kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 2 Januari 2006

 Bali


Gelombang
Pasang Terjang Belasan Rumah

Singaraja (Bali Post) -
Air laut di pantai Buleleng naik. Akibatnya belasan rumah rusak. Bahkan, beberapa di antaranya tergerus air laut.

Gelombang pasang di pantai ini telah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Puncaknya terjadi Jumat (30/12) malam. Sekitar pukul 23.00 wita. Ombak besar menerjang belasan rumah di sepanjang pesisir Buleleng, seperti di Dusun Labuhan Aji Desa Temukus Kecamatan Banjar dan Desa Sangsit Kecamatan Sawan.

Di Temukus, ombak pasang tiba-tiba menggulung sejumlah bangunan kamar mandi, dapur dan pelinggih. Tercatat lima rumah yang dihuni 11 KK rusak. Ada juga jukung milik para nelayan hanyut terbawa ombak.

Berdasarkan pantauan Bali Post dan informasi yang dihimpun di lapangan, kelima rumah itu masing-masing milik Ketut Mastra, Putu Suara, Putu Mangku, Ketut Mara dan Mangku Balian. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Ketut Mastra mengatakan kejadian Jumat lalu berlangsung begitu tiba-tiba. Memang sebelumnya ombak cukup besar, tetapi ia dan keluarganya tidak menyangka ombak menerjang begitu keras. Ombak setinggi sekitar 1,5 meter itu seketika menghancurkan bangunan di sekitar pantai. ''Kami hanya melihat, tak bisa berbuat apa-apa,'' ujarnya.

Akibat kejadian itu, warga yang berumah di sepanjang pantai terpaksa tidak tidur, berjaga-jaga terhadap ombak yang diperkirakan masih besar beberapa hari ini. Untuk menjaga kemungkinan kedatangan ombak, mereka memasang penahan ombak darurat seperti batu dan pasir dalam karung.

''Kami berharap pemerintah peduli terhadap musibah ini. Meskipun ini terjadi akibat alam, tetapi setidaknya dengan adanya bantuan, bisa meringankan beban kami untuk memperbaiki kerusakan bangunan,'' harap Mastra.

Musibah di Sangsit tak jauh berbeda. Hujan deras ditambah angin dan ombak yang besar menyebabkan sejumlah bangunan semipermanen milik warga sekitar rusak diterjang ombak, Jumat lalu sekitar pukul 20.00 wita. Ombak setinggi 2 meter itu menyapu sejumlah rumah milik nelayan di sekitar Pusat Pelabuhan Ikan (PPI) Desa Sangsit hingga hancur. Bahkan, dua perahu sampan (jukung) milik nelayan dilaporkan hilang karena hanyut.

Salah seorang nelayan Putu Mayun mengatakan gelombang pasang terjadi mulai sekitar pukul 19.00 wita dan terus membesar hingga menerjang rumah warga. Padahal, di pantai itu terdapat pemecah ombak, tetapi ternyata tak bisa menahan ombak. (ari)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)