Jelang
Lebaran,
Aktivitas
Pegadaian
Meningkat
Denpasar
(Bali Post) -
Menjelang
Lebaran,
aktivitas
pegadaian
mengalami
peningkatan yang
cukup
signifikan.
Barang-barang
yang digadaikan
masyarakat
umumnya
berupa produk
elektronik
dan
kendaraan bermotor.
Demikian
disampaikan
Manajer
Perum Pegadaian
Denpasar
Suharjo, S.H., M.M.
Rabu (11/10)
kemarin.
Dikatakan
Suharjo,
aktivitas
pegadaian
memang
meningkat dalam
beberapa
hari
terakhir puasa
ini.
Berdasarkan
data pegadaian,
kenaikan
aktivitas
mencapai
kisaran 30 - 35
persen.
Hanya,
dia mengutarakan
kemungkinan
besar
menjelang Lebaran,
sekitar H-5,
aktivitasnya
akan
lebih
tinggi lagi.
''Dari
pengalaman
tahun
sebelumnya, umumnya
aktivitas
pegadaian
mengalami
peningkatan 5
hari
sebelum Lebaran,''
katanya.
Dia
mengemukakan,
kebanyakan
barang yang
digadaikan
merupakan
produk
elektronik dan
kendaraan
bermotor.
Jumlahnya
mencapai 10 - 20
buah/hari.
Padahal
jika
hari normal, produk
elektronik yang
digadaikan
hanya
mencapai 1-5 buah/harinya.
Kebiasaan
menggadaikan
produk
elektronik menjelang
Lebaran,
sudah
berlangsung sejak
bertahun-tahun
lalu.
Umumnya,
masyarakat yang
mudik
ingin agar barang-barang
elektronik
dan
kendaraan bermotornya
aman
tersimpan.
Salah
satu
solusi yang dianggap
tepat
adalah menggunakan
jasa
pegadaian.
Suharjo
mengungkapkan
aktivitas
pegadaian
menjelang
Lebaran,
meski
meningkat namun
relatif
lebih rendah
dibandingkan
kondisi
di Jawa.
Justru
pada
hari raya agama
Hindu, seperti
Galungan
dan
Kuningan, aktivitas
pegadaian
maupun
tebus barang
lebih
ramai.
Selain
aktivitas
gadai
produk elektronik
dan
kendaraan bermotor
yang meningkat,
dia
juga mengatakan
terjadi
kenaikan permintaan
kredit.
Dikatakannya,
aktivitas
kredit
jika dibandingkan
dengan
periode
sama tahun
lalu
ada peningkatan.
Peningkatannya
hingga September
dibandingkan
periode
sama
tahun
lalu mencapai
sekitar 35 - 36
persen.
Penambahan
nasabah
baru selama
tahun
ini juga
meningkat.
Dia
mengatakan
penambahannya
sekitar 125
orang/bulan.
Dari sisi
omzet pun,
hingga
Agustus lalu,
rata-rata omzet
pegadaian
mencapai
Rp 7,4
milyar.
Bahkan
pada
tahun ini pun,
Pegadaian
menargetkan
omzet yang
diraih
bisa mencapai
Rp 90
milyar. Target
ini
jauh melampaui
omzet
pegadaian tahun
lalu
sebesar Rp 68
milyar.
(kmb18)