kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 2 Januari 2006

 Bali


Pipa PDAM Tergerus Longsor, Air Macet
 

Semarapura (Bali Post) -
Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di Klungkung sejak Sabtu (31/12) sore mengakibatkan tanah longsor di Banjar Bajing, Tegak, Klungkung. Dua pohon enau juga ikut tergerus longsor. Celakanya, kedua pohon enau yang tumbang itu menimpa pipa jaringan PDAM. Akhirnya jaringan pipa berdiameter 8 inchi ikut tergerus longsor termasuk yang tertimpa pohon itu mencapai 50 meter.

Saluran air terputus. Akhirnya masyarakat tidak bisa menikmati air bersih sejak pukul 07.00 wita, Minggu (1/1) kemarin.

Para pelanggan beramai-ramai melontarkan keluhan itu per telepon ke Direktur PDAM Klungkung, Made Suyastra.

Suyastra memperkirakan kemungkinan terjadinya tanah longsor berdampak pada jaringan pipa yang sebagian besar tertanam di tanah itu, masih sangat besar. Mengingat, sejauh ini hujan lebat disertai angin kencang masih terus terjadi di bumi serombotan.

Terhadap keluhan pelanggan, Suyastra langsung meneruskan kepada stafnya yang tergabung dalam tim survai jaringan pipa gravitasi. Kebetulan saat bersamaan, tim survai melakukan pengecekan ke lapangan. Saat itu pula tim ditugaskan untuk mencari ''biang kerok'' macetnya air PDAM tersebut.

Tim termasuk Suyastra melakukan penyisiran sejak pukul 07.00 wita. Tim baru menemui ada pipa tertimpa pohon enau sekitar pukul 11.00 wita. Pipa itu berada di sekitar tebing. Untuk menemukannya, tim harus dua kali menyeberang sungai.

Kondisi lokasi seperti itu juga berdampak pada upaya perbaikan/penyambungan pipa saluran yang dikerjakan oleh tim distribusi dan transmisi PDAM setempat. Hujan yang terus mengguyur menghambat kerja tim. ''Kami meminta pengertian masyarakat. Kami terus berupaya sekuat tenaga untuk segera mengatasi persoalan itu. Dengan harapan agar masyarakat kembali menikmati air bersih,'' tandasnya.

Direktur PDAM asal Pegending, Klungkung itu memastikan perbaikan pipa yang terputus itu sudah tuntas pada malam harinya. Karena kalau hal itu berlangsung lama, tentu akan menimbulkan kerugian yang besar terhadap PDAM. ''Kami belum tahu berapa besar kerugian yang dialami PDAM. Kami belum melakukan pengecekan karena saat ini masih diupayakan perbaikan,'' tambahnya.

Seorang warga Semarapura Klod Kangin, Karuna Anthony, mengeluhkan sejak pukul 07.00 air PDAM macet. Sekitar pukul 14.30, sempat hidup lagi. Kondisinya tidak normal. Air yang mengalir berwarna hitam dan kotor. Beberapa saat kemudian macet lagi. ''Merasa kecewa, saya langsung melayangkan protes ke pihak PDAM. Namun setelah tahu bahwa itu terjadi karena musibah, kami juga memahami,'' tandasnya. (kmb20)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)