kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 12 Oktober 2006

 Bali


Buntut
Pemblokiran Setra Cekik-Gablogan ...
Kecewa
, Setra Ditetapkan Status Quo

Tabanan (Bali Post) -
Pemkab
Tabanan bersikap tegas atas kasus adat yang terjadi antara Desa Pakraman Gablogan dan Cekik. Kasus ini mencuat setelah terjadi pemblokiran setra oleh pihak Cekik Selasa (10/10) lalu. Rabu (11/10) kemarin di ruang rapat Bupati Tabanan, diadakan pertemuan antara Bupati dan jajaran Muspida serta 10 orang perwakilan masyarakat Gablogan dan Cekik yang dipimpin Bupati Adi Wiryatama.

Pertemuan tertutup itu menghasilkan lima poin keputusan. Di antaranya sejak pukul 11.00 wita kemarin, setra yang disengketakan ditetapkan status quo. Siapa pun tidak boleh melakukan kegiatan di setra tersebut kecuali diizinkan pemkab. Sementara setra untuk masyarakat Gablogan akan diusahakan oleh pemkab dan masyarakat.

Soal tapal batas, pemkab segera menyelesaikannya dengan melibatkan tim topografi dari Kodam IX/Udayana.

Seusai diadakan pertemuan, Ketua DPRD Tabanan I Wayan Sukaja membacakan keputusan tersebut di halaman kantor bupati didampingi Bupati Wiryatama dan segenap jajaran muspida. Pihak Gablogan yang sejak awal tampak kecewa dengan keputusan itu, awalnya bertahan di depan pos Satpol PP dan tidak bersedia mendekat. Sementara massa Cekik yang bertahan di bagian belakang sebelah kanan kantor bupati tidak turut mendengarkan pengumuman. Segenap jajaran muspida diharapkan mengamankan keputusan ini,'' ujar Sukaja menutup pembacaan keputusan.

Warga yang tidak puas meminta kepada Sukaja untuk berbicara, tetapi tidak diizinkan mengingat keputusan tersebut sudah final. Dengan kecewa, ratusan warga Gablogan langsung meninggalkan kantor bupati. Bahkan, mereka menolak pengawalan yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian. Sementara krama adat Cekik meninggalkan halaman kantor bupati sekitar satu jam setelah krama adat Gablogan pulang.

Beberapa utusaan warga Gablogan mengaku kecewa karena pihaknya tidak diizinkan untuk menyampaikan aspirasi. Mereka sebenarnya ingin mengusulkan agar didahulukan penyelesaian tapal batas, sebelum diputuskan pengupayaan setra. Usulan lain yang diinginkan adalah mengambil jalan tengah yakni agar setra dibagi dua. Pengadaan setra baru oleh pemda tidak terlalu menggembirakan pihak Gablogan, karena dianggap bukan merupakan solusi yang diinginkan sebagian besar warga. (upi)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)