Gelombang
Pasang
Terjang Belasan
Rumah
Singaraja
(Bali Post) -
Air
laut di
pantai
Buleleng naik.
Akibatnya
belasan
rumah rusak.
Bahkan,
beberapa
di
antaranya tergerus
air laut.
Gelombang
pasang
di pantai
ini
telah terjadi
sejak
beberapa hari
terakhir.
Puncaknya
terjadi
Jumat (30/12) malam.
Sekitar
pukul 23.00
wita.
Ombak
besar
menerjang belasan
rumah
di sepanjang
pesisir
Buleleng, seperti
di
Dusun Labuhan
Aji
Desa Temukus
Kecamatan
Banjar
dan Desa
Sangsit
Kecamatan Sawan.
Di
Temukus,
ombak
pasang tiba-tiba
menggulung
sejumlah
bangunan
kamar
mandi, dapur
dan
pelinggih. Tercatat
lima
rumah yang
dihuni 11 KK
rusak.
Ada
juga
jukung milik
para
nelayan hanyut
terbawa
ombak.
Berdasarkan
pantauan Bali Post
dan
informasi yang dihimpun
di
lapangan, kelima
rumah
itu masing-masing
milik
Ketut Mastra,
Putu
Suara, Putu
Mangku,
Ketut Mara dan
Mangku
Balian.
Tidak
terdapat
korban
jiwa dalam
kejadian
tersebut.
Ketut
Mastra
mengatakan kejadian
Jumat
lalu berlangsung
begitu
tiba-tiba.
Memang
sebelumnya ombak
cukup
besar, tetapi
ia
dan
keluarganya tidak
menyangka
ombak
menerjang begitu
keras.
Ombak setinggi
sekitar 1,5
meter itu
seketika
menghancurkan
bangunan
di
sekitar pantai.
''Kami
hanya
melihat, tak
bisa
berbuat apa-apa,''
ujarnya.
Akibat
kejadian
itu,
warga yang berumah
di
sepanjang pantai
terpaksa
tidak
tidur, berjaga-jaga
terhadap
ombak yang
diperkirakan
masih
besar beberapa
hari
ini.
Untuk
menjaga
kemungkinan kedatangan
ombak,
mereka memasang
penahan
ombak darurat
seperti
batu dan
pasir
dalam karung.
''Kami
berharap pemerintah
peduli
terhadap musibah
ini.
Meskipun
ini
terjadi akibat
alam,
tetapi setidaknya
dengan
adanya bantuan,
bisa
meringankan beban
kami
untuk memperbaiki
kerusakan
bangunan,''
harap
Mastra.
Musibah
di
Sangsit tak
jauh
berbeda.
Hujan
deras
ditambah angin
dan
ombak yang besar
menyebabkan
sejumlah
bangunan
semipermanen
milik
warga sekitar
rusak
diterjang ombak,
Jumat
lalu sekitar
pukul 20.00
wita.
Ombak
setinggi 2 meter
itu
menyapu sejumlah
rumah
milik nelayan
di
sekitar Pusat
Pelabuhan
Ikan (PPI)
Desa
Sangsit hingga
hancur.
Bahkan,
dua
perahu sampan (jukung)
milik
nelayan dilaporkan
hilang
karena hanyut.
Salah
seorang
nelayan Putu
Mayun
mengatakan gelombang
pasang
terjadi mulai
sekitar
pukul 19.00 wita
dan
terus membesar
hingga
menerjang rumah
warga.
Padahal,
di
pantai itu
terdapat
pemecah
ombak, tetapi
ternyata
tak
bisa menahan
ombak. (ari)