Rupiah
Melemah
ke Level 10.250
Jakarta (Bali Post) -
Nilai
tukar
rupiah terhadap
dolar AS
di
pasar spot antarbank
Senin (26/9)
kemarin
melemah 20 poin
ke level 10.250
dibandingkan
penutupan
Jumat (23/9)
di
posisi 10.230 per dolar
AS.
Dari
pagi
hingga memasuki
sesi
siang, rupiah
bergerak
di
kisaran 10.220-10.250 per
dolar AS.
Bank Indonesia (BI) dinilai
belum
melakukan intervensi
valas
secara signifikan.
Pasalnya, bank
sentral
masih mencermati
dampak
dari kebijakan
pemerintah yang
akan
menaikkan
harga BBM
pada 1
Oktober mendatang.
Dari lantai bursa,
harga
sejumah saham
berkapitalisasi
besar
seperti TLKM, ISAT, ASII, INCO, UNTR, UNVR BDMN
dan BBRI
pada
perdagangan sesi
kedua
awal pekan
ini,
ditutup menguat
akibat technical rebound
sehingga
Indeks
Harga Saham
Gabungan (IHSG) Bursa
Efek Jakarta (BEJ)
naik 21,734
poin (2,146
persen)
ke level 1.034,585.
Penguatan
harga
beberapa saham
bluechips
juga
mendorong indeks LQ45
naik ke
level 225,479, atau
menguat 5,781
poin (2,631
persen).
Demikian
pula Jakarta Islamic Index (JII)
naik 5,238 poin
(3,079 persen)
ke
posisi 175,339.
Pelemahan IHSG di
kisaran
tipis pada
perdagangan
akhir
pekan lalu
mengindikasikan
akan
terjadi technical rebound
pada
sejumlah saham
berkapitalisasi
besar yang
telah
jenuh jual
(oversold).
Pemodal
asing
membeli saham
senilai
Rp 552,610 milyar,
sedangkan
transaksi
jual Rp
488,877 milyar,
sehingga
terjadi
pembelian bersih
Rp 63,733
milyar
dibandingkan Jumat
(23/9) mencatat
penjualan
bersih
Rp 68,261 milyar.
Secara
keseluruhan, volume
perdagangan saham
mencapai 707,089
juta
lembar senilai
Rp 1,103
trilyun
dengan frekuensi
sebanyak 11.715 kali
transaksi. Total
jenis
saham yang aktif
diperdagangkan 159
dengan
rincian 75 menguat,
57 stagnan
dan 27
melemah. (kmb2)