kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 1 September 2005

 Mancanegara


Panik
karena Isu Bomber, Ratusan Tewas

Baghdad-
Lebih
dari 630 orang tewas akibat saling berdesak-desakan dan aksi penyerangan di Baghdad Selasa, saat ribuan warga religius Muslim Shiah berkumpul di dekat sebuah tempat suci, kata staf setempat.

Banyak dari mereka tewas tenggelam setelah berjatuhan dari sebuah jembatan akibat panik setelah mendengar berita yang mengatakan bahwa ada bomber bunuh diri di tengah-tengah kerumunan. Insiden ini merupakan sebuah tragedi paling banyak merenggut korban jiwa sejak perang Iraq pimpinan AS digelar.

"Sebanyak 637 orang sudah dinyatakan tewas dan 238 lainnya luka-luka menurut informasi yang diperoleh dari lima rumah sakit," kata seorang staf keamanan kepada wartawan, sementara seorang karyawan rumah sakit mengatakan 20 orang tewas akibat keracunan.

Insiden desak-desakan tersebut terjadi beberapa saat setelah tempat suci Kadhimiyah diserang tembakan mortir, yang menyebabkan tujuh orang langsung tewas dan lusinan terluka, saat gerombolan orang di sana berkumpul untuk mengenang kematian sosok figur yang dipuja Imam Mussa Kazim.

"Lusinan peziarah jatuh menuju sungai Tigris saat mereka panik setelah ada rumor adanya dua orang bomber bunuh diri di tengah kerumuman, saat mereka menyebrangi jembatan Al-Aaimmah di dekat Masjid," kata sumber tadi.

Militer AS mengatakan beberapa helikopter kemudian melakukan penembakan terhadap para tersangka pemberontak yang melakukan tembakan mortir di TKP dan mengirimkan unit angkatan darat untuk menyisir serta mencari tersangka yang bertanggung jawab. Lusinan orang kemudian ditangkap untuk diinterogasi.

"Banyak wanita dan anak-anak kemudian berhamburan dalam keadaan panik setelah serangan terjadi," kata seorang tentara Irak.

Enam orang lainnya terluka saat para pria bersenjata mulai menembakkan senapannya menuju peziarah Shiah di wilayah dekat Adhamiyah tersebut, kata seorang sumber dari kementrian dalam negeri.

"Para peziarah ini sedang dalam perjalanan menuju tempat suci Kadhimiyah dan melewati sebuah Masjid milik kaum Sunni pada saat beberapa pria bersenjata menembakkan senjata ke arah mereka," kata sumber tersebut.

Dalam sebuah aksi penyerangan lain, tiga warga Irak, termasuk seorang staf kepolisian tewas di kota kaya minyak Kirkuk saat para pemberontak menyearng sebuah patroli polisi.

Aksi kekerasan terbaru ini terjadi sehari setelah dilancarkannya serangan udara oleh AS terhadap sebuah markas persembunyian yang diduga milik Al-Qaeda di dekat perbatasan Suriah menewaskan sedikitnya 56 orang.

Pihak militer AS mengatakan mereka tidak mengetahui jumlah korban yang pasti, namun mereka mengklaim jika tiga serangan tersebut menargetkan "rumah-rumah aman para teroris," yang dikatakan berhasil membunuh Abu Islam seorang pejabat pada gerombolan Al-Qaeda. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)