kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 2 Januari 2006

 Bali


Umat
Rayakan Tahun Baru di Pura Uluwatu dan Andakasa

Denpasar (Bali Post) -
Perayaan
malam tahun baru kini sudah mulai bergeser dari yang bersifat hura-hura ke kegiatan yang berbau spiritual. Apalagi Sabtu pagi, kota Palu diguncang bom yang menewaskan 4 orang dan 50 luka-luka. Sebagian umat Hindu memilih merayakan malam pergantian tahun di Pura Uluwatu dan Pura Andakasa.

Sejak pukul 18.00 wita umat Hindu sudah melakukan persembahyangan di Pura Uluwatu. Sebelum tangkil ke Pura Uluwatu, mereka juga melakukan persembahyangan di Pura Pesambiangan Ratu Gede Ring Nusa di Jimbaran. Kepadatan umat tampak sekitar pukul 22.00 wita dan berakhir setelah pergantian tahun, Minggu (1/1) dinihari. Sebagian umat melakukan meditasi dan jagra (begadang) di tiga tempat yakni pengayatan Jurit, pelinggih Jurit di jaba tengah dan di jaba dalem Pura Uluwatu.

Pengempon Pura Uluwatu dari Puri Agung Jro Kuta, A.A. Ngurah Jaka Pratiknya, mengatakan pergeseran perayaan malam tahun baru ke hal-hal yang religius justru merupakan langkah maju bagi umat Hindu. Sekretaris Paiketan Pemangku Kahyangan Jagat ini mengaku kegiatan yang berbau spiritual mestinya menonjol dalam malam tahun baru. Apalagi perayaan tahun baru kali ini di bawah ancaman bom. Jaka Praktiknya yang akrab dipanggil Turah Joko ini mengatakan alangkah baiknya perayaan tahun baru dilakukan dengan introspeksi di tempat-tempta suci. Hal ini makin bernilai dibandingkan dengan menggelar pesta besar-besaran.

Pura Andakasa juga dipadati umat Hindu. Sebagian dari mereka adalah kalangan dosen dari berbagai universitas di Bali. Rektor Undiknas Gde Sri Dharma saat dihubungi per telepon mengatakan perayaan tahun baru di Pura Andakasa juga diisi dengan persembahyangan bersama, makidung dan meditasi. Langkah maju ini menurutnya patut diteruskan di tahun-tahun mendatang mulai dari kahyangan tiga hingga kahyangan jagat. Dengan merayakan tahun baru di tempat suci, segala pikiran jahat dan keinginan mabuk-mabukan bisa dikendalikan. ''Lebih bagus ngrastitiang Bali lewat persembahyangan bersama,'' ujarnya.

 

Pesta Bergeser

 

Suasana malam pergatian tahun baru di Denpasar juga sedikit bergeser. Jika dulu hampir semua banjar menggelar acara pesta, kini acara tersebut bergeser ke rumah-rumah atau gang-gang tertentu. Acara bakar ikan dan ngelawar tak lagi di tempat umum, melainkan di rumah-rumah. Warga Denpasar juga enggan ke luar rumah lantaran takut dengan aksi terorisme. Apalagi menjelang pergantian tahun, Denpasar sempat diguyur hujan.

Di kawasan Sanur, suasana malam pergantian tahun relatif sepi. Jalan By-pass Ngurah Rai yang tahun lalu selalu macet jika menjelang malam pergantian tahun baru, kemarin terlihat biasa-biasa saja. (025)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)