kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 29 September 2005

 Politik

 

''Yang jelas hati kami bersama rakyat. Saya sedih, kadang-kadang mata saya bengkak, kuyu, lelah, meskipun hati saya tidak bengkak, kuyu dan lelah. Bagaimana menciptakan subsidi ini sampai kepada rakyat, tidak melenceng ke sana, tidak melenceng ke sini, tepat. Kami berpikir siang dan malam.''

Silakan Demo

Jakarta (Bali Post) -     
Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono memahami banyaknya protes dan aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM. Aksi demo itu tidak dilarang asalkan digelar secara tertib, tidak anarkis dan tidak mengganggu ketertiban umum.

''Silakan masyarakat unjuk rasa, mahasiswa turun ke jalan. Protes gerakan moral itu kita pahami dengan harapan jangan ada yang mengganggu keamanan dan ketertiban,'' tegas Presiden saat bertemu Forum Rektor Indonesia (FRI), Rabu (28/9) kemarin. 

Jika aksi protes menentang kenaikan BBM itu dilakukan dengan cara anarkis, kondisinya akan lebih buruk lagi bagi negara. Bahkan, rakyat akan lebih susah lagi hidupnya. ''Maksud saya tertib, peaceful, mengikuti undang-undang yang berlaku, jadi enak. Kepolisian juga menjalankan tugasnya. Silakan unjuk rasa, sampaikan sesuatu, silakan gelar spanduk, tertib, tidak harus bakar-bakar, duduki ini itu, rusak ini itu,'' papar Presiden. 

Dijelaskannya, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM pada 1 Oktober bukan merupakan keputusan yang mudah. Meskipun secara ekonomi bisa dimengerti logikanya, tetapi persoalan rakyat, implementasi subsidi, serta persoalan dampaknya tidak selalu bisa dihitung secara matematis. 

''Saya sadar, apa pun policy akan menimbulkan pro dan kontra. Saya tahu di DPR dari 10 fraksi, 8 setuju, 1 tidak setuju, 1 abstain. Saya hormati itu. Langkah pemerintah menaikkan harga BBM dilakukan dengan konsultasi DPR,'' ungkapnya. Pihaknya juga mengerti terhadap pernyataan para pengamat ekonomi, tokoh politik nasional yang tidak setuju dengan kenaikan BBM. 

''Saya hormati. Please, jelaskan kepada rakyat mengapa tidak setuju, itu namanya pendidikan politik yang baik, juga ada baiknya ada alternatif maupun solusi yang ditawarkan,'' jelasnya dengan serius.  

Presiden juga mengakui ada kelemahan-kelamahan dalam penyaluran subsidi langsung kepada masyarakat miskin. Meski demikian, hal itu harus tetap dilakukan supaya beban masyarakat miskin yang terkena dampak kenaikan harga BBM dapat berkurang. ''Yang jelas hati kami bersama rakyat. Saya sedih, kadang-kadang mata saya bengkak, kuyu, lelah, meskipun hati saya tidak bengkak, kuyu dan lelah, karena bagaimana menciptakan subsidi ini sampai kepada rakyat, tidak melenceng ke sana, tidak melenceng ke sini, tepat. Kami berpikir siang dan malam,'' tambahnya. 

Staf Khusus 

Dalam kesempatan itu, Presiden juga memanggil para staf khususnya untuk rapat menjelang kenaikan harga BBM. Mereka ituSjahrir, Heru Lelono dan Sardan Marbun. ''Dalam rapat itu ada dua masalah yang dibahas, yakni kelangkaan BBM dan pemberian dana subsidi langsung tunai (cash transfer) kepada masyarakat miskin,'' jelas Sjahrir

Dijelaskannya, Presiden mengantisipasi bagaimana cash transfer dipersiapkan untuk memastikan dana kompensasi bisa berlangsung dengan baik, tidak ada kebocoran bahkan penyaluran tepat sasaran. ''Soal kelangkaan BBM, hal ini terjadi tindakan penimbunan oleh pihak tertentu disebabkan manusia memang memiliki motif ekonomi, sehingga menimbun dan sebagainya,'' katanya. (034)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)