Pendukung Gendo Diadili ..
Didemo Mahasiswa dari Enam Kota
Denpasar (Bali Post) -
Sidang
12 mahasiswa pendukung Wayan Gendo Suardana di PN
Denpasar, Senin (26/9) kemarin, diwarnai aksi demo.
Sidang pada babak awal ini dituding sebagai pengadilan
dengan pasal karet. Para mahasiswa dari enam kota di
Indonesia ini -- Denpasar, Jakarta, Samarinda,
Banjarmasin, Yogyakarta dan Papua -- dinilai tak perlu
terjadi.
''Persidangan ini sebagai terjemahan pasal-pasal karet.
Perilaku mahasiswa ini jauh lebih terhormat dibandingkan
perilaku bejat dan korup para pejabat yang notabene
kebal hukum,'' teriak mahasiswa pendemo.
Pada sidang 12 mahasiswa pendukung Gendo -- Muammar
Kadafi, Awang Syailendra, Zet Hasan, I.B. Roy Rangga
Putra, Edwin Panjaitan, Abdul Haris, Husfinouf Muchtar,
I Gusti Bagus Candra Hadinata, Anis Ashadi, Restu
Sembogo, Parulian Situmorang dan Kurnia Putry, JPU
Achmad Badaruddin mengatakan pada 13 sampai 15 Juli
2005, telah melakukan tindakan melawan hukum. Mereka
didakwa pasal berlapis, pertama melakukan tindakan tidak
menyenangkan.
Made Sukarana selaku kuasa hukum ke-12 mahasiswa
memberikan reaksi. Dia mengharapkan agar persidangan
berlangsung fair. JPU diminta menghadirkan Ketua
Pengadilan Tinggi I Gusti Made Lingga sebagai saksi
bersama 8 saksi lainnya.
Namun, secara diplomatis JPU Achmad Badaruddin
mengatakan, tidak akan menghadirkan I Gusti Putu Lingga
sebagai saksi. JPU berpatokan saksi-saksi sudah cukup
sebagaimana tercantum pada BAP.
Demo BBM
Tidak puas hanya bereaksi atas sidang dakwaan terhadap
rekannya sesama mahasiswa, para mahasiswa ini kembali
melakukan aksi sekitar pukul 11.20 wita. Kali ini mereka
menggelar aksi di depan pintu PN menyuarakan penolakan
terhadap kenaikan harga BBM.
Dalam orasinya yang penuh semangat, mereka mengkritisi
bobroknya pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf
Kalla terkait rencana kenaikan BBM per 1 Oktober 2005.
Para mahasiswa bergiliran melakukan orasi. Gendo
Suardana yang belum lama ini keluar dari LP juga
melancarkan protes. Dia menilai SBY-Kalla presiden yang
dipilih langsung namun ironisnya buta dengan aspirasi
dan kondisi rakyatnya. ''Rakyat sudah susah, jangan lagi
dibuat susah dengan rencana kenaikan BBM yang di atas
toleransi,'' tegas Gendo.
Meski tidak ada tindakan anarkis dari para pendemo
termasuk 12 terdakwa, polisi tetap menyiagakan
personelnya. Pengamanan di lokasi langsung dipimpin
Kapolsek AKP Roby Karya Adi. Pengamanan juga di-back up
Dalmas Poltabes Denpasar yang dipimpin Kompol Ketut
Surpa Winaya. (kmb11)