kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 12 Oktober 2006

 Nusatenggara


Warung
Global
Tayangan
TV Turut Pengaruhi Tingginya Kasus Bunuh Diri 

KASUS bunuh diri seakan sudah menjadi trend saat ini. Kebanyakan kasus bunuh diri disebabkan depresi akibat permasalahan ekonomi. Selain itu juga karena pengaruh tayangan televisi yang mempertontonkan segala keinginan yang harus dituruti. Demikian di antaranya opini yang mengemuka dalam acara Warung Global dengan topik "Tinggi, Kasus Bunuh Diri di NTB" yang disiarkan Radio Global FM Lombok Rabu (11/10) kemarin.

--------------------------------------------------------------- 

Broto di Mataram mengatakan, kasus bunuh diri bukan hanya di NTB, melainkan juga di negara lain termasuk di negara maju. Bahkan di AS kasus bunuh diri tergolong tinggi. Sehingga, yang perlu dilakukan adalah upaya untuk menekan kasus ini dengan memperkuat iman.

Ale di Praya mengemukakan bunuh diri sudah menjadi gaya hidup. Orang berpikir, dengan bunuh diri akan bisa menyelesaikan masalah. Ia mengakui kebanyakan kasus bunuh diri disebabkan karena depresi akibat permasalahan ekonomi. Selain itu bayak kasus bunuh diri yang terjadi di kalangan pelajar cenderung karena masalah pacar. Sebab kondisi remaja juga masih sangat labil. Ajaran agama tidak ada yang membenarkan jalan bunuh diri sehingga semua umat harus tetap berpegang pada ajaran tersebut.

Aden mengatakan, tingginya kasus bunuh diri karena pengaruh tayangan TV yang selalu menuntut untuk ditiru. Sandy di Mataram menilai kasus bunuh diri terjadi karena tidak bisa mengendalikan pikiran dalam mengahadapi realita hidup. Seharusnya hidup dihadapi dengan lapang dada dengan menghindari tindakan negatif bagi diri sendiri dan orang lain. Kebajikan perlu diperbanyak lagi.

Nurul di Tanjung mengatakan, semua dikarenakan kurangnya bimbingan dan siraman rohani. Kuncinya, manusia harus mendekatkan diri dengan Yang Kuasa, mempertebal iman dan memperbanyak zikir. Bunuh diri adalah tindakan sesat. Abdulah di Loteng menyarankan agar RSJ lebih aktif dalam memberikan psikoterapi bukan hanya untuk orang gila.

Keberadaan  RSJ harus lebih difungsikan meskipun hanya untuk depresi kecil. Wel mengatakan, tindakan bunuh diri merupakan kesalahan pemikiran seseorang dalam menyimpulkan suatu masalah yang dianggap berat. Hal ini sangat berkaitan dengan pemahaman agama yang dangkal. Opini via SMS mengatakan, orang bunuh diri sebagian besar disebakan karena putus cinta.

Torik di Cakra mengatakan, faktor yang memicu tingginya bunuh diri adalah kondisi ekonomi, kegagalan berturut-turut, dan lemahnya iman termasuk depresi. Rustam di Nyerot mengatakan, penyebab bunuh diri adalah kecemburuan dan iri hati. Solusinya adalah mencegah kedua permasalahan tersebut dan juga terus bersabar.

(fit/ari)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)