Wisdom "Selamatkan"
Malam
Tahun Baru
MALAM
menyambut
tahun
baru 2006 di
Kuta,
tak semeriah
tahun-tahun
sebelumnya yang
dibanjiri
wisatawan
mancanegara.
Di
malam
pergantian tahun
itu,
mayoritas tampak
wisatawan
domestik (wisdom)
dan
warga lokal yang
menggelar
sejumlah
acara
dan memenuhi
tempat-tempat
hiburan.
Tak
banyak
wisatawan mancanegara
di
tempat-tempat umum
maupun
lokasi hiburan.
''Mereka
lebih
banyak memilih
beraktivitas
di
lingkungannya agar merasa
lebih
aman dan
nyaman
menyambut tahun
anjing
ini,'' ujar
tokoh
Kuta yang juga
anggota DPRD
Badung,
Nyoman Bagiana
Karang
dan Puspa Negara.
Di
balik
tak begitu
meriahnya
malam
itu, keduanya
optimis
karena tak
ada
kejadian yang
mengkhawatirkan.
Kondisi
aman yang
terjaga
ini bisa
memberi
berkah baru
yakni
pulihnya pariwisata.
''Setelah
tahu
Kuta aman,
tentu
wisatawan akan
percaya
lagi pada
Bali,'' tambah
keduanya.
Suara
senada
meluncur dari
Bupati
Badung Gde
Agung yang
bersama
Kabag Humas
Suambara
di
malam tahun
baru
itu patroli
mengelilingi
sejumlah
tempat
keramaian di
Kuta.
Bahkan
bupati
sempat memantau
kawasan GWK
dan
sekitarnya.
''Kita syukuri
seluruh
aktivitas dalam
kerangka
menyambut
tahun
baru ini
berjalan
aman
dan lancar,''
jelasnya.
Kondisi
itu
membuat Bupati yang
baru
empat bulan
menjabat
ini
merasa optimis,
di
tahun 2006 suasananya
akan
lebih
baik lagi.
''Kami
yakin
ekonomi akan
tumbuh
lebih baik
dengan
pulihnya kunjungan
wisatawan
ke sini,''
tambahnya.
Puspa
maupun
Bagiana Karang
mengingatkan
untuk
pemulihan Kuta,
perlu
banyak terobosan.
Selain
keamanan,
kesiapan
infrastruktur
harus
tersedia dengan
baik.
''Jangan
lagi
ada masalah
soal
jalan rusak
atau
kemacetan,'' ujarnya.
Bahkan
Puspa
mengatakan perlunya
pemberian
insentif
bagi
wisatawan yang masuk
ke
Bali khususnya
wisatawan
domestik.
Saat
ini
wisatawan domestik
menjadi
penyelamat pariwisata.
Di
tengah
paceklik wisatawan
asing yang
datang
ke
Bali,
kehadiran
wisatawan
domestik
cukup
menggembirakan.
''Di
Kuta
saja tingkat
hunian
saat ini
bisa di
atas 60
persen,'' tambah
Bagiana
Karang.
Meski
mayoritas wisdom,
Bagiana
melihat ini
sebuah
peluang yang cukup
bagus
untuk diperhitungkan.
Karena
itu
pemkab mesti
bisa
menangkap potensi
ini.
Menurut
Puspa, pemberian
insentif
untuk
pariwisata ini
harus
berani dilakukan.
''Kita mesti
berani
memberi umpan
sebelum
mengail ikannya,''
jelasnya.
Modelnya,
menurut
Puspa bisa
saja wisdom
itu
disubsidi BBM-nya
saat
berlibur ke
Bali.
Sementara
itu,
Wabup Badung
Sudikerta
menyongsong
malam
tahun baru
juga
melakukan pemantauan
sekaligus
sidak
di sejumlah
kafe di
Kuta
dan sekitarnya.
Sidak
tersebut
terfokus
pada
hal-hal yang terkait
dengan
penggunaan narkoba.
''Kita inginkan
tak ada
lagi
masalah muncul
karena
kasus narkoba,
sebagaimana yang
terjadi
belum lama ini,''
jelas
Sudikerta. (lit)