Warung
Global
Tayangan
TV Turut
Pengaruhi
Tingginya
Kasus
Bunuh Diri
KASUS bunuh
diri
seakan sudah
menjadi trend
saat
ini.
Kebanyakan
kasus
bunuh diri
disebabkan
depresi
akibat permasalahan
ekonomi.
Selain
itu
juga karena
pengaruh
tayangan
televisi yang
mempertontonkan
segala
keinginan yang harus
dituruti.
Demikian
di
antaranya opini yang
mengemuka
dalam
acara Warung Global
dengan
topik "Tinggi,
Kasus
Bunuh Diri
di NTB" yang
disiarkan Radio Global FM
Lombok
Rabu (11/10) kemarin.
---------------------------------------------------------------
Broto
di
Mataram mengatakan,
kasus
bunuh diri
bukan
hanya di NTB,
melainkan
juga di
negara lain
termasuk
di
negara maju.
Bahkan
di AS
kasus bunuh
diri
tergolong tinggi.
Sehingga,
yang perlu
dilakukan
adalah
upaya untuk
menekan
kasus ini
dengan
memperkuat iman.
Ale di
Praya
mengemukakan bunuh
diri
sudah menjadi
gaya
hidup.
Orang berpikir,
dengan
bunuh diri
akan
bisa
menyelesaikan masalah.
Ia
mengakui
kebanyakan
kasus
bunuh diri
disebabkan
karena
depresi akibat
permasalahan
ekonomi.
Selain
itu
bayak kasus
bunuh
diri yang terjadi
di
kalangan pelajar
cenderung
karena
masalah pacar.
Sebab
kondisi
remaja juga
masih
sangat labil.
Ajaran
agama tidak
ada yang
membenarkan
jalan
bunuh diri
sehingga
semua
umat harus
tetap
berpegang pada
ajaran
tersebut.
Aden mengatakan,
tingginya
kasus
bunuh diri
karena
pengaruh tayangan TV
yang selalu
menuntut
untuk
ditiru.
Sandy di
Mataram
menilai kasus
bunuh
diri terjadi
karena
tidak bisa
mengendalikan
pikiran
dalam mengahadapi
realita
hidup. Seharusnya
hidup
dihadapi dengan
lapang dada
dengan
menghindari tindakan
negatif
bagi diri
sendiri
dan orang lain.
Kebajikan
perlu
diperbanyak lagi.
Nurul
di
Tanjung mengatakan,
semua
dikarenakan kurangnya
bimbingan
dan
siraman rohani.
Kuncinya,
manusia
harus mendekatkan
diri
dengan Yang Kuasa,
mempertebal
iman
dan memperbanyak
zikir.
Bunuh
diri
adalah tindakan
sesat.
Abdulah
di
Loteng menyarankan
agar RSJ lebih
aktif
dalam memberikan
psikoterapi
bukan
hanya untuk
orang
gila.
Keberadaan
RSJ harus
lebih
difungsikan meskipun
hanya
untuk depresi
kecil.
Wel
mengatakan,
tindakan
bunuh
diri merupakan
kesalahan
pemikiran
seseorang
dalam
menyimpulkan suatu
masalah yang
dianggap
berat.
Hal ini
sangat
berkaitan dengan
pemahaman agama yang
dangkal.
Opini
via SMS mengatakan,
orang
bunuh diri
sebagian
besar
disebakan karena
putus
cinta.
Torik
di
Cakra mengatakan,
faktor yang
memicu
tingginya bunuh
diri
adalah kondisi
ekonomi,
kegagalan
berturut-turut,
dan
lemahnya iman
termasuk
depresi.
Rustam
di
Nyerot mengatakan,
penyebab
bunuh
diri adalah
kecemburuan
dan iri
hati.
Solusinya
adalah
mencegah kedua
permasalahan
tersebut
dan
juga terus
bersabar.
(fit/ari)