kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 29 September 2005

 Ekonomi


Ketua
Apindo Bali-------
Masyarakat
dan Pengusaha Belum Siap Terima Kenaikan BBM

Denpasar (Bali Post) -
Kenaikan
harga BBM minimal 50 persen dipastikan akan mempengaruhi biaya operasional industri lima persen. Namun, yang paling merasakan dampak dari kenaikan ini adalah rakyat kecil dan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang merupakan sebagian besar pelaku usaha di Bali. Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bali Panudiana Kuhn, Rabu (28/9) kemarin di Kuta.

Menurut Kuhn, imbas kenaikan BBM akan semakin memberatkan pengusaha, terutama yang bergerak di sektor UKM. Pasalnya, kenaikan BBM ini akan merembet pada kenaikan komponen lainnya yang otomatis akan menaikkan biaya operasional. Anggota Dewan Pertimbangan Kadin Bali ini mengatakan pengusaha akan semakin kesulitan untuk meningkatkan kinerjanya, mengingat saat ini saja industri secara umum sedang mengalami kelesuan.

Secara umum ia melihat pengusaha dan masyarakat belum siap menghadapi kenaikan harga BBM. Terlebih masyarakat kecil dan pelaku UKM yang paling berat merasakan dampak kenaikan. ''Pengusaha menengah dan kecil akan berat menghadapi kenaikan ini karena bagaimana pun komponen biaya lainnya juga akan ikut-ikutan naik,'' ujarnya. Dia menambahkan, cara untuk meringankan beban masyarakat dan pelaku UKM ini adalah melalui pemberian subsidi di bidang pendidikan, kesehatan, dan transportasi.

 

Ekonomi Belum Pulih

Di Bali dia melihat kondisi yang akan terjadi pada pengusaha juga relatif sama dengan pengusaha di daerah lain. Pasalnya kondisi ekonomi Bali belum sepenuhnya pulih dari krisis. Terlebih hampir sebagian besar pelaku usahanya berada di sektor UKM. Otomatis kenaikan BBM ini akan memicu kenaikan-kenaikan pada komponen produksi lain, termasuk juga gaji karyawan. Dia menilai jika pengusaha tidak tanggap dalam mengadopsi tuntutan karyawan ini bukan tidak mungkin bisnis akan semakin terpuruk.

Untuk sektor industri, dia menilai kenaikan BBM tidak akan terlalu mempengaruhi kondisi bisnis mereka. Sebab, komponen BBM dalam sektor industri relatif kecil. Paling tidak kenaikan 50 persen BBM diperkirakan hanya akan mempengaruhi sekitar 5 persen dari biaya operasional industri dan pengusaha besar.

Meski mengatakan bahwa kenaikan BBM ini akan memberatkan pengusaha, ia menilai kenaikan ini sudah sewajarnya terjadi. Pasalnya, di negara-negara lain, harga BBM sudah relatif sejajar dengan harga pasaran. Dalam artian subsidi BBM yang diberikan pemerintah negara-negara lain terhadap masyarakatnya sudah sangat kecil. ''Pada dasarnya saat ini negara sedang terpuruk, jadi adanya kenaikan BBM ini merupakan jalan terakhir. Pengusaha juga merasa berat dengan adanya kenaikan ini, tetapi harus bagaimana lagi.'' (kmb18)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)