Antre BBM Lebih Marak daripada Demo
Jakarta (Bali Post) -
Demonstrasi yang dirancang besar-besaran di Istana
Merdeka memang terjadi Kamis (29/9) kemarin. Namun, demo
kali ini tidak melibatkan massa hingga belasan ribu.
Bahkan terkesan, antrean BBM di sejumlah SPBU
berlangsung lebih ''semarak''.
Sejak pagi pukul 08.00 WIB, aparat kepolisian
telah mempersiapkan pengamanan secara ketat. Pengamanan
dilakukan berlapis, mulai barisan Polwan hingga pasukan
pengaman antihuru-hara lengkap dengan alat antihuru-hara,
water canon, motor, dan mobil taktis.
Kepolisian membuat barikade di seluruh lingkungan Istana.
Sebab, di sinilah sasaran utama demo. Massa Aliansi
Rakyat Menggugat (ARM) benar-benar datang dengan
berbagai kendaraan, mulai bus, angkutan kota, dari
berbagai daerah di sekitar Jakarta.
Massa mahasiswa juga membludak dari berbagai kampus se-Jabotabek.
''Tolak SBY-JK,'' demikian ribuan stiker disebar ke
masyarakat. Demonstrasi kali ini diikuti sekitar dua
ribu massa dari berbagai elemen. Di Istana, selain
dilakukan orasi, massa juga melakukan happening art.
Teatrikal itu bermakna bahwa kenaikan harga BBM telah
mencekik rakyat kecil. Beban rakyat kecil semakin tinggi.
Dampak terhadap buruh juga makin berat. Mereka dibayangi
PHK massal. Usaha kecil juga terancam gulung tikar.
Terjadi penutupan di Jalan Veteran dan Medan Merdeka
Utara. Sejumlah arus yang menuju Istana juga dialihkan.
''Kami memang menghindari bentrok dan tidak akan rusuh.
Kami hanya menolak kenaikan harga BBM,'' tegas
Ketua ARM Jumhur Hidayat.
Aksi demo kali ini tidak banyak mendapatkan perhatian
publik Jakarta. Seruan mogok nasional juga tidak
mendapat sambutan massif. Di jalan-jalan protokol justru
tampak lengang, seperti di Jalan MH Thamrin, Jalan
Sudirman, dan Jalan Gatot Subroto. Kendaraan roda dua
dan empat tidak menyalakan lampu-seperti seruan
sebelumnya.
Kemacetan justru tampak di jalan-jalan nonutama,
khususnya di dekat SPBU. Sepanjang pagi hingga
sore kemarin, Jakarta justru disibukkan oleh aktivitas
antre BBM. Warga Jakarta sibuk mendatangi SPBU-SPBU
untuk mengisi kendaraan bermotornya.
Selama pantauan Bali Post di Jakarta Selatan, Jakarta
Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat, antrean
BBM hingga 2-3 kilometer. SPBU milik Taufiq
Kiemas di Jalan Pejompongan juga tampak padat dan
panjang. Dua mobil patroli polisi mengamankan jalannya
pengisian BBM ini. Hampir di seluruh SPBU yang dipadati
masyarakat, polisi tampak bersiaga.
Sementara itu, Gegana sempat menyisir gedung Mahkamah
Agung. Diisukan gedung itu diancam bom pada saat demo
sedang berlangsung di Istana. Gedung MA dan Istana
memang berdekatan. Setelah disisir tim Gegana Polda
Metro Jaya, tidak ditemukan bom atau sejeninsnya. ''Itu
hanya isu,'' kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes
Sukrawardi Dahlan. (kmb7)