Gara-gara
Nasi
Bungkus..
Puluhan
Anak TK Al-Islam
Keracunan
Mataram
(Suara NTB)-
Sedikitnya
22 anak TK
serta
pengurus TK Al-Islam,
Tanjung Karang,
Ampenan,
Senin (26/9) sore
kemarin
terpaksa dilarikan
ke IRD RSU
Mataram.
Pasalnya,
anak-anak
termasuk guru
serta
pengurus sekolah
tersebut
mengeluh
muntah-muntah,
mual
dan sakit
perut
setelah menyantap
nasi
bungkus pembagian
di
sekolah tersebut.
Diduga
mereka
mengalami keracunan.
Korban
pertama yang
dilarikan
ke IGD
oleh orangtua
mereka
berjumlah tiga
orang
masing-masing Siti
Latifah (5),
Fadilah (5)
dan
Muslih Arzaki (5).
Ketiga
pasien
ini tiba
di
rumah sakit
hampir
bersamaan sekitar
pukul 13.30
wita.
''Anak
saya
mengeluh mual,
pusing
dan muntah-muntah,''
ujar
Sujanah ibu
kandung
Siti Latifah.
Keluhan
putrinya
tidak
serta merta,
saat
Latifah pulang
sekolah.
Anak
TK Al-Islam pulang
sekolah
sekitar pukul 11.00
wita.
''Jadi
sekitar
empat jam setelah
pulang
sekolah, baru
ia
mengeluh pusing,
mual
kemudian muntah-muntah,''
katanya.
Awalnya
Sujanah
tidak curiga
dengan
nasi bungkus yang
disantap
anaknya
menjadi penyebab
bocah
ini muntah-muntah.
''Saya
baru
tahu, setelah
kami
bertemu di
sini (di
IRD),'' ujarnya
polos.
Tidak
lama setelah
tiga
bocah ini
mendapat
perawatan
dokter
dan paramedis
di IRD,
tanpa diduga
belasan
bocah teman-teman
Latifah,
Fadilan
dan Muslih
Arzaki
menyusul.
Menurut
Ibu Nur,
putrinya
bernama
Aediyah Harun (4,6)
juga
mengeluh, pusing,
mual
dan muntah-muntah
sekitar
empat jam setelah
pulang
sekolah. ''Nasi
bungkus yang
didapat
di sekolah
dibawa
pulang.
Anak
saya
makan nasi
bungkus
itu di
rumah,''
tuturnya.
Setelah
makan,
Aediyah langsung
tidur.
Begitu
bangun
tidur, Ibu
Nur
kaget karena
anaknya
mengeluh sakit
perut,
kemudian muntah-muntah.
Awalnya
Ibu Nur
tidak
curiga dengan
makanan yang
disantap
putrinya.
Namun
tidak lama kemudian
ia
ditelepon
oleh
ibu sahabat
putrinya (satu
TK di Al Islam)
bahwa
anak TK Al Islam banyak
yang keracunan
dengan
keluhan mual,
pusing
dan muntah-muntah.
Mendengar
informasi
itu,
Ibu Nur
langsung
mengangkut
putrinya
ke IRD.
Kedatangan
belasan
bocah yang digendong
orangtuanya,
kontan
membuat situasi IGD
RSU Mataram
penuh
dan sedikit
gaduh.
Tidak
hanya
itu, banyaknya
bocah yang
harus
segera mendapat
pertolongan,
sementara
ruang
dan tempat
tidur
perawatan yang terbatas,
mengakibatkan
satu
tempat tidur
terpaksa
harus
diisi dua
pasien.
Berdasarkan
informasi,
selain
dilarikan ke IRD RSU
Mataram,
beberapa
anak TK Al Islam
lainnya
terpaksa dilarikan
ke
Puskesmas terdekat.
Tidak
hanya
anak TK yang mengalami
keracunan.
Pengelola TK Al Islam,
Ibu
Ramlan bersama
dua
keponakannya Feni (9)
dan
Yulisna (10) juga
mengalami
hal
serupa.
Lilis (21) guru TK
setempat
juga
dilarikan ke IRD.
Kondisinya
cukup
parah dan
baru
tiba di IRD,
ibu guru
ini
langsung roboh
dan
pingsan.
Diperiksa
Sementara
dr.
Mendra Kawi, MPH yang
menangani
pasien
ini belum
bisa
memastikan penyebab
keluhan yang
diderita
anak-anak TK, guru
serta
pengelola TK Al Islam ini.
Korban
sudah
cepat ditangani
dan
selanjutnya diobservasi.
Apakah
pasien
harus menjalani
rawat
inap?
Mendra
Kawi
belum bisa
memastikannya.
''Kami
masih
lakukan observasi,''
jelasnya.
Di
tempat
terpisah Kapolres
Mataram
melalui Kasat
Reskrim AKP.
Eko
hadi
Prayitno SIK yang
dikonfirmasi mengaku
telah
menerima pengaduan
dari
para orang
tua
korban. ''Laporannya
sudah
kami terima
dan
sejumlah saksi
dari
orangtua korban
dan
pembuat nasi
bungkus yang
diduga
mengakibatkan korban
muntah-muntah
saat
ini (tadi
malam)
sedang diperiksa,''
jelasnya.
Selain
itu
katanya, polisi
juga
telah mengamankan
sample baik
dari
muntahan korban
termasuk
sisa
nasi bungkus
dari
pembuatnya untuk
diteliti.
''Barang
bukti
ini akan
kami
kirim ke
Badan POM
Mataram
dan Labfor
di
Denpasar,
Bali
untuk
diteliti,'' jelas
Eko.
(049)
Klim di Sini