kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Paing, 27 September 2005

 Ekonomi


Rupiah
Melemah ke Level 10.250

Jakarta (Bali Post) -
Nilai
tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Senin (26/9) kemarin melemah 20 poin ke level 10.250 dibandingkan penutupan Jumat (23/9) di posisi 10.230 per dolar AS. Dari pagi hingga memasuki sesi siang, rupiah bergerak di kisaran 10.220-10.250 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) dinilai belum melakukan intervensi valas secara signifikan. Pasalnya, bank sentral masih mencermati dampak dari kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM pada 1 Oktober mendatang. Dari lantai bursa, harga sejumah saham berkapitalisasi besar seperti TLKM, ISAT, ASII, INCO, UNTR, UNVR BDMN dan BBRI pada perdagangan sesi kedua awal pekan ini, ditutup menguat akibat technical rebound sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) naik 21,734 poin (2,146 persen) ke level 1.034,585.

Penguatan harga beberapa saham bluechips juga mendorong indeks LQ45 naik ke level 225,479, atau menguat 5,781 poin (2,631 persen). Demikian pula Jakarta Islamic Index (JII) naik 5,238 poin (3,079 persen) ke posisi 175,339. Pelemahan IHSG di kisaran tipis pada perdagangan akhir pekan lalu mengindikasikan akan terjadi technical rebound pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang telah jenuh jual (oversold).

Pemodal asing membeli saham senilai Rp 552,610 milyar, sedangkan transaksi jual Rp 488,877 milyar, sehingga terjadi pembelian bersih Rp 63,733 milyar dibandingkan Jumat (23/9) mencatat penjualan bersih Rp 68,261 milyar. Secara keseluruhan, volume perdagangan saham mencapai 707,089 juta lembar senilai Rp 1,103 trilyun dengan frekuensi sebanyak 11.715 kali transaksi. Total jenis saham yang aktif diperdagangkan 159 dengan rincian 75 menguat, 57 stagnan dan 27 melemah. (kmb2)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)