kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Paing, 27 September 2005

 Bali


Pendukung Gendo Diadili  ..

Didemo Mahasiswa dari Enam Kota
 

Denpasar (Bali Post) -
Sidang 12 mahasiswa pendukung Wayan Gendo Suardana di PN Denpasar, Senin (26/9) kemarin, diwarnai aksi demo. Sidang pada babak awal ini dituding sebagai pengadilan dengan pasal karet. Para mahasiswa dari enam kota di Indonesia ini -- Denpasar, Jakarta, Samarinda, Banjarmasin, Yogyakarta dan Papua -- dinilai tak perlu terjadi.

''Persidangan ini sebagai terjemahan pasal-pasal karet. Perilaku mahasiswa ini jauh lebih terhormat dibandingkan perilaku bejat dan korup para pejabat yang notabene kebal hukum,'' teriak mahasiswa pendemo.

Pada sidang 12 mahasiswa pendukung Gendo -- Muammar Kadafi, Awang Syailendra, Zet Hasan, I.B. Roy Rangga Putra, Edwin Panjaitan, Abdul Haris, Husfinouf Muchtar, I Gusti Bagus Candra Hadinata, Anis Ashadi, Restu Sembogo, Parulian Situmorang dan Kurnia Putry, JPU Achmad Badaruddin mengatakan pada 13 sampai 15 Juli 2005, telah melakukan tindakan melawan hukum. Mereka didakwa pasal berlapis, pertama melakukan tindakan tidak menyenangkan.

Made Sukarana selaku kuasa hukum ke-12 mahasiswa memberikan reaksi. Dia mengharapkan agar persidangan berlangsung fair.  JPU diminta menghadirkan Ketua Pengadilan Tinggi I Gusti Made Lingga sebagai saksi bersama 8 saksi lainnya.

Namun, secara diplomatis JPU Achmad Badaruddin mengatakan, tidak akan menghadirkan I Gusti Putu Lingga sebagai saksi. JPU berpatokan saksi-saksi sudah cukup sebagaimana tercantum pada BAP.

 

Demo BBM

 

Tidak puas hanya bereaksi atas sidang dakwaan terhadap rekannya sesama mahasiswa, para mahasiswa ini kembali melakukan aksi sekitar pukul 11.20 wita. Kali ini mereka menggelar aksi di depan pintu PN menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga BBM.

Dalam orasinya yang penuh semangat, mereka mengkritisi bobroknya pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla terkait rencana kenaikan BBM per 1 Oktober 2005.

Para mahasiswa bergiliran melakukan orasi. Gendo Suardana yang belum lama ini keluar dari LP juga melancarkan protes. Dia menilai SBY-Kalla presiden yang dipilih langsung namun ironisnya buta dengan aspirasi dan kondisi rakyatnya. ''Rakyat sudah susah, jangan lagi dibuat susah dengan rencana kenaikan BBM yang di atas toleransi,'' tegas Gendo.

Meski tidak ada tindakan anarkis dari para pendemo termasuk 12 terdakwa, polisi tetap menyiagakan personelnya. Pengamanan di lokasi langsung dipimpin Kapolsek AKP Roby Karya Adi. Pengamanan juga di-back up Dalmas Poltabes Denpasar yang dipimpin Kompol Ketut Surpa Winaya. (kmb11)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)