kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Paing, 27 September 2005

 Bali


Dewan
Siap Lakukan Koreksi  ...
Pembengkakan
BOS Capai Rp 2,3 Milyar

Denpasar (Bali Post) -
DPRD Badung akan melakukan pengkajian secara rinci sekaligus koreksi terkait membengkaknya dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang mencapai Rp 2,3 milyar. Ketua DPRD Badung Gde Adnyana dan Ketua Komisi C Suwardana mengatakan hal itu secara terpisah, Senin (26/9) kemarin, saat diminta komentarnya soal usulan tambahan dana BOS di Badung.

Dalam rancangan perubahan anggaran 2005 ini, eksekutif mengusulkan tambahan dana lagi Rp 2,3 milyar untuk mendukung pendidikan siswa melalui BOS. Sehingga dana BOS di Badung untuk SD dan SMP mencapai sekitar 12 milyar seluruhnya. Menurut Suwardana, persoalannya bukan semata-mata karena membengkaknya dana BOS itu, namun hal itu bisa mengurangi anggaran lainnya.

''Perlu ada kajian dan pertimbangan secara mendalam dalam bantuan itu agar betul-betul memberi manfaat positif bagi siswa dan tidak sampai mengganggu anggaran lain yang juga tak kalah pentingnya,'' tambahnya. Dikatakan, selaku panggar, dana yang dimiliki Badung setelah perubahan memang cukup besar dan sangat memungkinkan disisihkan untuk pendidikan.

Sementara itu, Ketua DPRD Badung Gde Adnyana mengatakan perlu kajian lebih detail terkait peningkatan dana BOS tersebut. Sebab, kabupaten lain untuk SD dan SMP masing-masing Rp 19 ribu dan Rp 27 ribu per bulannya. ''Kenapa di Badung bisa sampai Rp 50 ribu untuk anak SMP,'' ujarnya.

Dewan berhak tahu penyebab terjadinya pembengkakan tersebut sehingga harus merogoh kantong daerah lagi Rp 2,3 milyar. Namun, secara prinsip Adnyana mendukung langkah eksekutif menggenjot sektor pendidikan di Badung yang belakangan ini tampak merosot.

Dalam HDI (Human Development Indeks) Badung ternyata berada urutan no. 3 di Bali kalah dengan Denpasar dan Tabanan. Padahal selama ini Badung memiliki anggaran terbesar dibandingkan kabupaten lainnya. Langkah menggenjot pendidikan salah satunya dengan menambah BOS diminta Adnyana jangan sampai sia-sia.

Karenanya dia menginginkan ada kajian yang mendalam dan transparan sehingga dana itu kalau nanti dicairkan betul-betul dirasakan langsung manfaatnya bagi siswa. ''Dan yang terpenting ada perubahan signifikan bagi dunia pendidikan di Badung,'' jelas mantan Ketua DPC PDI-P Badung ini.

Kepala Dinas Pendidikan Badung Oka Darmawan belum berhasil dimintai konfirmasi soal dana BOS tersebut. Sumber berdekatan mengatakan sebenarnya pihak Dinas Pendidikan Badung sudah mengajukan usulan dana dalam jumlah tertentu ke pusat untuk pembiayaan pendidikan di daerah ini. (031)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)