Desain
Rumah
Mendatang Cenderung
Minimalis
Desain
minimalis
dan
simpel akan
menjadi trend
gaya
di
tahun-tahun mendatang.
Pengembangan
desain
minimalis ini
akan
terus berlanjut
mengingat
lahan
bangunan untuk
sebuah
hunian semakin
sempit,
terutama di
kota-kota
besar
seperti Denpasar.
Agar tidak
membosankan,
padukan
dengan warna-warna
yang cerah.
Bahan metal
cuma
menjadi aksen.
========================================================
Begitu
tahun
berganti, pastilah
banyak
orang akan
berpikir
seperti
apa dandanan
rumah yang
akan trend
di
tahun yang baru.
Meskipun
sebenarnya
ubah-mengubah
gaya
itu
mestinya tidak
harus
selalu karena
tahun
berganti. Apalagi
penataan interior
itu
tidak seperti fashion
baju yang
sangat
sering bergantinya.
Tetapi
yang pasti,
perubahan
zaman
sangat memberi
pengaruh
pada
gaya
hidup, yang
selanjutnya
berefek pula
kepada
penataan interior rumah.
Kemajuan
teknologi
di era
ini membuat
kepraktisan
adalah
segalanya.
Begitulah
yang tercermin
pada
pilihan perabot
dan
aksesori interior rumah.
Pola
pikir praktis
mempengaruhi
bentuk-bentuk
geometris, yang
hampir
semuanya berdesain
simpel
dan minimalis.
Kesannya
memang
sederhana dan
ringan,
meski bukan
berarti
tidak
gaya
dan
tetap saja
indah.
Kalaupun ada
ukiran,
bentuknya tidak
terlalu
berlekuk. Tidak
serumit
ukiran kayu
jati
Jepara atau
ukiran Bali.
Gaya
seperti
ini sebenarnya
sudah
terlihat sejak
tahun
ini. Dan, menurut
Joke R. Sunarya,
desainer interior, style
seperti
itu akan up-to-date
hingga
tahun-tahun mendatang.
Sedikit
yang membedakan,
di
tahun depan
desain
perabot rumah
akan
kembali ke
gaya
periode
akhir 60-an. "Gaya
jengki,"
begitu
kata Husni
Saleh,
desainer interior dari
Aesthetics. Maka
entah
itu kursi,
meja,
lemari, atau
tempat
tidur akan
mempunyai kaki
tetapi
tidak terlalu
tinggi.
Bentuk geometris kaki
perabot
itu bisa
melengkung,
lurus,
atau kerucut. Dan,
bahan
baku
kaki itu
bisa
terbuat dari
stainless atau
kayu.
Di
tahun 2005
ini
memang penggunaan
unsur metal,
masih
tetap diminati
meski
sudah jauh
berkurang.
Karena
itu, warna-warna
bernuansa metal
tidak
lagi nge-trend.
Warna-warna
juga
sudah mulai
sedikit
cerah, walau
tidak
terlalu mencolok.
"Pemakaian
warna
merah bata,
kuning apricot,
nila, pink,
hijau
daun, dan
merah burgundy
makin
banyak kelihatan.
Warna-warna
itu
menetralisasi warna-warna
milenium yang
berkesan
dingin,"
ujar
Ade Indrawan,
desainer interior
dari Aesthetics.
Menurut
Prima Haris, Business
Development & General Manager
Vinoti, kesan
tekno
pada perabot
rumah
akan berkurang.
Alasannya,
karena
ternyata membosankan,
apalagi yang
warna-warnanya pun
mendukung
seperti
warna perak.
Karena
kesan yang muncul
dingin
dan acuh
terhadap
lingkungan
sekitarnya. "Dominasi
warna
perak mengesankan
teknologi
menguasai
kehidupan
manusia.
Ini
membuat manusia
sangat
individualitis. Dan, terlalu
individualistis
membuat
manusia mudah
depresi,"
ujar
pria berkacamata
itu.
Kondisi
itu
tentunya tak
diingini
lagi di
tahun
depan, sejalan
dengan
sudah mulai
bangkitnya
perekonomian.
Orang pun
sudah
bosan dengan
rasa
depresi yang mendalam
akibat
terbelit krisis
selama
tiga tahun.
Warna-warna
dinamis
dan cerah
sangat
disukai karena
bisa
membangkitkan semangat
hidup.
Seperti warna
kuning apricot,
jingga,
dan hijau
daun. Joke
bilang
arah warna
nanti
condong ke
warna
netral yang tidak
menyakiti
mata
bahkan bisa
menyejukan
mata.
