Ketua
Apindo Bali-------
Masyarakat
dan
Pengusaha Belum
Siap
Terima
Kenaikan BBM
Denpasar
(Bali Post) -
Kenaikan
harga BBM minimal 50
persen
dipastikan
akan
mempengaruhi
biaya
operasional
industri lima
persen.
Namun,
yang paling merasakan
dampak
dari
kenaikan
ini
adalah rakyat
kecil
dan
pelaku usaha
kecil
dan
menengah (UKM) yang
merupakan sebagian
besar
pelaku
usaha
di
Bali.
Demikian
disampaikan
Ketua
Asosiasi
Pengusaha
Indonesia (Apindo)
Bali Panudiana Kuhn,
Rabu (28/9)
kemarin
di
Kuta.
Menurut
Kuhn, imbas
kenaikan BBM
akan
semakin
memberatkan
pengusaha,
terutama yang
bergerak
di
sektor UKM. Pasalnya,
kenaikan BBM
ini
akan
merembet
pada
kenaikan
komponen
lainnya yang
otomatis
akan
menaikkan
biaya
operasional.
Anggota
Dewan
Pertimbangan
Kadin Bali
ini
mengatakan pengusaha
akan
semakin
kesulitan
untuk
meningkatkan
kinerjanya,
mengingat
saat
ini
saja industri
secara
umum
sedang
mengalami
kelesuan.
Secara
umum
ia
melihat
pengusaha
dan
masyarakat belum
siap
menghadapi
kenaikan
harga BBM.
Terlebih
masyarakat
kecil
dan
pelaku UKM yang paling
berat merasakan
dampak
kenaikan.
''Pengusaha
menengah
dan
kecil akan
berat
menghadapi
kenaikan
ini
karena bagaimana
pun komponen
biaya
lainnya
juga
akan
ikut-ikutan
naik,''
ujarnya.
Dia
menambahkan,
cara
untuk
meringankan
beban
masyarakat
dan
pelaku UKM ini
adalah
melalui
pemberian
subsidi
di
bidang pendidikan,
kesehatan,
dan
transportasi.
Ekonomi
Belum
Pulih
Di
Bali dia
melihat
kondisi yang
akan
terjadi
pada
pengusaha
juga
relatif
sama
dengan
pengusaha
di
daerah lain.
Pasalnya
kondisi
ekonomi
Bali
belum
sepenuhnya
pulih
dari
krisis.
Terlebih
hampir
sebagian
besar
pelaku
usahanya
berada
di
sektor UKM.
Otomatis kenaikan
BBM ini
akan
memicu
kenaikan-kenaikan
pada
komponen
produksi lain,
termasuk
juga
gaji
karyawan.
Dia
menilai jika
pengusaha
tidak
tanggap
dalam
mengadopsi
tuntutan
karyawan
ini
bukan tidak
mungkin
bisnis
akan
semakin
terpuruk.
Untuk
sektor
industri,
dia
menilai kenaikan
BBM tidak
akan
terlalu
mempengaruhi
kondisi
bisnis
mereka.
Sebab,
komponen BBM
dalam
sektor
industri
relatif
kecil. Paling
tidak
kenaikan 50
persen BBM
diperkirakan
hanya
akan
mempengaruhi
sekitar 5
persen
dari
biaya
operasional
industri
dan
pengusaha besar.
Meski
mengatakan
bahwa
kenaikan BBM
ini
akan
memberatkan
pengusaha,
ia
menilai kenaikan
ini
sudah sewajarnya
terjadi.
Pasalnya,
di
negara-negara lain,
harga BBM sudah
relatif
sejajar
dengan
harga
pasaran.
Dalam
artian
subsidi BBM yang
diberikan
pemerintah
negara-negara lain
terhadap
masyarakatnya
sudah
sangat
kecil.
''Pada
dasarnya
saat
ini
negara sedang
terpuruk,
jadi
adanya
kenaikan BBM
ini
merupakan jalan
terakhir.
Pengusaha
juga
merasa
berat
dengan
adanya
kenaikan
ini,
tetapi
harus
bagaimana
lagi.''
(kmb18)