Potret
Perkara
di PN Denpasar
Selama 2005 ...
Didominasi
Kasus
Narkoba dan
Perceraian
Denpasar
(Bali Post) -
Selama
tahun 2005,
Pengadilan
Negeri (PN)
Denpasar
telah
menangani ratusan
perkara
pidana maupun
perdata.
Hanya,
sebagian lagi
masih
dalam proses
penyelesaian.
Perkara
yang menonjol
selama
tahun 2005 yakni
kasus
narkoba (pidana)
dan
perceraian (perdata).
Panitera
Muda
Hukum PN Denpasar I
Ketut
Sulendra, S.H. saat
dihubungi
Minggu (1/1)
kemarin
mengakui kasus
narkoba
dan perceraian yang
mendominasi.
Bahkan,
untuk
tahun 2005 lalu
kasus
perceraian mengalami
peningkatan yang
cukup
signifikan.
Sampai
bulan November 2005
jumlah
kasus perceraian yang
masuk
ke PN Denpasar
mencapai 240
kasus.
Pihaknya
tidak
mengetahui mengapa
kasus
perceraian cukup
tinggi.
Bahkan,
pada
Januari dan
Februari 2005 rata-rata
tiap
hari masuk
satu
kasus.
Humas
PN Denpasar I
Wayan
Yasa Abadi, S.H.
juga
mengakui tingginya
kasus
perceraian belakangan
ini.
Yasa
menduga
kasus ini
jumlahnya
jauh
lebih banyak
dari data yang
ada di
PN Denpasar.
Mengingat,
tidak
semua pasangan yang
bercerai
menyelesaikan
proses
hukumnya di PN.
''Alasan
mereka
bercerai kebanyakan
mengaku
sudah tidak
cocok
lagi,'' katanya.
Sementara
itu,
untuk kasus
pidana
selama tahun 2005
didominasi
kasus
narkoba (psikotropika
dan
narkotika).
Sampai
akhir
bulan ini,
jumlah
perkara narkoba yang
masuk
ke PN Denpasar
mencapai 240.
Melihat
jumlah
ini, berarti
kasus
perceraian masih
lebih
tinggi.
Karena
240 perkara
perceraian
itu
belum termasuk
kasus yang
masuk
pada bulan
Desember 2005.
Menurut
Panitera
Muda
Pidana PN Denpasar I
Made Sukarta, S.H.,
tingginya
kasus
narkoba akibat
sejumlah
terdakwanya
juga
berasal dari
warga
Asing, khususnya
Australia.
Dalam
tahun 2005
ini,
warga
Australia yang menjadi
terdakwa
kasus
narkoba yakni
Shcapelle
Liegh Corby, Michelle Leslie
serta
sembilan warga
Australia yang kini
masih
menjalani proses
persidangan.
Selain
kasus
narkoba, perkara
pidana
lainnya yang cukup
tinggi
yakni pencurian,
penggelapan,
penipuan
dan
judi.
Sampai
November 2005 jumlah
perkara
pencurian mencapai
182 kasus.
Sedangkan
perkara
penggelapan jumlahnya
mencapai 53
kasus
dan judi
terdapat 37
kasus.
(kmb12)