kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 2 Januari 2006

 Ekonomi


Perekonomian 2006 masih Berat-------

Tarif Tetap, Target Pelindo Turun
 

Memasuki 2006, PT Pelindo III tidak mau gegabah. Meski total pendapatan 2005 mencapai Rp 1,709 trilyun atau laba Rp 305,495 milyar, perusahaan BUMN yang berkantor pusat di Surabaya itu justru memproyeksikan target 2006 turun. Dalam rancangan kerja anggaran perusahaan (RKAP) 2006 Pelindo mematok target pendapatan Rp 1,673 trilyun atau laba Rp 238,243 milyar. Mengapa targetnya turun? 

============================ 

''Kami melihat tahun 2006, perekonomian masih berat. Karena itulah target yang dipasang tidak melangit. Kami ingin realistis dan tetap optimis menatap 2006,'' papar Dirut PT Pelindo III Ir. Suprihat didampingi Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha Robert Sianipar dan Direktur Personalia dan Umum DJ Dunda kepada Bali Post, usai evaluasi kinerja akhir tahun 2005 di Surabaya, Sabtu (31/12).

Mengapa PT Pelindo III mematok target pendapatan dan laba 2006 turun? Ia menyatakan beberapa alasan mengapa PT Pelindo III yang mengelola 19 pelabuhan ini terpaksa menurunkan targetnya. Di antaranya, karena pada 2005 BBM mengalami dua kali kenaikan (Maret dan Oktober-red), tarif tidak akan dinaikkan sementara biaya operasional bertambah. Di samping itu, juga ada penurunan tari CHC dari 93 dolar menjadi 70 dolar pada November lalu.

''Dengan kondisi yang demikian terus terang sangat berat. Daripada memasang target tingi tetapi tida tercapai lebih baik target pendapatan dan laba diturunkan sekalian,'' katanya.

Dengan diturunkannya target, katanya, diharapkan supaya dapat bersaing dengan luar negeri.

Menurutnya, meski trafik arus kapal tidak pernah turun dari tahun ke tahun tetapi kenaikan trafik antara 1-2 %. Trafik arus kapal yang keluar masuk pelabuhan turun saa krisis moneter pada 1998. Sedangkan setelah krismon kenaikan trafik rata-rata dua persen/tahun. Sementara biaya operasional naik karena kenaikan BBM hingga dua kali dalam 2005.

 

Kunjungan Kapal

Selain menjelaskan proyeksi target 2006, Dirut Pelindo III Suprihat juga mengungkapkan kunjungan kapal selama 2005 diperkirakan terealisasikan dua persen di atas anggaran atau  79.460 unit. Sedangkan dari sisi gros ton (GT) diperkirakan hanya mencapai 4% atau 194,45 juta GT.

Hal ini, kata dia, disebabkan turunnya kunjungan kapal petikemas luar negeri dan adanya pembatalan kunjungan kapal petikemas sehubungan dengan kerusakan CC di Terminal Peti Kemas Semarang. Arus barang tahun 2005 terealisasi 82,35 ton dan 9,76 juta m3 atau 99% dan 93% dari target anggaran. Tidak tercapainya target arus barang ini disebabkan adanya penutupan beberapa industri di Jatim dan Jateng serta adanya kebijakan illegal logging.

Sementara arus peti kemas 2005 dalam boks dan TEUs masing-masing 4% dan 5% di bawah target anggaran. Tidak tercapainya arus peti kemas terutama di Terminal Peti Kemas Semarang, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI), PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan cabang kota baru. Penyebabnya karena beberapa kapal peti kemas dengan GT yang lebih kecil.

Sementara arus penumpang 2005, katany, mencapai 2.98 juta orang atau 3% di bawah target anggaran. Penyebabnya adanya perusahaan pilihan moda angkutan sebagai pengaruh adanya kenaikan harga BBM. (bam)

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)