Dari Warung Global
Interaktif Bali Post
Pembangunam
Bali Melaju
tanpa
Perencanaan
PEMBANGUNAN
Bali
sampai
saat ini
sepertinya
melaju
pesat tanpa
adanya
sebuah perencanaan
untuk
menata Bali mau
dibawa
ke arah
mana.
Apalagi
Bali sebagai
daerah
pariwisata yang terkenal
di
dunia, sehingga
sampai
terninabobokan oleh
indahnya
pariwisata
itu
sendiri.
Memang
bisa
dikatakan terlambat
apabila
mengangkat konsep Tri
Hita
Karana, tetapi
hal ini
memang
tidak bisa
diabaikan.
Demikian
terungkap
dalam
acara Warung Global
yang disiarkan
langsung Radio Global 96,5
FM Rabu (11/10)
kemarin
dan dipancarluaskan
Radio Singaraja FM.
Berikut
rangkuman selengkapnya.
--------------------------------------------
Anggota
DPRD Bali Ir.
I Made Dauh
Wijana
menjelaskan, terkait
wacana
Bali
tidak
punya master plan terutama
tentang
investasi memang
sedikit
ada benarnya.
Padahal,
hendaknya
pemprop
membuat peta
tentang
investasi, karena
selama
ini kita
belum
memiliki seperti
apa master plan
investasi yang
cocok
di Bali sehingga
sering
kecolongan, seperti
adanya
proyek geothermal, apakah
merupakan
potensi
investasi atau
tidak,
juga pabrik
miras.
Untuk
saat
ini
Bali
memang
perlu mempersiapkan
tentang master plan
investasi yang
sesuai
dengan budaya Bali.
Sejauh
ini
memang semua
komponen
masyarakat
Bali
terninabobokan
oleh
pariwisata.
Maka
setiap
berbicara investasi
di
Bali
maka
hanya pada
pariwisata
tidak
ada inovasi-inovasi
baru
karena mereka
memang
tidak melakukan
pemetaan
investasi yang
cocok
di Bali.
Padahal
masih
banyak investasi
menarik yang
harus
sudah dikembangkan
di
Bali
dengan
membuat suatu master
plan, misalnya
infrastruktur.
Karena
potensi
investasi infrastuktur
cukup
tinggi terlihat
misalnnya
dari
infrastruktur jalan.
Master plan Bali harus
dibuat
secara komprehensif
misalnya
pariwisata,
seberapa
jauh
pariwisata yang dikembangkan.
Artinya, paling
tidak
berapa tamu
atau
wisatawan yang
akan
kita
harapkan ke Bali,
sehingga
tidak
harus membuat
fasilitas
pariwisata
terus-menerus.
Dengan
demikian kita
sudah
memiliki gambaran
bahwa
apabila kita
membangun
fasilitas hotel
atau
vila
dibangun
sejumlah volume
ini
sesuai dengan
tata
ruang.
Demikian
juga
harus dipikirkan
pengkajian
dari
segi budaya.
Bali
tidak
hanya cocok
untuk
pariwisata, tetapi
juga
sektor lain, misalnya
pertanian.
Master plan ini
memang
baru sebatas
wacana,
tetapi mau
tidak
mau
kita ke
depan
harus membuat master
plan sehingga
tidak
ada lagi
proses-proses
investasi yang
membuat
kita kecolongan
dan
benturan-benturan di
kemudian
hari.
Bila perlu master
plan yang dibuat
disosialisasikan,
dengan
demikian akan
mendapat
masukan
dari para
praktisi,
akademisi,
tokoh
masyarakat sehingga
nanti
benar-benar didapatkan
master plan yang cocok
dengan
kondisi Bali yang dikatakan
kecil,
tidak memiliki SDA,
hanya
memiliki kebudayaan
yang mampu
menjadi
potensi investasi.
Mengenai
waktu
penyelesaian master plan
diperkiraan tahun
2007.
Natri
Udiani
di Denpasar
prihatin
dengan
Pulau Bali yang sudah
sekian lama
menjadi
objek pariwisata
tetapi
tidak memiliki master
plan, sungguh
ironis.
Artinya
sistem
pemerintahan di
Bali
amburadul.
Ini
sangat
terlambat,
Bali
sudah
bopeng dan
hancur
di mana-mana.
Dewa
Sudarsana
di
Renon bertanya,
apakah master plan
sama
dengan RUTR?
Mungkin
ada
salah persepsi.
RUTR memang
dari
dulu sudah
ada.
Kalau
kita
melihat RUTR dan
pengembangan
dari
peruntukan wilayah
di
Bali
memang
harus ada master
plan, tetapi master plan
belum
ada namun
pembangunan Bali
tetap
berjalan dengan
menganut
konsep Tri
Hita
Karana.
Master plan
hanya pengembangan
di saat
Bali
diserbu investor.
Agung
Ngurah
Putra di
Tabanan
mengatakan bahwa
master palan Bali
sudah
ada sejak
dulu.
Sehingga
dicurigai
ke arah
proyek.
Santa di
Gianyar
berpendapat Pulau
Bali sudah
bopeng
kalau dikatakan
terlambat
ya,
karena dari
dulu
majunya pariwisata
Bali karena
wisata
alam baru
ke
budaya.
Kini
justru
akar wisata
tersebut
dilupakan
pemerintah.
Masuknya
investor menjepit
saluran-saluran
pertanian
sehingga
banyak
lahan tidur.
Lalu
terlupakan
sama
sekali
akarnya yakni
alam
kita yang kini
sudah
hancur lebur.
Maka
dari
itu kalau
pemerintah
mau ada
master plan ini
maka
kembalikan sedikit
demi
sedikit ke
alam. *
panca