Turun,
SP2D BKM Siswa
Miskin
Denpasar
(Bali Post) -
Surat
perintah
pencairan
dana
(SP2D) bantuan
khusus
murid (BKM)
sudah
turun dari
kantor
Pusat
Pelayanan Perbendaharaan
Negara.
Dengan
demikian,
bantuan
untuk
siswa miskin
itu
diharapkan sudah
bisa
dicairkan melalui
rekening
sekolah.
Demikian
dijelaskan
Kepala
Dinas
Pendidikan Propinsi
Bali TIA Kusuma
Wardhani,
Rabu (28/9)
kemarin.
Dikatakannya,
untuk Bali
dana
bantuan BKM
Rp 1.168.440.000,
dengan
sasaran
siswa
miskin 2.996 orang.
Dana BKM itu
diberikan
kepada
siswa SMA,
SMK, MA
dan SMALB yang
tidak
mampu.
Masing-masing
siswa
memperoleh Rp
65.000 tiap
bulan.
Sementara
dana
bantuan
operasional
sekolah (BOS)
secara formal
sudah
diserahkan oleh
Dinas
Pendidikan Propinsi
ke
masing-masing sekolah
25 Agustus
lalu.
Besarnya
dana BOS
untuk Bali
mencapai
Rp 66.525.881.000.
Tiap
kabupaten/kota
mendapat BOS
bervariasi,
sesuai
dengan
jumlah
siswa.
Kabupaten
Buleleng
mendapat BOS
Rp 12,1
milyar
lebih,
Jembrana
Rp 4,9
milyar
lebih,
Tabanan
Rp 6,9
milyar
lebih,
Badung
Rp 8
milyar lebih,
Gianyar
Rp 7,6
milyar
lebih,
Klungkung
Rp 3
milyar lebih,
Bangli 3,7
milyar
lebih,
Karangasem
Rp 7,6
milyar
lebih
dan Kota Denpasar
Rp 12,3
milyar
lebih.
Sementara
data Depdiknas
menyebutkan
sampai
tahun 2003
masih
banyak anak
usia
sekolah yang
tidak
dapat mengikuti
pendidikan
sebagaimana
diharapkan.
Jumlah
anak
usia 16-18
tahun yang
tidak
sekolah lagi
sebesar 6.190
atau 48
persen
dari total
penduduk
usia 16-18
tahun.
Secara
komulatif
jumlah
siswa
putus sekolah
jenjang SMA/SMK/MA
dalam
kurun waktu 2
tahun
terakhir mencapai
352 ribu
siswa. (08)
----------------------------------------
No
Kabupaten
Siswa
Bantuan
1.
Buleleng
772 Rp
301.080.000.
2.
Jembrana
312 Rp
121.680.000
3.
Tabanan
419 Rp
163.410.000
4.
Badung
242
Rp
94.380.000
5.
Denpasar
324 Rp
126.360.000
6.
Gianyar
416 Rp
162.240.000
7.
Klungkung
184
Rp
71.760.000
8.
Bangli
86
Rp
33.540.000
9.
Karangasem
241
Rp
93.990.000
-------------------------------------------.