kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 29 September 2005

 Bali


Bentrok
, Empat Korban Tersabet Pedang 

Denpasar (Bali Post) -
Bali Post/edi
AMANKAN - Polisi mengamankan lokasi ketika terjadi bentrokan dua kelompok di Denpasar. Dalam bentrokan itu empat orang luka-luka tersabet pedang.

Dua kelompok yang melibatkan puluhan orang bentrok di Jalan Karna, Denpasar, Rabu (28/9) malam kemarin pukul 19.30 wita. Akibatnya, empat korban luka-luka. Dua di antaranya dilarikan ke rumah sakit.

Situasi tegang mewarnai dua banjar bertetangga -- Belaluan dan Lelangon -- hingga pukul 22.00 wita. Kelompok yang terlibat bentrokan melengkapi diri dengan pentungan, pedang, parang, dll. Dua korban berasal dari Banjar Lelangon, salah seorang atas nama Hari Wijaya. Ia sempat dirawat di RSAD Denpasar. Sementara warga Belaluan yang jadi korban adalah Ketut Ngurah Sudarsana, sedangkan dua korban lagi tak dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka ringan.

Informasi di TKP, Hari Wijaya alias Enol (27) yang tinggal di Jalan Karna No. 28 kena tebas pada bagian kepala. Korban dilarikan ke RSAD dan menderita luka dengan 14 jaritan. Enol yang mendapat serangan tak bisa memberi perlawanan berarti. Saat itu korban sedang sendiri di rumahnya. Kaca belakang mobil Kijang DK 1396 JU yang diparkir di garase juga jadi sasaran massa.

Mendengar ada pengeroyokan, warga Banjar Lelangon membunyikan kentongan. Akibatnya, warga pun serentak turun ke jalan dengan membawa senjata. Situasi kian panas. Kelompok yang emosi mengejar ke arah timur hingga ke pertigaan Jalan Karna dan Kresna. Secara kebetulan, di TKP ada satu orang tercecer dari kelompok yang berasal dari Banjar Belaluan. Tak pelak, Ketut Ngurah Sudarsana yang lepas dari kelompoknya menjadi bulan-bulanan. Korban kena tebas pada bagian muka sampai ke hidung. Pria yang tinggal di Jalan Veteran itu dilarikan ke RS Wangaya dan menderita 12 jaritan.

Korban jatuh lebih banyak dapat dihindari berkat kesigapan aparat. Polsek Denbar menurunkan kekuatan penuh dibantu satu pleton pasukan Dalmas Polda Bali. Kabag Ops Poltabes Kompol Wisnu Putra, Kasat Samapta Kompol Surpa dan Kasat Reskrim Kompol Faizal Thayeb juga turun ke TKP. Jalan Karna diblokir.

Data di kepolisian menyebutkan, bentrok antarkelompok di Jalan Karna dipicu kesalahpahaman. Pada Selasa (27/9) malam, Tut De lewat di Banjar Lelangon. Entah karena apa, Tut De dipukul. Hal ini dilaporkan kepada Ngurah Sudarsana.

Pada Rabu (28/9) kemarin, Sudarsana mendatangi pemuda di Banjar Lelangon menanyakan siapa yang memukul Tut De. Entah bagaimana, sekitar 25 orang bergerak menuju Banjar Lelangon. Mereka beraksi tepat di depan rumah Enol.

 

Damai di Mapolsek

Kasat Samapta Kompol Surpa melakukan pendekatan kepada warga Belaluan. Sementara di Mapolsek Denbar sudah berkumpul pengurus Banjar Lelangon, termasuk Klian Adat Putu Patra. Tak lama berselang, datang Klian Banjar Belaluan GA Putu Nurjaya. Kapoltabes Kombes Pol. Parsana sudah terlebih dulu berada di tempat itu.

Setelah melakukan pertemuan tertutup 30 menit, kedua belah pihak sepakat damai yang tertuang dalam selembar kertas. Putu Patra dan Nurjaya menyatakan kasus bentrokan di Jalan Karna akibat salah paham dan bersifat pribadi. Jadi, tidak ada hubungan dengan banjar. ''Ini persoalan pribadi, Banjar Lelangon dan Belaluan tidak ada masalah,'' tegas Patra disetujui Nurjaya.

Kombes Parsana menyatakan kasus berdarah di Jalan Karna murni akibat salah paham antarpribadi. Warga banjar diminta tenang dan melaksanakan aktivitas seperti biasa. Toh begitu, polisi punya dua tugas masing-masing meredam emosi massa dan menegakkan hukum. ''Ada dua korban, dan polisi masih melakukan lidik,'' ucapnya.

Ditanya apakah ada tersangka, Kapoltabes mengatakan penyidik harus mendengarkan keterangan saksi-saksi dulu. Barang bukti sudah terkumpul, namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. (tim BP)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)