Dewan
Siap
Lakukan
Koreksi ...
Pembengkakan
BOS Capai
Rp 2,3
Milyar
Denpasar
(Bali Post) -
DPRD Badung
akan
melakukan pengkajian
secara
rinci sekaligus
koreksi
terkait membengkaknya
dana BOS (Bantuan
Operasional
Sekolah) yang
mencapai
Rp 2,3
milyar.
Ketua DPRD Badung
Gde
Adnyana dan
Ketua
Komisi C Suwardana
mengatakan
hal itu
secara
terpisah, Senin
(26/9) kemarin,
saat
diminta komentarnya
soal
usulan tambahan
dana
BOS di
Badung.
Dalam
rancangan
perubahan
anggaran 2005
ini,
eksekutif mengusulkan
tambahan
dana
lagi Rp 2,3
milyar
untuk mendukung
pendidikan
siswa
melalui BOS. Sehingga
dana
BOS di
Badung untuk SD
dan SMP
mencapai sekitar 12
milyar
seluruhnya. Menurut
Suwardana,
persoalannya
bukan
semata-mata karena
membengkaknya
dana
BOS itu,
namun
hal itu
bisa
mengurangi anggaran
lainnya.
''Perlu
ada kajian
dan
pertimbangan secara
mendalam
dalam
bantuan itu agar
betul-betul
memberi
manfaat positif
bagi
siswa dan
tidak
sampai mengganggu
anggaran lain yang
juga
tak kalah
pentingnya,''
tambahnya.
Dikatakan,
selaku
panggar,
dana yang
dimiliki
Badung
setelah perubahan
memang
cukup besar
dan
sangat memungkinkan
disisihkan
untuk
pendidikan.
Sementara
itu,
Ketua DPRD Badung
Gde
Adnyana mengatakan
perlu
kajian lebih detail
terkait
peningkatan
dana BOS
tersebut.
Sebab,
kabupaten lain untuk
SD dan SMP
masing-masing
Rp 19
ribu dan
Rp 27
ribu per bulannya.
''Kenapa
di
Badung bisa
sampai
Rp 50 ribu
untuk
anak SMP,'' ujarnya.
Dewan
berhak
tahu penyebab
terjadinya
pembengkakan
tersebut
sehingga
harus
merogoh kantong
daerah
lagi Rp 2,3
milyar.
Namun,
secara
prinsip Adnyana
mendukung
langkah
eksekutif menggenjot
sektor
pendidikan di
Badung yang
belakangan
ini
tampak merosot.
Dalam
HDI (Human Development Indeks)
Badung
ternyata berada
urutan no. 3
di Bali
kalah dengan
Denpasar
dan
Tabanan.
Padahal
selama
ini Badung
memiliki
anggaran
terbesar
dibandingkan
kabupaten
lainnya.
Langkah
menggenjot
pendidikan
salah
satunya dengan
menambah BOS
diminta
Adnyana jangan
sampai
sia-sia.
Karenanya
dia
menginginkan ada
kajian yang
mendalam
dan
transparan sehingga
dana
itu
kalau nanti
dicairkan
betul-betul
dirasakan
langsung
manfaatnya
bagi
siswa.
''Dan yang terpenting
ada
perubahan signifikan
bagi
dunia pendidikan
di
Badung,'' jelas
mantan
Ketua DPC PDI-P Badung
ini.
Kepala
Dinas
Pendidikan Badung
Oka
Darmawan belum
berhasil
dimintai
konfirmasi
soal
dana BOS
tersebut.
Sumber
berdekatan mengatakan
sebenarnya
pihak
Dinas Pendidikan
Badung
sudah mengajukan
usulan
dana
dalam
jumlah tertentu
ke
pusat untuk
pembiayaan
pendidikan
di
daerah ini.
(031)