Belum
Didata
Peroleh Dana
Kompensasi BBM---
Ratusan
Warga
Miskin Demo
Lurah
Ampenan
Utara
Mataram
(Suara NTB)-
Lebih
dari 100
warga
miskin
di
dua lingkungan
di
Kelurahan Ampenan
Utara,
Ampenan, Kota
Mataram,
Rabu (28/9)
kemarin
menggelar
aksi demo
ke
Kantor Lurah
setempat.
Warga
memprotes
kebijakan
Lurah
Ampenan
Utara
karena
belum
mendata
warga
miskin yang
berhak
memperoleh
dana
kompensasi BBM yang
mulai
dikucurkan 1
Oktober 2005
mendatang.
Ratusan
warga yang
sebagian
besar
ibu
rumah tangga
dan
laki-laki lanjut
usia,
tiba
di
Kantor Lurah
Ampenan
Utara
sekitar
pukul 09.30
wita.
Sambil
membawa
sejumlah poster
dengan
beragam
tulisan
berisi
kecaman
terhadap
kinerja
Lurah
Ampenan
Utara Drs.
Khalid,
warga
mendesak agar
mereka yang
tergolong
miskin
segera
didata
untuk
memperoleh
dana
kompensasi
tersebut.
''Di
Kelurahan
Ampenan
Utara
ada
beberapa lingkungan.
Yang belum
didata
warga
miskinnya
hanya
di
Lingkungan Pondok
Prasi
dan
Lingkungan Otak
Desa.
Kami
tidak
tahu
kenapa
pihak
kelurahan
tidak
mendata
kami yang
harus
mendapat
bantuan
pemerintah,''
tanya
Janiah,
ibu lima
orang
anak
warga
Lingkungan
Pondok
Prasi.
Janiah
mendengar
di
beberapa lingkungan
lainnya
di
Kelurahan Ampenan
Utara,
penerima
bantuan
pemerintah--kompensasi
BBM-- sudah
didata.
''Kenapa
kami
tidak
didata.
Ada
apa
ini?''
tanyanya
curiga.
Janiah
yang suaminya
tidak
memiliki
pekerjaan
tetap
itu,
merasa
sangat
berhak
mendapat
dana
kompensasi BBM
itu.
''Saya
termasuk
warga yang
memperoleh
bantuan
beras
miskin (raskin).
Itu
artinya,
kami
juga
termasuk
warga yang
harus
mendapat
bantuan
ini,''
ujarnya
penuh
harap.
Ungkapan
senada
juga
dilontarkan
Ramli yang
di
usinya sudah
uzur
masih
hidup
dalam
kesulitan.
Ia
mengaku
memiliki
sejumlah
anak yang
telah
berkeluarga.
Tetapi
kondisinya
tidak
jauh
berbeda
dengan
kondisi
Ramli yang
miskin.
''Karena
itu
kami berhak
memperoleh
bantuan
pemerintah.
Kalau
memang
ada
hak kami,
jangan
diambil,''
harapnya.
Ramli
sebelumnya
terdaftar
sebagai KK
miskin,
sehingga
ketika
ada
bantuan raskin
yang dibeli
seharga
Rp 1.000 per kg,
ia
memperolehnya.
''Walaupun
harganya per kg
dijual
Rp 1.300
kami
dengan
senang
hati
membelinya,
karena
harganya
jauh
lebih
murah
dari
harga
beras
di
pasar,'' kata
Ramli.
Terkait
dengan
dana
kompensasi yang
dikucurkan
pemerintah
mulai
bulan
depan,
Ramli
merasa
berhak
memperolehnya.
''Itu
hak
kami, jangan
dirampas,''
cetusnya.
Berdialog
Kehadiran
ratusan
warga
disikapi
Lurah
Ampenan
Utara Drs.
Khalid.
Beberapa
utusan
warga
kemudian
diajak
berdialog
di
ruang pertemuan
Kantor
Lurah
setempat.
Pada
kesempatan
itu,
Lurah
berjanji
akan
segera
menyampaikan
jawaban
soal
tuntutan
warga
menyangkut
dana
kompensasi BBM
tersebut.
Selanjutnya
warga
dengan
tertib
meninggalkan
Kantor
Lurah
Ampenan
Utara.
Sementara
Drs. Khalid yang
dikonfirmasi
soal
belum
didatanya KK
miskin
di
Lingkungan Pondok
Prasi
dan
Lingkungan Otak
Desa
menyatakan,
pendataan
warga
miskin
tidak
dilakukan
langsung
oleh
petugas
dari
kelurahan.
''Kami
hanya
mendampingi
pihak BPS.
Jadi
yang mengantongi data
warga
miskin
adalah
pihak BPS,''
jelasnya.
Soal
berapa
jumlah
warga
di
Kelurahan Ampenan
Utara yang
nantinya
memperoleh
dana
kompensasi BBM
nanti,
itu
tergantung pusat
sesuai data yang
disampaikan BPS
di
sini (NTB). ''Ada
tiga
kriteria yang
menjadi
syarat
untuk
memperoleh
dana
tersebut.
Pertama
mereka
tidak
cukup
biaya
untuk
berobat,
tidak
cukup
untuk
makan
dan
tidak cukup
untuk
biaya
sekolah,''
jelasnya.
Disebutkan
Khalid,
sebelumnya
jumlah
warga
katagori
miskin
di
Kelurahan Ampenan
Utara
sebelumnya
sebanyak 2.471 KK. ''Apakah
sekarang
seluruhnya
mereka
berhak
memperoleh
dana
kompensasi BBM,
kami
belum
tahu
karena
itu
ditentukan pusat
berdasarkan data BPS,''
jelasnya. (049)
Klik di Sini