kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 2 Januari 2006

 Bali


Wisdom "Selamatkan" Malam Tahun Baru
 

MALAM menyambut tahun baru 2006 di Kuta, tak semeriah tahun-tahun sebelumnya yang dibanjiri wisatawan mancanegara. Di malam pergantian tahun itu, mayoritas tampak wisatawan domestik (wisdom) dan warga lokal yang menggelar sejumlah acara dan memenuhi tempat-tempat hiburan. Tak banyak wisatawan mancanegara di tempat-tempat umum maupun lokasi hiburan.

''Mereka lebih banyak memilih beraktivitas di lingkungannya agar merasa lebih aman dan nyaman menyambut tahun anjing ini,'' ujar tokoh Kuta yang juga anggota DPRD Badung, Nyoman Bagiana Karang dan Puspa Negara. Di balik tak begitu meriahnya malam itu, keduanya optimis karena tak ada kejadian yang mengkhawatirkan. Kondisi aman yang terjaga ini bisa memberi berkah baru yakni pulihnya pariwisata. ''Setelah tahu Kuta aman, tentu wisatawan akan percaya lagi pada Bali,'' tambah keduanya.

Suara senada meluncur dari Bupati Badung Gde Agung yang bersama Kabag Humas Suambara di malam tahun baru itu patroli mengelilingi sejumlah tempat keramaian di Kuta. Bahkan bupati sempat memantau kawasan GWK dan sekitarnya. ''Kita syukuri seluruh aktivitas dalam kerangka menyambut tahun baru ini berjalan aman dan lancar,'' jelasnya.

Kondisi itu membuat Bupati yang baru empat bulan menjabat ini merasa optimis, di tahun 2006 suasananya akan lebih baik lagi. ''Kami yakin ekonomi akan tumbuh lebih baik dengan pulihnya kunjungan wisatawan ke sini,'' tambahnya.

Puspa maupun Bagiana Karang mengingatkan untuk pemulihan Kuta, perlu banyak terobosan. Selain keamanan, kesiapan infrastruktur harus tersedia dengan baik. ''Jangan lagi ada masalah soal jalan rusak atau kemacetan,'' ujarnya. Bahkan Puspa mengatakan perlunya pemberian insentif bagi wisatawan yang masuk ke Bali khususnya wisatawan domestik.

Saat ini wisatawan domestik menjadi penyelamat pariwisata. Di tengah paceklik wisatawan asing yang datang ke Bali, kehadiran wisatawan domestik cukup menggembirakan. ''Di Kuta saja tingkat hunian saat ini bisa di atas 60 persen,'' tambah Bagiana Karang.

Meski mayoritas wisdom, Bagiana melihat ini sebuah peluang yang cukup bagus untuk diperhitungkan. Karena itu pemkab mesti bisa menangkap potensi ini. Menurut Puspa, pemberian insentif untuk pariwisata ini harus berani dilakukan. ''Kita mesti berani memberi umpan sebelum mengail ikannya,'' jelasnya. Modelnya, menurut Puspa bisa saja wisdom itu disubsidi BBM-nya saat berlibur ke Bali.

Sementara itu, Wabup Badung Sudikerta menyongsong malam tahun baru juga melakukan pemantauan sekaligus sidak di sejumlah kafe di Kuta dan sekitarnya. Sidak tersebut terfokus pada hal-hal yang terkait dengan penggunaan narkoba. ''Kita inginkan tak ada lagi masalah muncul karena kasus narkoba, sebagaimana yang terjadi belum lama ini,'' jelas Sudikerta. (lit)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)