kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 2 Januari 2006

 Bali


Dari Warung Global Interaktif Bali Post

Keamanan
Bali, Harapan Pertama di Tahun 2006

TAHUN 2005 sudah berlalu dengan berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini, baik itu berupa suatu keberhasilan atau kesuksesan dan tidak tertinggal, juga kegagalan. Berbagai aspek pun dalam skala nasional dan daerah banyak yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat sehingga memasuki 2006 ini tidak saja masyarakat tetapi juga pemerintah harus introspeksi diri untuk berbenah. Semisal di sektor keamanan sebagai fondasi ekonomi, karena dengan ekonomi yang stabil khususnya di Bali yang bertopang pada sektor pariwisata, nantinya bisa mengembalikan Bali yang BALI (bersih, aman, lestari, indah). Yang pertama diharapkan tentu di sektor pariwisata yakni keamanan, karena di mana-mana kalau tidak aman maka tidak nyaman. Kalau tidak kondusif maka orang akan malas berkunjung. Sementara di Bali ini masih ada celah-celah, terutama di pintu-pintu masuk Bali. Karena Bali pintu surga dunia yang merupakan tujuan turis mancanegara, kalau keamanan dinomor-empatkan maka akan terjadi something. Berikut berbagai opini yang muncul dalam acara Warung Global di Radio Global FM 96,5, Sabtu (31/12), yang dipancarluaskan oleh Radio Singaraja FM dan Radio Genta Bali. Berikut rangkuman selengkapnya.

 

------------------------------------

Ledang Asmara mengatakan bahwa harapan demi harapan manusia-manusia Indonesia tinggal diangkut dengan truk-truk gede tidak akan cukup. Tetapi tidak berhenti di situ saja, kita masih memiliki angan-angan bagaimana bisa menghapus mental-mental aparat agar bersih dari KKN. Harapan kita bagaimana aparatur masyarakat atau PNS agar benar-benar merakyat termasuk wakil rakyat agar benar-benar mengabdi.

Maria di Sidakarya mengharapkan masyarakat Bali lebih meningkatkan kesadaran akan kebersihan, biar citra Bali buang sampah sembarangan dihapuskan di tahun 2006. Secara nasional diharapkan agar korupsi benar-benar dihapus karena semua orang sudah sadar bahwa keterpurukan bangsa kita adalah akibat korupsi. Kita bisa bangkit lagi kalau penyakit korupsi ini bisa diamputasi.

Sudira di Gianyar menginginkan di tahun 2006 nanti lembaga-lembaga atau badan-badan yang sering menggembar-gemborkan masalah hukum, korupsi, agar betul-betul menindaklanjuti dan jangan sekadar mencari polularitas nama yang pada akhirnya akan ikut bertarung merebut jabatan politik.

Bagi Aji Binong di Mengwi, harapan hanya tinggal harapan biasanya, karena kadang-kadang hanya retorika, di mana banyak harapan kita, tetapi tidak kunjung terkabulkan. Misalnya, UU Guru dan Dosen sudah diundangkan sehingga di tahun 2006 tantangan bagi pemerintah untuk memenuhi segala aspek dan isi UU tersebut. Jangan sampai nanti setelah dibuat, implementasinya tidak ada. Mengenai ekonomi bahwa sektor ekonomi tidak bisa diandalkan, serta mengenai makanan-makanan ringan yang berformalin akan sangat berpengaruh pada pengusaha-pengusaha kecil. Berkenaan dengan itu pemerintah agar bertindak.

Yadnya di Karangasem berharap kepada semua masyarakat Hindu khususnya, mulai tahun 2006 marilah bersama-sama introspeksi diri dan jangan mengesampingkan kita sesama orang Hindu walaupun dari mana. Kita adalah orang Hindu yang cinta damai dan tidak sendiri-sendiri berjuang tetapi sama-sama orang Hindu.

Gung Rai di Denpasar mengingatkan agar tidak muluk-muluk, hanya diharapkan perekonomian ke depan lebih baik sehingga pemerintah diharapkan benar-benar memperhatikan perekonomian, hukum, karena selama ini tersendat-sendat dalam arti penegakan hukum tidak benar-benar disertai keberanian. Diharapkan di tahun 2006 ini hukum diamandemen dalam arti ada pembuktian terbalik. Selama masih berlaku praduga tidak bersalah maka sampai kapan pun tidak akan terbukti. Demikian juga mengenai rencana pengangkatan PNS diharapkan kepada bupati, gubernur agar benar-benar transparan dengan menunjukkan nilainya, jangan main belakang. Karena selama ini banyak yang di belakang meja dengan menyogok.

Putu Tarmini di Banjar Singaraja mengharapkan kepada anggota dewan yang di atas agar mendengarkan suara-suara rakyat, serta pemerintah juga memperhatikan keluh kesah rakyat.

Menurut Mahayadi di Tabanan, yang pertama diharapkannya tentu di sektor pariwisata yakni keamanan, karena di mana-mana kalau tidak aman maka tidak nyaman. Kalau tidak kondusif maka orang akan malas berkunjung. Sementara di Bali ini masih ada celah-celah karena Bali pintu surga dunia yang merupakan tujuan turis mancanegara ke Bali kalau misalkan keamanan dinomor-empatkan maka akan terjadi something. Terutama di pintu-pintu masuk Bali. Kedua, jangan mengesampingkan nilai-nilai budaya Bali.

Made Patuh di Padangsambian mengharapkan agar di tahun yang baru ada perubahan yang lebih baik dengan Bali yang tetap BALI (bersih, aman, lestari, indah). Untuk menciptakan itu perlu keamanan, kepada pemerintah atau instansi terkait agar teroris segera dieksekusi.

Jero Wijaya di Bangli mengharapkan semoga di tahun 2006 banyak terjadi revolusi pemikiran manusia karena banyak saya lihat mayoritas manusia antara pengakuan dan kenyataan tidak sesuai. Sehingga diharapkan di tahun 2006 bagaimana manusia apa yang dia lakukan itu yang dikatakan.

Gus Aji di Dalung Permai menginginkan agar keamanan ditingkatkan. Kalau tidak aman di Bali maka apa pun yang dilakukan maka tidak akan tenang.

Putu Suarjana di Singaraja mengatakan, untuk tahun 2006 lebih banyak pada introspeksi apa yang sudah kita buat dan kita lakukan di tahun 2005 karena sebagai manusia banyak yang kurang dalam diri kita masing-masing. Demikian juga pemerintah harus lebih banyak introspeksi terhadap roda pemerintahan yang sudah dijalankan karena banyak hal atau kasus di tahun 2005 yang bisa dipetik hikmahnya untuk dijadikan pelajaran di tahun 2006. Misalnya bencana alam, penyakit seperti flu burung, HIV/AIDS, demam berdarah, dan gejala-gejala sosial lainnya. Harapannya, di tahun 2006 Indonesia lebih bangkit dari keterpurukan.

* panca

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)