kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 12 Oktober 2006

 Ekonomi


Rupiah
Kembai Stagnan 

Jakarta (Bali Post) -
Nilai
tukar rupiah di pasar spot antar-bank Jakarta pada perdagangan Rabu (11/10) kemarin, ditutup melemah lima poin ke level 9.220 per dolar AS atau relatif stagnan, jika dibandingkan penutupan Selasa (10/10) di level  9.215 per dolar dolar AS.

Sepanjang perdagangan, tidak ada sentimen apapaun yang mampu mengangkat rupiah. Pada sesi pembukaan, rupiah bergerak antara 9.220/9.223 per dolar AS. Relatif stabilnya rupiah sudah diperkirakan sebelumnya, karena tidak ada berita segar yang mampu menggerakkan pasar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) ditutup melemah tipis 1,798 poin (0,116 persen) ke level 1.553,119. Kendati turun, IHSG masih lebih tinggi dari IHSG per 11 Mei 2006 ketika mencapai rekor tertinggi 1.553,00 poin. Indeks LQ45 juga turun 0,781 poin (0,230 persen) ke level 339,222. Demikian pula Jakarta Islamic Index ditutup melemah 0,902 poin (0,340 persen) ke level 264,091.

Sedangkan di sesi pertama IHSG sempat menguat 6,178 poin (0,178 pesen) melampaui level 1.560 di level 1.561,095, yang merupakan level tertinggi yang pernah dicapai oleh BEJ.

Investor asing di BEJ membeli saham sebanyak 295,383 juta unit senilai Rp 425,677 milyar. Sedangkan transaksi jual sebanyak 147,607 juta lembar saham senilai Rp 302,813 milyar sehingga terjadi pembelian bersih Rp 122,864 milyar, atau naik jika dibandingkan perdagangan sebelumnya yang juga mencatat pembelian bersih Rp 117,951 milyar.

Total volume perdagangan sebanyak 1,967 milyar lembar saham senilai Rp 1,995 trilyun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 25.173 kali. Terdapat 191 jenis saham yang aktif diperdagangkan dengan rincian 52 saham naik, 68 saham tetap (stagnan) dan 71 saham melemah. (kmb2)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)