Ciptakan
Warga Bali yang
Cerdas----
PT dan
Pemda harus
Bergandengan
Tangan
PERUBAHAN
status IKIPN Singaraja
menjadi
universitas ini
tampaknya
akan
melapangkan jalan
menuju
cita-cita besar
untuk
menjelmakan Singaraja
sebagai Kota
Pendidikan.
Apalagi
dua sekolah
menengah -- SMAN 1
dan SMPN 1
Singaraja --
sudah
dirintis untuk
jadi
sekolah berstandar
internasional.
Maka
tidak heran
jika
perubahan itu
mendapat
dukungan
penuh
dari Pemkab
Buleleng.
Selain
sebagai ikon
pendidikan
terpenting
di
Buleleng untuk
menciptakan
Singaraja
sebagai Kota
Pendidikan,
perguruan
tinggi (PT)
itu
nantinya juga
akan
selalu bergandengan
tangan,
terutama dalam
bidang
penelitian dan
pengabdian
masyarakat.
Wakil
Bupati
Buleleng Gede
Wardana yang
juga
seorang dosen
di
Universitas Udayana
menyatakan
sambutannya yang
luar
biasa terhadap
perkembangan
lembaga
pendidikan tersebut.
Bagi
Wardana, hadirnya
universitas yang
lengka
di Buleleng
akan
memberikan kontribusi
yang besar
terhadap
pembangunan
di
wilayah Bali Utara
itu. ''Selama
ini pun
kerja sama IKIPN
dengan
pemkab sudah
berjalan
dengan
baik. Karena
untuk
menciptakan warga
Bali yang cerdas,
pemerintah
daerah
dan perguruan
tinggi
memang harus
bergandengan
tangan,''
Wardana.
Di
bidang
materi, belum lama
ini
pemkab membantu IKIPN
membangun
gedung
baru dengan
memberi
suntikan dana
sebesar
Rp 700 juta.
Di
bidang pengembangan
pendidikan
dan
sumber daya
manusia,
pemkab
dan IKIPN sudah
melakukan
kerja
sama terpadu.
Bahkan,
dalam rapat-rapat
muspida,
pihak
perguruan tinggi
itu
diundang untuk
ikut
memberikan sumbangan
pemikirannya.
Karena
pejabat di IKIPN
itu tak
ubahnya
sebagai pejabat
muspida plus.
Misalnya
dalam
perekrutan pegawai,
IKIPN dilibatkan
dalam
ujian dan lain-lainnya.
Dalam
hal pembangunan,
IKIPN juga
dijadikan
sebagai
pihak konsultan. ''Apalagi
sekarang
mau
jadi universitas,
tentu
sangat kita
dukung,''
ujarnya.
Bahkan,
Wardana
mengusulkan sejumlah
fakultas
di
Universitas Panji
Sakti yang
notabene
milik
Yayasan Korpri
dan
Institut Hindu Dharma
digabung dalam
program pendidikan
di
Universitas Pendidikan
Ganesha.
Jika
tak bisa
digabung,
antarperguruan
tinggi
itu juga
harus
melakukan kerja
sama yang
baik,
terutama di
bidang
pengajaran. Dengan
begitu
diharapkan Kota Singaraja
akan
makin berkembang
sebagai
kota
yang berbasis
pendidikan.
Kerja
sama
pemerintah daerah
dan
perguruan tinggi,
menurut
Wardana, memang
tak
bisa diabaikan.
Perguruan
tinggi
memiliki tri dharma, yakni
penelitian,
pengajaran
dan
pengabdian masyarakat.
Dalam
bidang penelitian,
Bappeda
Buleleng selalu
melibatkan
pihak
perguruan tinggi
dalam
mengkaji dan
merencanakan
pembangunan.
Lalu
di
bidang pengabdian
masyarakat,
mahasiswa
kerap
melaksanakan program kuliah
kerja
nyata atau
praktik
di lapangan.
Dalam
praktik lapangan
ini
pihak pemerintah
daerah
akan selalu
terlibat
karena
memiliki misi yang
sama
untuk mensejahterakan
masyarakat
melalui
pengembangan pembangunan
fisik
dan mental.
Kerja
sama
itu juga
diakui
Rektor IKIPN Singaraja
Prof. Dr. Nyoman
Dantes.
Menurutnya, selama
ini
pemda sudah
memberikan
kontribusi
di
bidang sarana
dan
prasarana. Kerja
sama
juga dilakukan
dengan
Dinas Pendidikan
dan
Dinas Perdagangan.
Selain
itu, kerja
sama
dengan sekolah-sekolah
menengah
juga
terus dilakukan
dalam
rangka pengembangan
pendidikan
di
Buleleng.
Dantes
berharap
kerja
sama itu
bisa
ditingkatkan. Apalagi
pihak IKIPN
kini
sedang berencana
membangun auditorium yang
nantinya
bukan
hanya dimanfaatkan
oleh
mahasiswa namun
juga
bisa digunakan
oleh
masyarakat sekitarnya.
''Kalau
memang Singaraja
ingin
jadi kota
pendidikan,
harus
mulai dari
perubahan IKIPN
menjadi
universitas ini.
Ini momentum yang
sangat
tepat,'' tandasnya.
(ole)