Asma
12 Tahun,
Gantung
Diri
Amlapura
(Bali Post) -
I Wayan
Pageh (65), tak
seperti
namanya pageh yang
kukuh
menahan penderitaan/godaan.
Petani
dari
Banjar Susut,
Muncan,
Selat, Karangasem
ini
justru mengakhiri
hidupnya
dengan
gantung diri
Senin (26/9)
kemarin.
Diduga
korban
tak kuat
menahan
penderitaan karena
menderita
penyakit
asma
sekitar 12 tahun.
Kapolsek
Selat AKP
Komang
Punarbawa, seizin
Kapolres
kemarin
di Amlapura,
membenarkan
pihaknya
menerima
laporan
keluarga korban
atas
kasus itu.
Polisi
pun turun
ke TKP
melakukan penyelidikan.
Pageh
dipastikan
murni
tewas
karena
gantung diri.
Korban
pertama kali
ditemukan
saksi yang
juga
adik korban I
Nyoman
Kisid.
Korban
ditemukan
sudah
menjadi mayat
tergantung
di
pohon belimbing
di
belakang rumahnya
sekitar
pukul 01.00 dini
hari
kemarin.
Saksi
Kisid
menjelaskan kepada
polisi,
Minggu (25/9) sekitar
pukul 24.00
Kisid
dan keluarganya
pergi
ke rumah I
Wayan
Ganti yang tengah
menggelar
upacara
pitra yadnya.
Saat
pulang
dini hari,
Kisid
tak menemukan
korban
di dalam
kamarnya.
Mereka
pun khawatir
dengan
korban yang telah
lama sakit-sakitan.
Mereka
lantas
mencari Kisid
dan
ditemukan sudah
tergantung
di
pohon belimbing.
Korban
menjerat
lehernya
dengan
tali plastik
biru.
Di
leher
korban ditemukan
bekas
jeratan tali,
lidahnya
menjulur
dan
dari hidungnya
mengeluarkan
ingus.
Pageh
termasuk
korban
tewas yang ke-32
di
Karangasem karena
bunuh
diri dan
kecelakaan
lalu
lintas. Korban
tewas
karena
gantung diri
termasuk
tinggi
di Karangasem.
Sampai
kini
sudah mencapai 16
orang.
Selain
gantung
diri karena
alasan
sakit tak
kunjung
sembuh, juga
karena
masalah cinta
segitiga.
(013)