Calon Penerima Subsidi Langsung--
Buleleng Terbanyak, Gianyar Rapel Tiga Bulan
Buleleng ternyata mempunyai warga miskin terbanyak di
Bali. Berdasarkan catatan BPS Buleleng dalam rangka
pemberian subsidi langsung dana kompensasi BBM, terdapat
36.171 KK miskin di Bumi Panji Sakti tersebut. Jumlah KK
miskin itu terhitung paling banyak, yakni 30,54 persen
dari jumlah keseluruhan KK miskin di Bali yang sebesar
118.447. Lalu, bagaimana dengan kabupaten lainnya.
Apakah mereka akan berlomba-lomba mendaftarkan
penduduknya berpredikat miskin?
KEPALA
BPS Buleleng Ir. Anak Agung Ayu Raka Suarningsih
mengatakan, sebelumnya pihaknya mencatat jumlah KK
miskin di Buleleng 36.268. Namun, setelah diolah di BPS
pusat, beberapa KK terpaksa digugurkan karena tak layak
disebut miskin, sehingga jumlah akhirnya menjadi 36.171.
Kecamatan Seririt memiliki KK miskin terbanyak yakni
5.883. Disusul Gerokgak 5.519 KK, lalu Kecamatan
Buleleng 4.896, Kubutambahan 3.992, Tejakula 3.871,
Banjar 3.663, Busungbiu 2.985, Sukasada 2.725, dan Sawan
2.637 KK.
Menurut Suarningsih, secara sederhana konsep untuk
menentukan warga miskin adalah ketakmampuan untuk
memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka. Apakah mereka
mampu makan setiap hari, apakah kalau sakit mereka punya
akses untuk berobat, dan apakah mereka mampu mendapatkan
pendidikan. ''Jadi ada tiga konsep yang jadi ukuran,
yakni makan, kesehatan dan pendidikan,'' katanya.
Sementara itu, dalam pendataan yang dilakukan petugas
Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Bangli hingga Desember
2004 terungkap sebanyak 12.717 KK dinyatakan miskin.
Dari empat kecamatan yang ada keluarga miskin terbanyak
ditemukan di Kecamatan Kintamani 5.601 KK, Tembuku 3.105
KK, Bangli 2.314 KK, kecamatan Susut 1.697 KK.
Bupati Bangli I Nengah Arnawa mengatakan PDRB yang
merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur
kesejahteraan mengalami peningkatan sebesar 8,18 persen.
Terkait pemerataan pendapatan masyarakat yang
digambarkan melalui Gini Ratio menunjukkan bahwa tingkat
pemerataan pendapatan masyarakat Bangli tahun 2002
tercapai 0,2192 dan tahun 2002 mencapai 0,18393. Artinya,
menunjukkan tingkat ketimpangan yang rendah karena
pencapaian Gini Ratio berada pada 0,35 persen.
Sementara Jembrana, jumlah KK miskinnya mencapai 7.069.
Menurut Kepala BPS Jembrana I Ketut Gama, kriteria KK
miskin secara umum ada tiga. Pertama kebutuhan pokok (makanan),
kedua pendidikan dan ketiga kesehatan. ''Dari tiga
kriteria ini dijabarkan lagi menjadi 14 variabel,''
tandasnya Selasa kemarin.
Gama menambahkan, untuk kartu miskin sudah ada di Kantor
Pos. Hanya pihaknya belum bisa membagikan kartu tersebut.
BPS dan Pemkab Jembrana terlebih dahulu akan melakukan
sosialisasi ke masyarakat. Kegiatan ini direncanakan
berlangsung Senin (3/10) mendatang. Setelah sosialisasi,
kartu akan langsung diserahkan kepada yang berhak.
Penyerahan ini pun akan dilengkapi dengan berita acara.
Sementara itu, KK miskin Kabupaten Klungkung mencapai
8.656. Untuk menambah kesejahteraan KK miskin itu,
sebelumnya Pemkab Klungkung hanya mengandalkan bantuan
pusat melalui APBN dalam program UBPKS. Untuk saat ini,
selain APBN, Pemkab Klungkung juga mulai menganggarkan
di APBD. Setidaknya, penggalakan penyaluran raskin,
pemberian askes (pengobatan gratis) dan bedah rumah.
''Yang jelas, pemerintah berupaya semaksimal mungkin
membantu KK miskin itu,'' ungkap seorang staf Kantor KB,
IB Ardana.
Berbeda halnya dengan KB, Badan Pusat Statistik (BPS)
justru mencatat 6.948 KK miskin di Kabupaten Klungkung.
Terbesar di Nusa Penida yakni 3.137 KK.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda
Kabupaten Gianyar Ir. I Nyoman Nuadi, M.T. mengatakan,
tercatat 6.473 keluarga miskin (gakin) di Kabupaten
Gianyar berhak menerima sudsidi langsung. Namun, dana
yang dikucurkan pemerintah pusat itu akan dibagi-bagikan
kepada yang berhak setiap tiga bulan sekali. Ini berarti,
jumlah total subsidi yang mereka kantongi setiap kali
penerimaan mencapai Rp 300.000/KK.
''Untuk kesempatan pertama, subsidi itu sudah bisa
dinikmati oleh keluarga yang berhak mulai tanggal 10
hingga 20 Oktober mendatang. Masing-masing KK akan
mendapatkan Rp 300.000 yang dijatahkan untuk Oktober,
November dan Desember,'' kata Nuadi didampingi Kepala
Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gianyar I Putu
Mandiasa, S.H. Selasa (27/9) kemarin.
(tim BP)