Dari Warung Global
Interaktif Bali Post
Keamanan
Bali, Harapan
Pertama
di Tahun 2006
TAHUN
2005 sudah
berlalu
dengan berbagai
peristiwa yang
terjadi
dalam kehidupan
ini,
baik itu
berupa
suatu keberhasilan
atau
kesuksesan dan
tidak
tertinggal, juga
kegagalan.
Berbagai
aspek pun
dalam
skala nasional
dan
daerah banyak yang
tidak
sesuai dengan
harapan
masyarakat sehingga
memasuki 2006
ini
tidak saja
masyarakat
tetapi
juga pemerintah
harus
introspeksi diri
untuk
berbenah.
Semisal
di
sektor keamanan
sebagai
fondasi ekonomi,
karena
dengan ekonomi yang
stabil
khususnya di
Bali yang
bertopang
pada
sektor pariwisata,
nantinya
bisa
mengembalikan Bali yang BALI (bersih,
aman,
lestari, indah).
Yang pertama
diharapkan
tentu
di sektor
pariwisata
yakni
keamanan, karena
di
mana-mana kalau
tidak
aman maka
tidak
nyaman. Kalau
tidak
kondusif maka
orang
akan
malas
berkunjung.
Sementara
di Bali
ini masih
ada
celah-celah, terutama
di
pintu-pintu masuk
Bali.
Karena Bali
pintu
surga dunia yang
merupakan
tujuan
turis mancanegara,
kalau
keamanan dinomor-empatkan
maka
akan
terjadi something.
Berikut
berbagai opini yang
muncul
dalam acara
Warung Global
di Radio Global FM 96,5,
Sabtu (31/12), yang
dipancarluaskan
oleh Radio
Singaraja FM
dan Radio
Genta Bali.
Berikut
rangkuman
selengkapnya.
------------------------------------
Ledang
Asmara mengatakan
bahwa
harapan demi
harapan
manusia-manusia Indonesia
tinggal diangkut
dengan
truk-truk gede
tidak
akan
cukup.
Tetapi
tidak
berhenti di situ
saja,
kita masih
memiliki
angan-angan
bagaimana
bisa
menghapus mental-mental
aparat agar bersih
dari KKN.
Harapan
kita
bagaimana aparatur
masyarakat
atau PNS agar
benar-benar
merakyat
termasuk
wakil
rakyat agar benar-benar
mengabdi.
Maria di
Sidakarya
mengharapkan
masyarakat
Bali
lebih
meningkatkan kesadaran
akan
kebersihan,
biar
citra Bali buang
sampah
sembarangan dihapuskan
di
tahun 2006.
Secara
nasional
diharapkan agar
korupsi
benar-benar dihapus
karena
semua orang
sudah
sadar bahwa
keterpurukan
bangsa
kita adalah
akibat
korupsi. Kita
bisa
bangkit lagi
kalau
penyakit korupsi
ini
bisa diamputasi.
Sudira
di
Gianyar menginginkan
di
tahun 2006 nanti
lembaga-lembaga
atau
badan-badan yang sering
menggembar-gemborkan
masalah
hukum, korupsi, agar
betul-betul
menindaklanjuti
dan
jangan sekadar
mencari
polularitas nama yang
pada
akhirnya akan
ikut
bertarung merebut
jabatan
politik.
Bagi
Aji
Binong di
Mengwi,
harapan hanya
tinggal
harapan biasanya,
karena
kadang-kadang hanya
retorika,
di mana
banyak
harapan kita,
tetapi
tidak kunjung
terkabulkan.
Misalnya, UU Guru
dan
Dosen sudah
diundangkan
sehingga
di
tahun 2006 tantangan
bagi
pemerintah untuk
memenuhi
segala
aspek dan
isi UU
tersebut.
Jangan
sampai
nanti setelah
dibuat,
implementasinya tidak
ada.
Mengenai
ekonomi
bahwa sektor
ekonomi
tidak bisa
diandalkan,
serta
mengenai makanan-makanan
ringan yang
berformalin
akan
sangat
berpengaruh pada
pengusaha-pengusaha
kecil.
Berkenaan
dengan
itu pemerintah agar
bertindak.
