kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Paing, 27 September 2005

 Nusatenggara


Gara-gara
Nasi Bungkus..
Puluhan
Anak TK Al-Islam Keracunan

Mataram (Suara NTB)-
Sedikitnya
22 anak TK serta pengurus TK Al-Islam, Tanjung Karang, Ampenan, Senin (26/9) sore kemarin terpaksa dilarikan ke IRD RSU Mataram. Pasalnya, anak-anak termasuk guru serta pengurus sekolah tersebut mengeluh muntah-muntah, mual dan sakit perut setelah menyantap nasi bungkus pembagian di sekolah tersebut. Diduga mereka mengalami keracunan.

Korban pertama yang dilarikan ke IGD oleh orangtua mereka berjumlah tiga orang masing-masing Siti Latifah (5), Fadilah (5) dan Muslih Arzaki (5). Ketiga pasien ini tiba di rumah sakit hampir bersamaan sekitar pukul 13.30 wita. ''Anak saya mengeluh mual, pusing dan muntah-muntah,'' ujar Sujanah ibu kandung Siti Latifah. Keluhan putrinya tidak serta merta, saat Latifah pulang sekolah.

Anak TK Al-Islam pulang sekolah sekitar pukul 11.00 wita. ''Jadi sekitar empat jam setelah pulang sekolah, baru ia mengeluh pusing, mual kemudian muntah-muntah,'' katanya.

Awalnya Sujanah tidak curiga dengan nasi bungkus yang disantap anaknya menjadi penyebab bocah ini muntah-muntah. ''Saya baru tahu, setelah kami bertemu di sini (di IRD),'' ujarnya polos.

Tidak lama setelah tiga bocah ini mendapat perawatan dokter dan paramedis di IRD, tanpa diduga belasan bocah teman-teman Latifah, Fadilan dan Muslih Arzaki menyusul. Menurut Ibu Nur, putrinya bernama Aediyah Harun (4,6) juga mengeluh, pusing, mual dan muntah-muntah sekitar empat jam setelah pulang sekolah. ''Nasi bungkus yang didapat di sekolah dibawa pulang. Anak saya makan nasi bungkus itu di rumah,'' tuturnya.

Setelah makan, Aediyah langsung tidur. Begitu bangun tidur, Ibu Nur kaget karena anaknya mengeluh sakit perut, kemudian muntah-muntah. Awalnya Ibu Nur tidak curiga dengan makanan yang disantap putrinya. Namun tidak lama kemudian ia ditelepon oleh ibu sahabat putrinya (satu TK di Al Islam) bahwa anak TK Al Islam banyak yang keracunan dengan keluhan mual, pusing dan muntah-muntah. Mendengar informasi itu, Ibu Nur langsung mengangkut putrinya ke IRD.

Kedatangan belasan bocah yang digendong orangtuanya, kontan membuat situasi IGD RSU Mataram penuh dan sedikit gaduh. Tidak hanya itu, banyaknya bocah yang harus segera mendapat pertolongan, sementara ruang dan tempat tidur perawatan yang terbatas, mengakibatkan satu tempat tidur terpaksa harus diisi dua pasien. Berdasarkan informasi, selain dilarikan ke IRD RSU Mataram, beberapa anak TK Al Islam lainnya terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Tidak hanya anak TK yang mengalami keracunan. Pengelola TK Al Islam, Ibu Ramlan bersama dua keponakannya Feni (9) dan Yulisna (10) juga mengalami hal serupa. Lilis (21) guru TK setempat juga dilarikan ke IRD. Kondisinya cukup parah dan baru tiba di IRD, ibu guru ini langsung roboh dan pingsan.

 

Diperiksa

Sementara dr. Mendra Kawi, MPH yang menangani pasien ini belum bisa memastikan penyebab keluhan yang diderita anak-anak TK, guru serta pengelola TK Al Islam ini. Korban sudah cepat ditangani dan selanjutnya diobservasi. Apakah pasien harus menjalani rawat inap? Mendra Kawi belum bisa memastikannya. ''Kami masih lakukan observasi,'' jelasnya.

Di tempat terpisah Kapolres Mataram melalui Kasat Reskrim AKP. Eko hadi Prayitno SIK yang dikonfirmasi mengaku telah menerima pengaduan dari para orang tua korban. ''Laporannya sudah kami terima dan sejumlah saksi dari orangtua korban dan pembuat nasi bungkus yang diduga mengakibatkan korban muntah-muntah saat ini (tadi malam) sedang diperiksa,'' jelasnya.

Selain itu katanya, polisi juga telah mengamankan sample baik dari muntahan korban termasuk sisa nasi bungkus dari pembuatnya untuk diteliti. ''Barang bukti ini akan kami kirim ke Badan POM Mataram dan Labfor di Denpasar, Bali untuk diteliti,'' jelas Eko. (049)

Klim di Sini 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)