kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Paing, 27 September 2005

 Bali


Asma
12 Tahun, Gantung Diri

Amlapura (Bali Post) -
I Wayan Pageh (65), tak seperti namanya pageh yang kukuh menahan penderitaan/godaan.
Petani dari Banjar Susut, Muncan, Selat, Karangasem ini justru mengakhiri hidupnya dengan gantung diri Senin (26/9) kemarin.

Diduga korban tak kuat menahan penderitaan karena menderita penyakit asma sekitar 12 tahun. Kapolsek Selat AKP Komang Punarbawa, seizin Kapolres kemarin di Amlapura, membenarkan pihaknya menerima laporan keluarga korban atas kasus itu. Polisi pun turun ke TKP melakukan penyelidikan.

Pageh dipastikan murni tewas karena gantung diri. Korban pertama kali ditemukan saksi yang juga adik korban I Nyoman Kisid.

Korban ditemukan sudah menjadi mayat tergantung di pohon belimbing di belakang rumahnya sekitar pukul 01.00 dini hari kemarin. Saksi Kisid menjelaskan kepada polisi, Minggu (25/9) sekitar pukul 24.00 Kisid dan keluarganya pergi ke rumah I Wayan Ganti yang tengah menggelar upacara pitra yadnya. Saat pulang dini hari, Kisid tak menemukan korban di dalam kamarnya. Mereka pun khawatir dengan korban yang telah lama sakit-sakitan. Mereka lantas mencari Kisid dan ditemukan sudah tergantung di pohon belimbing.

Korban menjerat lehernya dengan tali plastik biru. Di leher korban ditemukan bekas jeratan tali, lidahnya menjulur dan dari hidungnya mengeluarkan ingus.

Pageh termasuk korban tewas yang ke-32 di Karangasem karena bunuh diri dan kecelakaan lalu lintas. Korban tewas karena gantung diri termasuk tinggi di Karangasem. Sampai kini sudah mencapai 16 orang. Selain gantung diri karena alasan sakit tak kunjung sembuh, juga karena masalah cinta segitiga. (013)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)