Rupiah
Kembai
Stagnan
Jakarta (Bali Post) -
Nilai
tukar
rupiah di
pasar spot
antar-bank Jakarta
pada
perdagangan Rabu
(11/10) kemarin,
ditutup
melemah lima poin
ke level 9.220 per
dolar AS
atau
relatif stagnan,
jika
dibandingkan penutupan
Selasa (10/10)
di level 9.215 per
dolar
dolar AS.
Sepanjang
perdagangan,
tidak
ada sentimen
apapaun yang
mampu
mengangkat rupiah.
Pada
sesi pembukaan,
rupiah
bergerak antara
9.220/9.223 per dolar AS.
Relatif
stabilnya rupiah
sudah
diperkirakan sebelumnya,
karena
tidak ada
berita
segar yang mampu
menggerakkan
pasar.
Sementara
itu,
Indeks Harga
Saham
Gabungan (IHSG) Bursa Efek
Jakarta (BEJ) ditutup
melemah
tipis 1,798 poin
(0,116 persen)
ke level 1.553,119.
Kendati
turun, IHSG masih
lebih
tinggi dari IHSG per
11 Mei 2006
ketika
mencapai rekor
tertinggi 1.553,00
poin.
Indeks LQ45 juga
turun 0,781
poin (0,230
persen)
ke level 339,222. Demikian
pula Jakarta Islamic Index ditutup
melemah 0,902
poin (0,340
persen)
ke level 264,091.
Sedangkan
di sesi
pertama IHSG
sempat
menguat 6,178 poin
(0,178 pesen)
melampaui level 1.560
di level 1.561,095, yang
merupakan level
tertinggi yang
pernah
dicapai oleh BEJ.
Investor asing
di BEJ
membeli saham
sebanyak 295,383
juta unit
senilai
Rp 425,677 milyar.
Sedangkan
transaksi
jual
sebanyak 147,607 juta
lembar
saham senilai
Rp 302,813
milyar
sehingga terjadi
pembelian
bersih
Rp 122,864 milyar,
atau
naik jika
dibandingkan
perdagangan
sebelumnya yang
juga
mencatat pembelian
bersih
Rp 117,951 milyar.
Total volume perdagangan
sebanyak 1,967
milyar
lembar saham
senilai
Rp 1,995 trilyun
dengan
frekuensi perdagangan
sebanyak 25.173 kali.
Terdapat 191
jenis
saham yang aktif
diperdagangkan
dengan
rincian 52 saham
naik, 68
saham
tetap (stagnan)
dan 71
saham melemah.
(kmb2)