Sebenarnya
tidak
cuma warna-warna
itu
saja yang akan
nge-trend.
Pada
dasarnya, menurut
Prima, ada
empat
konsep warna
di
tahun 2001 yang bisa
diterapkan
di
hampir seluruh
ruang
di rumah.
Pertama, back to innocence
dalam
arti polos
dan
berani untuk
menunjukkan.
Warna-warna yang
masuk
kategori ini
adalah yang
bersifat ''jreng''
seperti
jingga, merah,
dan
kuning. Pemakainya
yang cocok
adalah yang
berani
untuk bereksperimen
dalam
memadukan warna.
Kedua,
berkonsep reflective
atau more
matture.
Dasarnya
karena
tahun 2001 itu
adalah
masa peralihan,
dari
masa lalu
ke masa
depan. Nah,
pilihan
warnanya bernuansa
lebih
hangat, manusiawi
dan friendly,
seperti
abu-abu dan
tea-washed.
Ketiga,
warna-warna yang
memberikan
efek
dingin, damai,
glorious, dan
harmoni,
contohnya
biru
dan ungu. Dan,
keempat, back to nature.
Warna-warnanya yang
mengambil
unsur
bumi atau earth color
adalah
seperti warna
tanah,
pasir, dan
kayu.
Untuk semakin
lebih
mendekatkan ke
alam,
tambahkan life creature
seperti pepohonan
atau
bunga.
Agar tidak
monoton,
warna-warna
di atas
bisa
saling dipadu-padankan.
Seperti
warna natural dipadukan
dengan
warna berani
sebagai
aksen, agar suasana
terkesan
lebih
hidup. Contohnya,
perabot
berbahan kayu
dipadankan
dengan
warna dinding orange
matte. Atau sofa
warna
abu-abu dihiasi
bantal-bantal
berwarna
merah
hati.
Selain
warna,
tekstur bahan
pelapis sofa pun
mengalami
perubahan.
Tekstur
bahan yang kasar
dengan motif
atau
corak homogen
lebih
banyak diminati.
Pola
motifnya menyebar
merata
dan teratur,
seperti
garis-garis atau
titik-titik
kecil
akan banyak
dipakai.
Corak
kotak-kotak besar,
dengan
selang-seling warna
dan motif/gambar
berukruan
besar
sudah out of date.
Bahan
dengan
tekstur beludru
akan
digemari. Jenis
kain
belacu dan
kain
tenun Pekalongan yang
tidak
banyak warna
juga
masih diminati.
Karena
itu warnanya
adalah
coklat khaki atau
broken white. Paduannya
aksesori
berupa
bantal-bantal dengan
warna yang
lebih
berani seperti
merah,
hijau, dan
biru
tua.
Di
pertengahan
tahun
ular nanti,
warna bronze alias
perunggu
akan
muncul, begitu
kata Joke.
Ade dan
Husni
bilang pada
periode
tersebut warna
keemasan
juga
baru muncul.
Berbicara
bahan
baku
perabot,
selaras
dengan trend kembali
ke alam
maka
penggunaan kayu
akan
makin marak
di
tahun depan.
Unsur metal
dan
kaca menjadi
kombinasinya, yang
hanya
digunakan sebagai
aksen.
Seperti untuk handle-nya.
''Jenis
kayu yang digunakan
adalah yang
tekstur
atau urat-urat
kayunya
terlihat menonjol.
Kayu
mahogani, misalnya,''
kata
Husni. Kayu
jati
tetap digunakan
karena
sifatnya yang kuat,
selain
juga uratnya yang
terlihat
bagus.
Bahan kayu
tersebut
diwarnai
coklat
tua.
Gaya
dan
warna di
tahun
depan memang
sangat
variatif. Tetapi,
apa
pilihannya, tergantung
dari
Anda sebagai
konsumen.
Soalnya,
seperti Joke
bilang, "Pada
kenyataannya,
jarang
sekali konsumen
mengikuti trend
untuk
perabot rumahnya
secara
saklek."
Soalnya
ubah-ubah trend
bayarannya
tidaklah
murah.
Kalau tetap
mau
mengikuti trend, cukup
mengganti
beberapa
bagiannya
saja.
Seperti bahan cover
atau
pernik-pernik lainnya.
Tinggal
pintar-pintarnya Anda,
melakukan mix-match alias
padu
padan. (net,
berbagai
sumber)