Sudirta
Siap
Ikut Pilgub
Denpasar
(Bali Post) -
Wayan
Sudirta, S.H.,
salah
satu yang disebut-sebut
akan
maju
dalam pemilihan
gubernur (pilgub)
Bali pasca-Dewa
Beratha.
Namun,
hal itu
ditanggapi ''malu-malu''
oleh
anggota DPD asal
Pidpid,
Abang, Karangasem
ini.
Ia
menilai
terlalu dini
untuk
membicarakan suksesi
gubernur yang
masih
sekitar dua
tahun
lagi.
Selain
waktunya
masih
jauh juga
banyak
persyaratan yang harus
dimiliki
calon
untuk bisa
tampil.
Sebagai
sosok
independen, Sudirta
mengaku
tahu diri
untuk
hal tersebut.
Apalagi
untuk
maju harus
memiliki
kendaraan
politik
sebagai syarat
utamanya.
''Namun
kalau
partai sudah
membuka
ruang untuk
calon,
tentu saya
siap,''
jelasnya Rabu (11/10)
kemarin
saat berkunjung
ke
Pasar Oleh-Oleh Bali.
Sudirta
yang diterima
langsung
Pemimpin KMB
Satria
Naradha datang
dengan
puluhan pengurus
Kordem se-Bali.
Ia
juga
didampingi pengamat
politik
Cok.
Atmaja,
S.H. dan Prof.
Suastika.
Terkait
namanya
disandingkan untuk
menuju Bali-1
itu,
Sudirta secara
merendah
menyatakan
sangat
menghargai kepercayaan
atas
dirinya.
Ia
juga
mengaku sejauh
ini
belum terlalu
serius
menyikapi pemilihan
gubernur.
Apalagi
kesibukannya
sebagai
anggota DPD di
Jakarta cukup
banyak
menyita waktu.
Suami
dr.
Sulili Indawati
ini
mengatakan, bukan
dirinya
saja yang mesti
siap.
Figur lain
juga
harus siap
saat
partai yang memenuhi
syarat
mengajukan calon.
Namun,
Sudirta
sangat berhati-hati
soal
namanya yang disebut-sebut
sebagai
calon dalam
hubungannya
dengan
partai.
Idealnya
hal itu
dibicarakan
antara
enam bulan
hingga
setahun jelang
pilkada.
Ditanya
sikap
jajaran Kordem
terkait
pilgub, Sudirta
tak
serta merta
menjawabnya.
Pun ketika
ditanya
apa
sudah
ada parpol yang
melobinya,
Sudirta
nampak tak
secara
tegas menjawabnya.
Ia
justru
minta sejumlah
pengurus yang
langsung
menjawabnya.
Beberapa
pengurus
mengakui
mereka
sudah menyikapi
fenomena yang
berkembang
itu.
''Kami
sudah bekerja
di
bawah, sebab
warga
banyak menanyakan
soal
itu,'' jelas
Wakil
Ketua Kordem
Bangli
Ketut Mastrem.
Apa
yang disampaikan
anggota
Dewan dari PDI-P
ini
juga disokong
sejumlah
pengurus
Kordem
dari kabupaten
lainnya.
Lalu
apa
yang mesti
diperbaiki Bali,
Sudirta
mengatakan ada
sejumlah
hal
penting yang mesti
diselesaikan
daerah
ini. Antara
lain
kemiskinan, peningkatan
kualitas SDM
dan
masalah lingkungan.
Ia
mengatakan Bali
sebenarnya
bisa
mengembangkan sektor
pertaniannya
sebab
potensinya besar.
''Ini
sangat
ironis, petani
Bali
sangat
sukses di
luar
daerah namun
pertanian
di Bali
justru alami
kemunduran.''
Ketika
ditanya
mengenai dualisme
PHDI Bali, Sudirta
menyatakan
dalam forum
mahasabha
mendatang
hal itu
akan
terselesaikan.
Namun,
ia
tak
secara rinci
apa yang
akan
dilakukan untuk
menyelesaikan
dualisme yang
telah
berlangsung hampir
empat
tahun itu.
(031)