kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 1 September 2005

 Properti


Desain
Rumah Mendatang Cenderung Minimalis 

Desain minimalis dan simpel akan menjadi trend gaya di tahun-tahun mendatang. Pengembangan desain minimalis ini akan terus berlanjut mengingat lahan bangunan untuk sebuah hunian semakin sempit, terutama di kota-kota besar seperti Denpasar.  Agar tidak membosankan, padukan dengan warna-warna yang cerah. Bahan metal cuma menjadi aksen

======================================================== 

Begitu tahun berganti, pastilah banyak orang akan berpikir seperti apa dandanan rumah yang akan trend di tahun yang baru. Meskipun sebenarnya ubah-mengubah gaya itu mestinya tidak harus selalu karena tahun berganti. Apalagi penataan interior itu tidak seperti fashion baju yang sangat sering bergantinya.

Tetapi yang pasti, perubahan zaman sangat memberi pengaruh pada gaya hidup, yang selanjutnya berefek pula kepada penataan interior rumah. Kemajuan teknologi di era ini membuat kepraktisan adalah segalanya.

Begitulah yang tercermin pada pilihan perabot dan aksesori interior rumah. Pola pikir praktis mempengaruhi bentuk-bentuk geometris, yang hampir semuanya berdesain simpel dan minimalis. Kesannya memang sederhana dan ringan, meski bukan berarti tidak gaya dan tetap saja indah. Kalaupun ada ukiran, bentuknya tidak terlalu berlekuk. Tidak serumit ukiran kayu jati Jepara atau ukiran Bali.

Gaya seperti ini sebenarnya sudah terlihat sejak tahun ini. Dan, menurut Joke R. Sunarya, desainer interior, style seperti itu akan up-to-date hingga tahun-tahun mendatang.

Sedikit yang membedakan, di tahun depan desain perabot rumah akan kembali ke gaya periode akhir 60-an. "Gaya jengki," begitu kata Husni Saleh, desainer interior dari Aesthetics. Maka entah itu kursi, meja, lemari, atau tempat tidur akan mempunyai kaki tetapi tidak terlalu tinggi. Bentuk geometris kaki perabot itu bisa melengkung, lurus, atau kerucut. Dan, bahan baku kaki itu bisa terbuat dari stainless atau kayu.

Di tahun 2005 ini memang penggunaan unsur metal, masih tetap diminati meski sudah jauh berkurang. Karena itu, warna-warna bernuansa metal tidak lagi nge-trend. Warna-warna juga sudah mulai sedikit cerah, walau tidak terlalu mencolok.

"Pemakaian warna merah bata, kuning apricot, nila, pink, hijau daun, dan merah burgundy makin banyak kelihatan. Warna-warna itu menetralisasi warna-warna milenium yang berkesan dingin," ujar Ade Indrawan, desainer interior dari Aesthetics.

Menurut Prima Haris, Business Development & General Manager Vinoti, kesan tekno pada perabot rumah akan berkurang. Alasannya, karena ternyata membosankan, apalagi yang warna-warnanya pun mendukung seperti warna perak. Karena kesan yang muncul dingin dan acuh terhadap lingkungan sekitarnya. "Dominasi warna perak mengesankan teknologi menguasai kehidupan manusia. Ini membuat manusia sangat individualitis. Dan, terlalu individualistis membuat manusia mudah depresi," ujar pria berkacamata itu.

Kondisi itu tentunya tak diingini lagi di tahun depan, sejalan dengan sudah mulai bangkitnya perekonomian. Orang pun sudah bosan dengan rasa depresi yang mendalam akibat terbelit krisis selama tiga tahun.

Warna-warna dinamis dan cerah sangat disukai karena bisa membangkitkan semangat hidup. Seperti warna kuning apricot, jingga, dan hijau daun. Joke bilang arah warna nanti condong ke warna netral yang tidak menyakiti mata bahkan bisa menyejukan mata.

Sebenarnya tidak cuma warna-warna itu saja yang akan nge-trend. Pada dasarnya, menurut Prima, ada empat konsep warna di tahun 2001 yang bisa diterapkan di hampir seluruh ruang di rumah. Pertama, back to innocence dalam arti polos dan berani untuk menunjukkan. Warna-warna yang masuk kategori ini adalah yang bersifat ''jreng'' seperti jingga, merah, dan kuning. Pemakainya yang cocok adalah yang berani untuk bereksperimen dalam memadukan warna.

Kedua, berkonsep reflective atau more matture. Dasarnya karena tahun 2001 itu adalah masa peralihan, dari masa lalu ke masa depan. Nah, pilihan warnanya bernuansa lebih hangat, manusiawi dan friendly, seperti abu-abu dan tea-washed.

Ketiga, warna-warna yang memberikan efek dingin, damai, glorious, dan harmoni, contohnya biru dan ungu. Dan, keempat, back to nature. Warna-warnanya yang mengambil unsur bumi atau earth color adalah seperti warna tanah, pasir, dan kayu. Untuk semakin lebih mendekatkan ke alam, tambahkan life creature seperti pepohonan atau bunga.

Agar tidak monoton, warna-warna di atas bisa saling dipadu-padankan. Seperti warna natural dipadukan dengan warna berani sebagai aksen, agar suasana terkesan lebih hidup. Contohnya, perabot berbahan kayu dipadankan dengan warna dinding orange matte. Atau sofa warna abu-abu dihiasi bantal-bantal berwarna merah hati.

Selain warna, tekstur bahan pelapis sofa pun mengalami perubahan. Tekstur bahan yang kasar dengan motif atau corak homogen lebih banyak diminati. Pola motifnya menyebar merata dan teratur, seperti garis-garis atau titik-titik kecil akan banyak dipakai. Corak kotak-kotak besar, dengan selang-seling warna dan motif/gambar berukruan besar sudah out of date.

Bahan dengan tekstur beludru akan digemari. Jenis kain belacu dan kain tenun Pekalongan yang tidak banyak warna juga masih diminati. Karena itu warnanya adalah coklat khaki atau broken white. Paduannya aksesori berupa bantal-bantal dengan warna yang lebih berani seperti merah, hijau, dan biru tua.

Di pertengahan tahun ular nanti, warna bronze alias perunggu akan muncul, begitu kata Joke. Ade dan Husni bilang pada periode tersebut warna keemasan juga baru muncul.

Berbicara bahan baku perabot, selaras dengan trend kembali ke alam maka penggunaan kayu akan makin marak di tahun depan. Unsur metal dan kaca menjadi kombinasinya, yang hanya digunakan sebagai aksen. Seperti untuk handle-nya. ''Jenis kayu yang digunakan adalah yang tekstur atau urat-urat kayunya terlihat menonjol. Kayu mahogani, misalnya,'' kata Husni. Kayu jati tetap digunakan karena sifatnya yang kuat, selain juga uratnya yang terlihat bagus. Bahan kayu tersebut diwarnai coklat tua.

Gaya dan warna di tahun depan memang sangat variatif. Tetapi, apa pilihannya, tergantung dari Anda sebagai konsumen. Soalnya, seperti Joke bilang, "Pada kenyataannya, jarang sekali konsumen mengikuti trend untuk perabot rumahnya secara saklek."

Soalnya ubah-ubah trend bayarannya tidaklah murah. Kalau tetap mau mengikuti trend, cukup mengganti beberapa bagiannya saja. Seperti bahan cover atau pernik-pernik lainnya. Tinggal pintar-pintarnya Anda, melakukan mix-match alias padu padan. (net, berbagai sumber)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)