Umat
Rayakan
Tahun Baru
di Pura
Uluwatu
dan Andakasa
Denpasar
(Bali Post) -
Perayaan
malam
tahun baru
kini
sudah mulai
bergeser
dari yang
bersifat
hura-hura
ke
kegiatan yang berbau
spiritual. Apalagi
Sabtu
pagi, kota
Palu
diguncang bom yang
menewaskan 4
orang
dan 50 luka-luka.
Sebagian
umat Hindu
memilih
merayakan malam
pergantian
tahun
di Pura
Uluwatu
dan Pura
Andakasa.
Sejak
pukul 18.00
wita
umat Hindu sudah
melakukan
persembahyangan
di Pura
Uluwatu.
Sebelum
tangkil ke
Pura
Uluwatu, mereka
juga
melakukan persembahyangan
di Pura
Pesambiangan
Ratu
Gede Ring Nusa
di
Jimbaran. Kepadatan
umat
tampak sekitar
pukul 22.00
wita
dan berakhir
setelah
pergantian tahun,
Minggu (1/1)
dinihari.
Sebagian
umat
melakukan meditasi
dan
jagra (begadang)
di tiga
tempat
yakni pengayatan
Jurit,
pelinggih Jurit
di jaba
tengah
dan di
jaba
dalem Pura
Uluwatu.
Pengempon
Pura
Uluwatu dari
Puri
Agung Jro
Kuta, A.A.
Ngurah
Jaka Pratiknya,
mengatakan
pergeseran
perayaan
malam
tahun baru
ke
hal-hal yang religius
justru
merupakan langkah
maju
bagi umat Hindu.
Sekretaris
Paiketan
Pemangku
Kahyangan
Jagat
ini mengaku
kegiatan yang
berbau spiritual
mestinya
menonjol
dalam
malam tahun
baru.
Apalagi perayaan
tahun
baru kali ini
di
bawah ancaman
bom.
Jaka Praktiknya yang
akrab
dipanggil Turah
Joko
ini mengatakan
alangkah
baiknya
perayaan tahun
baru
dilakukan dengan
introspeksi
di
tempat-tempta suci.
Hal ini
makin bernilai
dibandingkan
dengan
menggelar pesta
besar-besaran.
Pura
Andakasa
juga
dipadati umat Hindu.
Sebagian
dari
mereka adalah
kalangan
dosen
dari berbagai
universitas
di Bali.
Rektor
Undiknas Gde Sri
Dharma saat
dihubungi per
telepon
mengatakan perayaan
tahun
baru di
Pura
Andakasa juga
diisi
dengan persembahyangan
bersama,
makidung
dan
meditasi. Langkah
maju
ini menurutnya
patut
diteruskan di
tahun-tahun
mendatang
mulai
dari kahyangan
tiga
hingga kahyangan
jagat.
Dengan merayakan
tahun
baru di
tempat
suci, segala
pikiran
jahat dan
keinginan
mabuk-mabukan
bisa
dikendalikan. ''Lebih
bagus
ngrastitiang Bali lewat
persembahyangan
bersama,''
ujarnya.
Pesta
Bergeser
Suasana
malam
pergatian tahun
baru di
Denpasar
juga
sedikit bergeser.
Jika
dulu hampir
semua
banjar menggelar
acara
pesta, kini
acara
tersebut bergeser
ke
rumah-rumah atau
gang-gang tertentu.
Acara
bakar ikan
dan
ngelawar tak
lagi di
tempat
umum, melainkan
di
rumah-rumah. Warga
Denpasar
juga
enggan ke
luar
rumah lantaran
takut
dengan aksi
terorisme.
Apalagi
menjelang pergantian
tahun,
Denpasar sempat
diguyur
hujan.
Di
kawasan
Sanur, suasana
malam
pergantian tahun
relatif
sepi. Jalan By-pass
Ngurah
Rai yang tahun
lalu
selalu macet
jika
menjelang malam
pergantian
tahun
baru, kemarin
terlihat
biasa-biasa
saja.
(025)