PKM mesti
Memanfaatkan Dana
Bergulir
Tepat
Guna
Denpasar
(Bali Post) -
Pemberdayaan
ekonomi
kerakyatan dilakukan
dengan
memberikan bantuan
dana
bergulir
diharapkan
dapat
dimanfaatkan secara
tepat
guna oleh
para
pengusaha kecil
dan
menengah (PKM). Pemanfaatan
yang tepat
akan
berpengaruh
terhadap
kelangsungan
operasional PKM
itu
sendiri.
Demikian
ditegaskan
Kepala
Dinas Koperasi
dan PKM
Denpasar Ir. A.A. Ngurah
Rai
Iswara, M.Si.
di
kantornya
Rabu (11/10)
kemarin.
Dikatakan,
agar penggunaan
dana
bergulir
tepat
guna, Dinas
Koperasi
dan PKM
Denpasar telah
membentuk
tim
pendampingan yang berfungsi
untuk
mengawasi dan
membina
koperasi dan PKM yang
mendapatkan
dana
ini. ''Pendampingan
ini
menyangkut berbagai
aspek
baik manajemen
maupun yang
lainnya,''
ujar
Rai Iswara.
Rai
Iswara
juga menjelaskan
Pemkot
Denpasar menganggarkan
Rp 2
milyar lebih
untuk
membantu pengembangan
koperasi
dan UMKM (usaha
mikro
kecil dan
menengah)
dalam
bentuk
dana bergulir.
Penyaluran
dana
ini
melibatkan pihak
perbankan
dalam
hal ini Bank
Pembangunan
Daerah Bali.
Bunga yang
dikenakan
kepada
Koperasi dan
UMKM yang
mendapatkan
dana
bergulir ini
sebesar 4
persen per
tahun.
Bantuan
dana
bergulir
untuk PKM
juga
disalurkan oleh
Badan
Usaha Milik Negara (BUMN)
melalui Program
Kemitraan
Bina
Lingkungan (PKBL). Dinas
Koperasi
dan PKM
Denpasar sampai
saat
ini baru
bekerja
sama
dengan 2 BUMN
yaitu BTDC
dan
Perum Angkasa
Pura.
Menurut
Rai
Iswara, animo
kalangan PKM
untuk
mendapatkan
dana
ini
cukup besar.
Pasalnya
dana
PKBL menawarkan
suku
bunga yang relatif
murah
yaitu 6 persen per
tahun.
Hingga kini
dana yang
telah
disalurkan oleh BTDC
dan
Perum Angkasa
Pura
mencapai Rp 2,943
milyar yang
diterima
oleh 141
pengusaha
dengan
plafon kredit
antara
Rp 5 juta-Rp 20
juta.
Sedangkan
sampai
Oktober 2006 ini
Dinas
Koperasi telah
memberikan
rekomendasi
kepada 17 PKM
untuk
mendapatkan bantuan
serupa.
Di
sisi lain,
Kasubdin PKM
Dinas
Koperasi dan PKM
Denpasar Ir. A.A.
Istri
Agung mengemukakan
jumlah PKM yang
mendapatkan
bantuan
dana PKBL
kemungkinan
bisa
bertambah karena PKM
yang telah
melunasi
bisa
mendapatkan bantuan
ini
dengan jumlah yang
lebih
besar. Program
lainnya yang
dilakukan
untuk
membantu PKM, yakni
membentuk
Lembaga
Penjaminan Kredit
Daerah (LPKD).
Direncanakan
lembaga
ini akan
beroperasi
Januari 2007
mendatang. ''Tahap
awal
Pemkot menyiapkan
dana
sekitar
Rp 1 milyar.
Pembahasan
mengenai
aspek
teknis
akan dibicarakan
dalam
bulan ini,''
katanya.
(kmb12)