kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 12 Oktober 2006

 Ekonomi


Wisatawan Prancis Nikmati Paket Ekowisata di Undisan
 

Denpasar (Bali Post) -
Sekitar 150 wisatawan asal Prancis, Senin (9/10) melakukan pendakian (tracking) di Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Bangli. Aktivitas wisata di alam terbuka (outdoor) ini merupakan terobosan ekowisata yang dirintis Dr. Gde Karang Suarshana, MBA. Di mana desa dijadikan sebagai basis sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.

Menurut Jero Karang, apa yang dirintisnya merupakan upaya untuk keluar dari image yang menilai produk wisata Bali monoton. ''Banyak yang menilai Bali itu-itu saja. Atas dasar itu saya mengambil inisiatif membuat paket wisata alam, di mana turis bisa mendaki di alam tebuka, membaur dengan penduduk bahkan bisa langsung melihat proses pertanian,'' ujar Managing Director of Suar Tours ini.

Untuk mendukung gagasan dimaksud, dia berkolaborasi dengan masyarakat setempat dalam bentuk pemanfaatan lahan laba pura. Saat ini, di Desa Undisan terdapat fasilitas kolam renang alamiah Taman Sari yang airnya berasal dari mata air suci Bidadari. Air ini kemudian mengalir ke kolam pemancingan, kolam pemeliharaan ikan untuk selanjutnya mengalir ke irigasi menuju Subak Slau.

''Air suci Bidadari memiliki multifungsi selain untuk kepentingan upacara keagamaan di pura,'' jelas Jero Karang yang dihubungi di sela-sela aktivitas tracking bersama para tamunya di Undisan, Senin lalu.

Lebih jauh dia mengungkapkan, paket wisata alam ini benar-benar menyuguhkan suasana alami di pedesaan. Para wisatawan disuguhi minuman air kelapa yang langsung dipanjat penduduk dari pohonnya. Para turis juga menyaksikan dan ikut memanen kacang tanah yang hasilnya langsung disuguhkan sebagai makanan penutup.

Hal ini sungguh menjadi pengalaman mengesankan bagi para turis. Maklum, sebagian besar turis dari Prancis itu belum tahu bagaimana rupa tanaman kacang tanah.

Fasilitas yang tersedia untuk ecotourism ini berdiri di atas lahan yang luasnya lebih dari satu hektar. Pola pengelolaannya bekerja sama dengan masyarakat setempat karena tanah yang dipergunakan 59 are merupakan laba Pura Dalam Undisan Kaja, dan 49 are merupakan laba Pura Dalam Sama Undisan. ''Semua pihak akan mendapat benefit dari proyek wisata yang sedang kami rintis ini,'' ujar Jero Karang.

Mengingat prospeknya begitu besar, proyek ekowisata di Desa Undisan ini telah ditinjau oleh tim dari Depertemen PU, Pemprop Bali dan Kabupaten Bangli. Diperkirakan pembangunannya selesai tahun 2008, termasuk fasilitas pendaratan helikopter (helipad) untuk kepentingan Bali tour from the air. (056/**)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)