kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 30 September 2005

 Pendidikan


Ciptakan
Warga Bali yang Cerdas----
PT dan Pemda harus Bergandengan Tangan

PERUBAHAN status IKIPN Singaraja menjadi universitas ini tampaknya akan melapangkan jalan menuju cita-cita besar untuk menjelmakan Singaraja sebagai Kota Pendidikan. Apalagi dua sekolah menengah -- SMAN 1 dan SMPN 1 Singaraja -- sudah dirintis untuk jadi sekolah berstandar internasional. Maka tidak heran jika perubahan itu mendapat dukungan penuh dari Pemkab Buleleng. Selain sebagai ikon pendidikan terpenting di Buleleng untuk menciptakan Singaraja sebagai Kota Pendidikan, perguruan tinggi (PT) itu nantinya juga akan selalu bergandengan tangan, terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

Wakil Bupati Buleleng Gede Wardana yang juga seorang dosen di Universitas Udayana menyatakan sambutannya yang luar biasa terhadap perkembangan lembaga pendidikan tersebut. Bagi Wardana, hadirnya universitas yang lengka di Buleleng akan memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan di wilayah Bali Utara itu. ''Selama ini pun kerja sama IKIPN dengan pemkab sudah berjalan dengan baik. Karena untuk menciptakan warga Bali yang cerdas, pemerintah daerah dan perguruan tinggi memang harus bergandengan tangan,''  Wardana.

Di bidang materi, belum lama ini pemkab membantu IKIPN membangun gedung baru dengan memberi suntikan dana sebesar Rp 700 juta. Di bidang pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia, pemkab dan IKIPN sudah melakukan kerja sama terpadu. Bahkan, dalam rapat-rapat muspida, pihak perguruan tinggi itu diundang untuk ikut memberikan sumbangan pemikirannya. Karena pejabat di IKIPN itu tak ubahnya sebagai pejabat muspida plus.

Misalnya dalam perekrutan pegawai, IKIPN dilibatkan dalam ujian dan lain-lainnya. Dalam hal pembangunan, IKIPN juga dijadikan sebagai pihak konsultan. ''Apalagi sekarang mau jadi universitas, tentu sangat kita dukung,'' ujarnya.

Bahkan, Wardana mengusulkan sejumlah fakultas di Universitas Panji Sakti yang notabene milik Yayasan Korpri dan Institut Hindu Dharma digabung dalam program pendidikan di Universitas Pendidikan Ganesha. Jika tak bisa digabung, antarperguruan tinggi itu juga harus melakukan kerja sama yang baik, terutama di bidang pengajaran. Dengan begitu diharapkan Kota Singaraja akan makin berkembang sebagai kota yang berbasis pendidikan.

Kerja sama pemerintah daerah dan perguruan tinggi, menurut Wardana, memang tak bisa diabaikan. Perguruan tinggi memiliki tri dharma, yakni penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat. Dalam bidang penelitian, Bappeda Buleleng selalu melibatkan pihak perguruan tinggi dalam mengkaji dan merencanakan pembangunan.

Lalu di bidang pengabdian masyarakat, mahasiswa kerap melaksanakan program kuliah kerja nyata atau praktik di lapangan. Dalam praktik lapangan ini pihak pemerintah daerah akan selalu terlibat karena memiliki misi yang sama untuk mensejahterakan masyarakat melalui pengembangan pembangunan fisik dan mental.

Kerja sama itu juga diakui Rektor IKIPN Singaraja Prof. Dr. Nyoman Dantes. Menurutnya, selama ini pemda sudah memberikan kontribusi di bidang sarana dan prasarana. Kerja sama juga dilakukan dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Perdagangan. Selain itu, kerja sama dengan sekolah-sekolah menengah juga terus dilakukan dalam rangka pengembangan pendidikan di Buleleng.

Dantes berharap kerja sama itu bisa ditingkatkan. Apalagi pihak IKIPN kini sedang berencana membangun auditorium yang nantinya bukan hanya dimanfaatkan oleh mahasiswa namun juga bisa digunakan oleh masyarakat sekitarnya. ''Kalau memang Singaraja ingin jadi kota pendidikan, harus mulai dari perubahan IKIPN menjadi universitas ini. Ini momentum yang sangat tepat,'' tandasnya. (ole)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)