kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 1 September 2005

 Pariwisata


Kuncinya
, Konsolidasi dan Sinergi 

Melalui pemilihan yang alot namun demokratis, Bagus Sudibya terpilih menjadi Ketua Bali Tourism Board (BTB) 2005 - 2008. Dia berhasil mengungguli Putu Antara dengan angka tipis 14 : 13 dalam Konvensi BTB di Kuta, Kamis (25/8). Kepercayaan ini menyebabkan beban semakin berat di pundak Sudibya, yang juga tercatat sebagai Ketua DPD Asita Bali. "Saya harus tetap menghargai kepercayaan teman-teman," ujarnya.

Bagi Bagus Sudibya yang kerap disapa Pak Udi, memilih dan dipilih merupakan konsekuensi beroganisasi. Oleh karena itu ketika ditanya tentang kesediaannya dicalonkan menjadi Ketua BTB 2005 sebelum secara resmi diajukan, argumentasi itu pulalah yang diucapkannya. Terdengar diplomatis, namun menyiratkan suatu sikap tegas seorang organisatoris. "Bagi saya dan mungkin teman-teman lainnya, aktif di organisasi itu ngayah," tandas Bagus.

Atas dasar itulah tak tampak sebersitpun keraguan sekaligus kegembiraan yang berlebihan ketika secara resmi dia terpilih menjadi Ketua BTB menggantikan Putu Antara. Ketika ditanya apakah tidak berat mengetuai dua organisasi besar (BTB dan Asita), Sudinya mengatakan, bisa saja dilihat demikian. Namun, dia sudah terbiasa bekerja secara tim (teamwork). Dengan demikian, bagaimana mendelegasikan kewenangan kepada tim yang ada. Kuncinya, konsolidasi internal dan sinergi dengan pihak terkait.

Dia menyadari, untuk mewujudkan hal itu bukan suatu pekerjaan yang mudah. Namun melalui pendekatan personal dan interaksi yang intens dengan berbagai pihak, dia yakin upaya membangun pariwisata Bali secara bersama sedikit demi sedikit bisa terwujud. Managing Director Bagus Group ini menegaskan akan memperkuat kesekretariatan BTB. Tengah dijajaki untuk menempatkan seorang Direktur Eksekutif BTB. Namun semuanya tergantung kesepakatan dengan pengurus BTB yang lain.

Selain teknis leadership di atas, Sudibya ingin meneruskan apa yang telah digariskan menjadi program BTB 2005 - 2008. Tantangan pariwisata Bali ke depan semakin tidak ringan. Oleh karena itu, BTB tak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan komponen pariwisata lainnya. Utamanya dengan pemerintah, legislatif, kalangan kampus dan masyarakat. Sebagaimana kerap disuarakan di media massa, promosi dan marketing ke luar negeri tak boleh kendur. Keterbatasan dana promosi harus diimbangi oleh program yang fokus dan efisien. (gre)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)