Yadnya
di
Karangasem berharap
kepada
semua masyarakat
Hindu khususnya,
mulai
tahun 2006 marilah
bersama-sama
introspeksi
diri
dan jangan
mengesampingkan
kita
sesama orang Hindu
walaupun
dari
mana.
Kita adalah
orang Hindu yang
cinta
damai dan
tidak
sendiri-sendiri berjuang
tetapi
sama-sama orang
Hindu.
Gung Rai
di
Denpasar mengingatkan
agar tidak
muluk-muluk,
hanya
diharapkan perekonomian
ke
depan lebih
baik
sehingga pemerintah
diharapkan
benar-benar
memperhatikan
perekonomian,
hukum,
karena selama
ini
tersendat-sendat dalam
arti
penegakan hukum
tidak
benar-benar disertai
keberanian.
Diharapkan
di
tahun 2006 ini
hukum
diamandemen dalam
arti
ada pembuktian
terbalik.
Selama
masih berlaku
praduga
tidak bersalah
maka
sampai kapan pun
tidak
akan
terbukti.
Demikian
juga
mengenai rencana
pengangkatan PNS
diharapkan
kepada
bupati, gubernur agar
benar-benar
transparan
dengan
menunjukkan nilainya,
jangan main
belakang.
Karena
selama
ini banyak yang
di
belakang meja
dengan
menyogok.
Putu
Tarmini
di Banjar
Singaraja
mengharapkan
kepada
anggota dewan yang
di atas
agar mendengarkan
suara-suara
rakyat,
serta pemerintah
juga
memperhatikan keluh
kesah
rakyat.
Menurut
Mahayadi
di
Tabanan, yang pertama
diharapkannya
tentu
di sektor
pariwisata
yakni
keamanan, karena
di
mana-mana kalau
tidak
aman maka
tidak
nyaman. Kalau
tidak
kondusif maka
orang
akan
malas
berkunjung. Sementara
di Bali
ini masih
ada
celah-celah karena
Bali pintu
surga
dunia yang merupakan
tujuan
turis mancanegara
ke Bali
kalau misalkan
keamanan
dinomor-empatkan
maka
akan
terjadi something.
Terutama
di
pintu-pintu masuk
Bali.
Kedua,
jangan
mengesampingkan nilai-nilai
budaya
Bali.
Made Patuh
di
Padangsambian mengharapkan
agar di
tahun yang baru
ada
perubahan yang lebih
baik
dengan Bali yang tetap
BALI (bersih,
aman,
lestari,
indah).
Untuk
menciptakan
itu
perlu keamanan,
kepada
pemerintah atau
instansi
terkait agar
teroris
segera dieksekusi.
Jero
Wijaya
di Bangli
mengharapkan
semoga
di tahun 2006
banyak
terjadi revolusi
pemikiran
manusia
karena banyak
saya
lihat mayoritas
manusia
antara pengakuan
dan
kenyataan tidak
sesuai.
Sehingga
diharapkan
di
tahun 2006 bagaimana
manusia
apa yang
dia
lakukan itu yang
dikatakan.
Gus Aji
di Dalung
Permai
menginginkan agar keamanan
ditingkatkan.
Kalau
tidak aman
di Bali
maka apa
pun yang dilakukan
maka
tidak akan
tenang.
Putu
Suarjana
di
Singaraja mengatakan,
untuk
tahun 2006 lebih
banyak
pada introspeksi
apa yang
sudah
kita buat
dan
kita lakukan
di
tahun 2005 karena
sebagai
manusia banyak yang
kurang
dalam diri
kita
masing-masing.
Demikian
juga
pemerintah harus
lebih
banyak introspeksi
terhadap
roda
pemerintahan yang sudah
dijalankan
karena
banyak hal
atau
kasus di
tahun 2005 yang
bisa
dipetik hikmahnya
untuk
dijadikan pelajaran
di
tahun 2006.
Misalnya
bencana
alam, penyakit
seperti flu
burung, HIV/AIDS,
demam
berdarah, dan
gejala-gejala
sosial
lainnya.
Harapannya,
di
tahun 2006
Indonesia lebih
bangkit
dari keterpurukan.
*
panca