Sekretariat Dirusak --
Ketua PKPB Babak Belur Dihajar Massa
Singaraja (Bali Post) -
Buleleng
kembali bergolak. Seratusan orang menyerbu Sekretariat
Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Buleleng, Kamis (29/9)
kemarin sekitar pukul 09.30 wita. Aksi massa itu
menyebabkan hancurnya kantor PKPB. Bahkan, Ketua PKPB
Buleleng I Gede Sucaya babak belur dihajar massa. Kini
ia dirawat di RS Sanglah karena sejumlah luka dan
kakinya patah.
Kejadian kemarin berlangsung begitu cepat, hanya sekitar
10 menit. Massa datang dengan enam mobil pick up membawa
berbagai peralatan seperti kayu, besi, ketapel dan
sebagainya. Mereka langsung menggempur kantor
Sekretariat PKPB. Padahal, rencananya hari itu akan
diadakan peresmian gedung sekaligus pengukuhan pengurus
baru. Namun, acara tersebut berubah jadi malapetaka. Tak
ayal kejadian itu membuat panik warga, orangtua dan
murid TK Trisula yang terletak persis di depan
Sekretariat PKPB.
Aksi tersebut mengakibatkan kaca sekretariat pecah,
seisi ruangan hancur, pelang sekretariat yang masih
terbungkus kain hijau dicabut dan dibawa massa. Tak puas
hanya merusak gedung, mereka juga menjadikan Sucaya
bulan-bulanan. Sebelumnya Sucaya sempat hendak melarikan
diri dengan meloncati tembok. Tetapi, dia terpeleset dan
jatuh. Kesempatan itu segera dimanfaatkan massa dengan
memukuli badan dan wajah Sucaya bertubi-tubi hingga
bersimbah darah. Bahkan, massa sempat hendak memukulkan
batu ke kepala Sucaya. Untung petugas kepolisian sigap
mencegah perbuatan tersebut. Tak hanya itu, massa juga
menghancurkan mobil Feroza merah hati DK 723 JV milik
Sucaya dan sebuah sepeda motor Supra hitam DK 3821 VM.
Oleh karena tindakan penganiayaan tersebut, Sucaya
mengalami luka parah dan segera dilarikan ke Rumah Sakit
Angkatan Darat (RSAD) Singaraja. ''Korban mengalami luka
robek di kepala dengan panjang 7 x 3 x 2 cm, luka di
atas alis sepanjang 2 cm, luka lecet tangan kanan dan
kaki kanan, luka robek di jari kanan, patah tulang ibu
jari kiri dan patah tulang kering kaki kanan,'' jelas
dr. Dewa Putu Subagia yang menangani Sucaya. Karena luka
yang diderita cukup parah, korban lalu dibawa ke RS
Sanglah, Denpasar untuk ditangani lebih lanjut.
Usai melancarkan aksinya di Sekretariat PKPB, massa
lanjut menuju rumah Sucaya di Jalan Srikandi, Desa
Sambangan. Tetapi, petugas Polres Buleleng yang
berjaga-jaga di sana sudah memblokir jalan dan berhasil
menghalau massa.
Kapolres Buleleng AKBP I Wayan Sukawinaya mengatakan
pihaknya belum menahan orang-orang yang terlibat dalam
aksi tersebut. ''Karena peristiwa itu sangat lekat
nuansa politisnya, yang dirusak bukan fasilitas umum
tetapi milik partai, kami tidak bisa masuk ke masalah
itu. Kami menunggu laporan dari pihak PKPB. Tetapi,
kasus ini akan tetap kami tindak lanjuti,'' tandasnya.
Segera Tangkap
Ketua DPD PKPB Bali Nyoman Purwa Arsana, S.T. sangat
menyesalkan perusakan itu. ''Mestinya sesama kader PKPB
berupaya membesarkan partai, bukan sebaliknya,'' katanya.
Lebih-lebih sebelum perusakan kantor tersebut, pihak DPD
PKPB telah bersurat ke Kapolres Buleleng untuk minta
pengamanan peresmian Sekretariat PKPB Buleleng. Dengan
adanya kejadian ini, ia mengharapkan kepolisian
bertindak tegas dengan menangkap pelaku yang terlibat
dalam pengeroyokan dan pelemparan sekretariat partai. ''Kalau
terbukti ada kader PKPB yang terlibat sebagai pelaku,
kami akan mengambil langkah tegas termasuk kemungkinan
pemecatan,'' tegasnya.
Dari informasi yang dihimpun setelah menjenguk ke RS
Sanglah, massa membawa pedang dan kayu usuk untuk
melakukan perusakan atas kantor sekretariat yang
rencananya diresmikan Kamis kemarin. Sayang, belum
sempat peresmian dilakukan, perusakan itu terjadi.
Sore kemarin Sucaya yang juga anggota Fraksi PKBB DPRD
Buleleng itu dijenguk oleh Wakil Bupati Buleleng Wardana.
Hingga semalam, Sucaya masih dirawat di ruangan MS RS
Sanglah. (ari/ole/sua/san)