagi siswa untuk melakukan proses pendidikan.

Masyarakat adalah pemakai output pendidikan. Namun pemakai bukan berarti hanya menggunakan hasil yang sudah ada semata. Masyarakat harus mampu menyumbangkan perannya di dalam pendidikan, baik terkait dengan penyediaan input maupun pelaksanaan proses. Pemberian informasi yang positif tentang dunia pendidikan dari masyarakat kepada lingkungannya, baik orangtua maupun siswa, sangat penting dilakukan. Karena tidak jarang terjadi di masyarakat banyak isu yang mendiskreditkan sekolah ketika membuat sebuah kebijakan baru. Terutama dalam penegakan disiplin dan pemberian tugas belajar yang lebih kepada siswa. Hal ini diartikan oleh masyarakat sebagai kegiatan yang mengada-ada. Padahal penegakan disiplin adalah bagian integral dari proses pendidikan.

Pemberian tugas belajar yang lebih diartikan sebagai beban yang kemudian diperumit oleh masyarakat, sehingga menjadi pembenar bagi kemalasan siswa. Ketika guru mengambil sebuah tindakan, maka itulah dijadikan alasan untuk siswa membolos, tidak mau sekolah, bahkan putus sekolah. Oleh karenanya, di  masyarakat harus dibangun iklim akademis yang kondusif. Siswa yang rajin untuk beraktivitas di sekolah harus diberikan penghargaan oleh masyarakat, bukan malah sebaliknya.

Orangtua adalah pembina keluarga, tempat dilangsungkannya pendidikan informal. Di sinilah ditanamkan sebuah budaya, pembiasaan habit formation. Pendidikan informal dalam keluarga akan banyak membantu meletakkan dasar pembentukan kepribadian anak. Orangtua hendaknya mengarahkan anak-anaknya untuk tahan banting dalam mengarungi kehidupan. Kehidupan ini haruslah didasari dengan pendidikan yang memadai atau setidaknya dengan kerja keras dan berusaha mengembangkan diri. Persepsi seperti itu harus terus dibangun kepada putra-putinya. Sikap tidak mau menyerah dan putus asa yang didasari dengan ketekunan harus senantiasa mengilhami setiap perjalanan siswa. Namun, orangtua juga harus berani menerima kegagalan putra-putrinya. Bertindak secara dewasa atas kegagalan itu, dan dari situ merumuskan sebuah perencanaan baru.

Pemaksaan-pemaksaan orangtua terhadap penentuan pilihan anak-anaknya harus dilenyapkan. Karena pemaksaan ini akan membuat putra dan putrinya terpaksa dan bahkan bisa menyebabkan trauma. Ketika titik ini tercapai, maka sangat sulit untuk mengarahkan kembali, bahkan dikhawatirkan ''jalan-pintas'' yang menjadi pilihan, seperti putus sekolah atau malah bunuh diri. Karena itu orangtua harus menghindari pemaksaan kehendak kepada putra-putrinya, tetapi mengembangkan sikap dialektika spekulasi. Yakni menimbang-nimbang semua pilihan ke dalam matrik baik-buruk, sanggup-tidak sanggup atas pilihan yang diputuskan.

Siswa adalah ''eksekutor'' dari semua yang terjadi. Ketika sang eksekutor menggunakan berbagai pengetahuan, pengalaman, dan semua pertimbangan dari seluruh komponen pendidikan yang bersifat positif untuk memutuskan pilihan, maka keputusan yang dihasilkan adalah koputusan positif atau konstruktif demi masa depannya. Tetapi ketika keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan dan ilustrasi yang meremehkan, menyedihkan, dan pertimbangan negatif yang lain, maka yang dihasilkan adalah keputusan negatif, dan destruktif.

Untuk itu siswa saat ini harus mampu mempedomani banyak peristiwa yang mengisyaratkan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan. Siswa harus menyadari dan meneladani kehebatan tokoh-tokoh yang mapan di dunianya karena proses pendidikan. Ketika motivasi putus sekolah adalah karena ketidakmampuan, maka eksekusi itu keliru dan harus dihentikan oleh sang eksekutor yakni siswa sendiri.

 

Penulis, guru Fisika SMPN 1 Susut, Bangli

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)