Penyerapan PKPS BBM Pedesaan Baru 30 Persen
Jakarta (Bali Post) -
Dana Program Kompensasi Pengurangan Subsidi (PKPS) BBM
sektor infrastruktur pedesaan pada Maret 2005 lalu
senilai Rp 3,34 trilyun hingga kini baru terserap 30
persen. "Proyek-proyek ini memang yang absorbsinya
paling rendah," kata Menteri Negara Perencanaan
Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani
Indrawati di Jakarta, Senin (26/9) kemarin.
Dikatakannya, dana sebesar Rp 3,34 trilyun itu dibagikan
pada 12.854 desa miskin yang pencairannya dilakukan
berjenjang. Sedangkan syarat untuk dapat mencairkan itu,
tiap desa yang berhak mendapat Rp 250 juta harus
terlebih dulu membuat satuan kerja agar program pedesaan
itu bisa efektif.
Sri Mulyani mengatakan, pencairan dana PKPS untuk
infrastruktur pedesaan tersebut dilakukan oleh
Departemen Pekerjaan Umum melalui tiga tahap. Tahap
pertama 40 persen pada saat proyek akan dimulai,
sementara 40 persen dan 20 persen berikutnya dicairkan
pada saat penyelesaian proyek.
Seperti diketahui, dana PKPS BBM senilai total Rp 13,4
trilyun digulirkan setelah pemerintah memutuskan
kenaikan harga BBM pada Maret 2005 lalu sebesar
rata-rata 30 persen. Ada tiga sektor utama yang
diprioritaskan untuk pembangunan tersebut, yakni sektor
pendidikan dialokasikan Rp 6,27 trilyun, kesehatan Rp
3,87 trilyun, dan infrastruktur desa di desa miskin Rp
3,34 trilyun.
Mengenai perkembangan alokasi untuk sektor pendidikan
yang ditujukan untuk biaya bantuan operasional sekolah (BOS)
sebesar Rp 5,1 trilyun. Di mana untuk SD Rp 3,38 trilyun,
pesantren setingkat SD Rp 12,7 milyar, SMP Rp1,7 trilyun,
pesantren setingkat SMP Rp 18,5 milyar, dan biaya
pengendalian Rp128 milyar. Sampai dengan 22 September
2005 jumlah penyerapan mencapai 99 persen. Beberapa
daerah seperti Papua dan Kalimantan, aku Sri Mulyani,
memang agak terlambat karena faktor geografi, tidak ada
bank pelaksana untuk transfer dana, atau memang sekolah
belum memiliki rekening di bank. Sedangkan untuk sektor
kesehatan ditujukan untuk pelayanan gratis di puskesmas
dan rumah sakit kelas III, pemerintah telah menerbitkan
kartu peserta sebanyak 36,1 juta dan sudah
didistribusikan kepada 30 juta jiwa.
PT Askes sebagai pihak penyelenggara sejauh ini telah
menerima penyaluran sebanyak Rp 500 milyar pada
pertengahan Mei 2005."Sampai September 2005 telah
diserahkan ke Askes untuk menutupi pembiayaan di
puskesmas maupun RS kelas III sebesar satu trilyun,"
kata Sri Mulyani. (kmb2)