kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 30 September 2005

 Nusantara


Antre BBM Lebih Marak daripada Demo

Jakarta (Bali Post) -
Demonstrasi yang dirancang besar-besaran di Istana Merdeka memang terjadi Kamis (29/9) kemarin. Namun, demo kali ini tidak melibatkan massa hingga belasan ribu. Bahkan terkesan, antrean BBM di sejumlah SPBU berlangsung lebih ''semarak''. 

Sejak pagi pukul 08.00 WIB,  aparat kepolisian telah mempersiapkan pengamanan secara ketat. Pengamanan dilakukan berlapis, mulai barisan Polwan hingga pasukan pengaman antihuru-hara lengkap dengan alat antihuru-hara, water canon, motor, dan mobil taktis. 

Kepolisian membuat barikade di seluruh lingkungan Istana. Sebab, di sinilah sasaran utama demo. Massa Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) benar-benar datang dengan berbagai kendaraan, mulai bus, angkutan kota, dari berbagai daerah di sekitar Jakarta.  

Massa mahasiswa juga membludak dari berbagai kampus se-Jabotabek. ''Tolak SBY-JK,'' demikian ribuan stiker disebar ke masyarakat. Demonstrasi kali ini diikuti sekitar dua ribu massa dari berbagai elemen.  Di Istana, selain dilakukan orasi, massa juga melakukan happening art. Teatrikal itu bermakna bahwa kenaikan harga BBM telah mencekik rakyat kecil. Beban rakyat kecil semakin tinggi. Dampak terhadap buruh juga makin berat. Mereka dibayangi PHK massal. Usaha kecil juga terancam gulung tikar.  

Terjadi penutupan di Jalan Veteran dan Medan Merdeka Utara. Sejumlah arus yang menuju Istana juga dialihkan. ''Kami memang menghindari bentrok dan tidak akan rusuh. Kami  hanya menolak kenaikan harga BBM,'' tegas Ketua ARM Jumhur Hidayat.  

Aksi demo kali ini tidak banyak mendapatkan perhatian publik Jakarta.  Seruan mogok nasional juga tidak mendapat sambutan massif. Di jalan-jalan protokol justru tampak lengang, seperti di Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, dan Jalan Gatot Subroto. Kendaraan roda dua dan empat tidak menyalakan lampu-seperti seruan sebelumnya. 

Kemacetan justru tampak di  jalan-jalan nonutama, khususnya di dekat SPBU.  Sepanjang pagi hingga sore kemarin, Jakarta justru disibukkan oleh aktivitas antre BBM. Warga Jakarta sibuk mendatangi SPBU-SPBU  untuk mengisi kendaraan bermotornya.   

Selama pantauan Bali Post di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta  Barat, antrean BBM hingga  2-3 kilometer.  SPBU milik Taufiq Kiemas di Jalan Pejompongan juga tampak padat dan panjang. Dua mobil patroli polisi mengamankan jalannya pengisian BBM ini. Hampir di seluruh SPBU yang dipadati masyarakat, polisi  tampak bersiaga. 

Sementara itu, Gegana sempat menyisir gedung Mahkamah Agung. Diisukan gedung itu diancam bom pada saat demo sedang berlangsung di Istana. Gedung MA dan Istana memang berdekatan. Setelah disisir tim Gegana Polda Metro Jaya, tidak ditemukan bom atau sejeninsnya. ''Itu hanya isu,'' kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Sukrawardi Dahlan. (kmb7)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)