kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Pon, 28 September 2005

 Mancanegara


Empat
Tentara Tewas di Thailand Selatan 

Thailand -
BP/afp
Tewas - Dua tentara Thailand memeriksa area dekat mayat seorang tentara yang ditembak mati oleh pemberontak di propinsi Yala Thailand selatan Selasa (27/9) kemarin. Empat tentara yang sedang berpatroli tertembak tewas akibat penyerangan yang dilancarkan pembrontak.

Empat tentara yang sedang berpatroli tertembak mati Selasa (27/9) kemarin. Mereka diserang pemberontak di Thailand Selatan yang dihuni mayoritas Muslim. Ini merupakan insiden penyerangan terbaru terhadap tentara dan polisi dalam beberapa pekan terakhir.

"Tentara-tentara sial ini berpatroli menggunakan sepeda motor saat para pemberontak menyerang mereka dan merampok senjata-senjata otomatis," kata Letnan Kolonel Mustorpha Mani kepada wartawan.

Mereka berpatroli di jalan dekat Desa Chakwua Propinsi Yala, tepat di depan konvoi rombongan guru-guru saat aksi penyerangan terjadi sekitar pukul 02.30 siang, katanya.

Guru-guru dan sekolah-sekolah yang dipandang sebagai simbol dari pengaruh Bangkok, sering menjadi target penembakan, pengeboman dan serangan mematikan lainnya. Polisi-polisi bersenjata dan tentara kemudian mengantarkan guru baik menuju dan keluar sekolah setiap harinya.

Setelah penyerangan berakhir, para militan kemudian membakar ban-ban karet, menyebarkan paku-paku dan merobohkan pepohonan di jalan sebagai langkah untuk mencegah pasukan keamanan melakukan pengejaran, kata Letnan Jendral AD Adul Seangsingkoae.

Adul mengatakan ia sudah memerintahkan 500 pasukan menuju area TKP. Sebelumnya, seorang guru Muslim ditembak mati oleh tersangka pemberontak Islam di propinsi tetangga Pattani, kata polisi.

Surasen Mama (30) seorang guru di sekolah Prasarnwittaya tewas ketika para tersangka militan menghujani mobilnya dengan berondongan peluru, saat ia berangkat menuju tempat kerja.

Kematian para tentara ini terjadi setelah empat hari sebelumnya dua staf kepolisian meregang nyawa dalam sebuah aksi pengeboman saat mengantarkan guru-guru menuju sekolah di propinsi dekat Narathiwat dan satu pekan setelah dua marinir dijadikan sandera yang kemudian dibunuh dengan brutal.

Drama penyanderaan pekan lalu selama 18 jam tersebut, menimbulkan perhatian negara dan ucapan belasungkawa dari keluarga kerajaan kepada para keluarga yang ditinggalkan. Juga memberikan sebuah lecutan bagi PM Thaksin Shinawatra untuk memburu dan menghabisi "binatang buas" yang membunuh mereka.

 

Bahan Peledak

 

Sementara dari Filipina dilaporkan personel mata-mata AL berhasil menemukan jejak lebih dari dua ton bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bahan peledak dalam sebuah penggerebekan di Filipina selatan, kata staf setempat Selasa kemarin.

Tentara kemudian bergerak menuju sebuah gudang penyimpanan di sebuah pulau Basilan, wilayah basis kekuatan militan Abu Sayyaf jaringan Al-Qaeda dan mengamankan 42 tas yang berisi lebih dari dua ton ammonium nitrat, kata kepala AL regional Komodor Rufino Lopez.

Amonium nitrat adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pupuk, namun saat bahan ini dicampurkan dengan minyak dan bubuk mesiu, maka campuran ini dapat berubah menjadi bom dengan kekuatan dahsyat. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)