kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 30 September 2005

 Bali


Sekretariat Dirusak --

Ketua PKPB Babak Belur Dihajar Massa
 

Singaraja (Bali Post) -
Buleleng kembali bergolak. Seratusan orang menyerbu Sekretariat Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Buleleng, Kamis (29/9) kemarin sekitar pukul 09.30 wita. Aksi massa itu menyebabkan hancurnya kantor PKPB. Bahkan, Ketua PKPB Buleleng I Gede Sucaya babak belur dihajar massa. Kini ia dirawat di RS Sanglah karena sejumlah luka dan kakinya patah.

Kejadian kemarin berlangsung begitu cepat, hanya sekitar 10 menit. Massa datang dengan enam mobil pick up membawa berbagai peralatan seperti kayu, besi, ketapel dan sebagainya. Mereka langsung menggempur kantor Sekretariat PKPB. Padahal, rencananya hari itu akan diadakan peresmian gedung sekaligus pengukuhan pengurus baru. Namun, acara tersebut berubah jadi malapetaka. Tak ayal kejadian itu membuat panik warga, orangtua dan murid TK Trisula yang terletak persis di depan Sekretariat PKPB.

Aksi tersebut mengakibatkan kaca sekretariat pecah, seisi ruangan hancur, pelang sekretariat yang masih terbungkus kain hijau dicabut dan dibawa massa. Tak puas hanya merusak gedung, mereka juga menjadikan Sucaya bulan-bulanan. Sebelumnya Sucaya sempat hendak melarikan diri dengan meloncati tembok. Tetapi, dia terpeleset dan jatuh. Kesempatan itu segera dimanfaatkan massa dengan memukuli badan dan wajah Sucaya bertubi-tubi hingga bersimbah darah. Bahkan, massa sempat hendak memukulkan batu ke kepala Sucaya. Untung petugas kepolisian sigap mencegah perbuatan tersebut. Tak hanya itu, massa juga menghancurkan mobil Feroza merah hati DK 723 JV milik Sucaya dan sebuah sepeda motor Supra hitam DK 3821 VM.

Oleh karena tindakan penganiayaan tersebut, Sucaya mengalami luka parah dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Singaraja. ''Korban mengalami luka robek di kepala dengan panjang 7 x 3 x 2 cm, luka di atas alis sepanjang 2 cm, luka lecet tangan kanan dan kaki kanan, luka robek di jari kanan, patah tulang ibu jari kiri dan patah tulang kering kaki kanan,'' jelas dr. Dewa Putu Subagia yang menangani Sucaya. Karena luka yang diderita cukup parah, korban lalu dibawa ke RS Sanglah, Denpasar untuk ditangani lebih lanjut.

Usai melancarkan aksinya di Sekretariat PKPB, massa lanjut menuju rumah Sucaya di Jalan Srikandi, Desa Sambangan. Tetapi, petugas Polres Buleleng yang berjaga-jaga di sana sudah memblokir jalan dan berhasil menghalau massa.

Kapolres Buleleng AKBP I Wayan Sukawinaya mengatakan pihaknya belum menahan orang-orang yang terlibat dalam aksi tersebut. ''Karena peristiwa itu sangat lekat nuansa politisnya, yang dirusak bukan fasilitas umum tetapi milik partai, kami tidak bisa masuk ke masalah itu. Kami menunggu laporan dari pihak PKPB. Tetapi, kasus ini akan tetap kami tindak lanjuti,'' tandasnya. 

Segera Tangkap 

Ketua DPD PKPB Bali Nyoman Purwa Arsana, S.T. sangat menyesalkan perusakan itu. ''Mestinya sesama kader PKPB berupaya membesarkan partai, bukan sebaliknya,'' katanya.

Lebih-lebih sebelum perusakan kantor tersebut, pihak DPD PKPB telah bersurat ke Kapolres Buleleng untuk minta pengamanan peresmian Sekretariat PKPB Buleleng. Dengan adanya kejadian ini, ia mengharapkan kepolisian bertindak tegas dengan menangkap pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan dan pelemparan sekretariat partai. ''Kalau terbukti ada kader PKPB yang terlibat sebagai pelaku, kami akan mengambil langkah tegas termasuk kemungkinan pemecatan,'' tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun setelah menjenguk ke RS Sanglah, massa membawa pedang dan kayu usuk untuk melakukan perusakan atas kantor sekretariat yang rencananya diresmikan Kamis kemarin. Sayang, belum sempat peresmian dilakukan, perusakan itu terjadi.

Sore kemarin Sucaya yang juga anggota Fraksi PKBB DPRD Buleleng itu dijenguk oleh Wakil Bupati Buleleng Wardana. Hingga semalam, Sucaya masih dirawat di ruangan MS RS Sanglah. (ari/ole/sua/san)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)