Panik
karena
Isu Bomber, Ratusan
Tewas
Baghdad-
Lebih
dari 630
orang
tewas
akibat
saling berdesak-desakan
dan
aksi penyerangan
di Baghdad
Selasa,
saat ribuan
warga
religius Muslim Shiah
berkumpul
di
dekat sebuah
tempat
suci, kata
staf
setempat.
Banyak
dari
mereka
tewas tenggelam
setelah
berjatuhan dari
sebuah
jembatan akibat
panik
setelah mendengar
berita yang
mengatakan
bahwa
ada bomber bunuh
diri di
tengah-tengah
kerumunan.
Insiden
ini
merupakan sebuah
tragedi paling
banyak
merenggut korban
jiwa
sejak perang
Iraq
pimpinan AS
digelar.
"Sebanyak
637 orang
sudah
dinyatakan tewas
dan 238
lainnya luka-luka
menurut
informasi yang diperoleh
dari
lima
rumah
sakit," kata
seorang
staf keamanan
kepada
wartawan, sementara
seorang
karyawan rumah
sakit
mengatakan 20 orang
tewas
akibat
keracunan.
Insiden
desak-desakan
tersebut
terjadi
beberapa saat
setelah
tempat suci
Kadhimiyah
diserang
tembakan
mortir, yang
menyebabkan
tujuh
orang langsung
tewas
dan
lusinan terluka,
saat
gerombolan orang
di
sana
berkumpul
untuk
mengenang kematian
sosok
figur yang dipuja
Imam Mussa
Kazim.
"Lusinan
peziarah
jatuh
menuju sungai Tigris
saat
mereka panik
setelah
ada rumor adanya
dua
orang bomber bunuh
diri di
tengah
kerumuman, saat
mereka
menyebrangi jembatan
Al-Aaimmah
di
dekat Masjid,"
kata
sumber tadi.
Militer
AS mengatakan
beberapa
helikopter
kemudian
melakukan
penembakan
terhadap
para
tersangka pemberontak
yang melakukan
tembakan
mortir
di TKP dan
mengirimkan unit
angkatan
darat
untuk menyisir
serta
mencari tersangka
yang bertanggung
jawab.
Lusinan
orang
kemudian ditangkap
untuk
diinterogasi.
"Banyak
wanita
dan anak-anak
kemudian
berhamburan
dalam
keadaan panik
setelah
serangan terjadi,"
kata
seorang tentara
Irak.
Enam
orang
lainnya terluka
saat
para pria
bersenjata
mulai
menembakkan senapannya
menuju
peziarah Shiah
di
wilayah dekat
Adhamiyah
tersebut,
kata
seorang sumber
dari
kementrian dalam
negeri.
"Para peziarah
ini
sedang dalam
perjalanan
menuju
tempat suci
Kadhimiyah
dan
melewati sebuah
Masjid
milik kaum Sunni
pada
saat beberapa
pria
bersenjata menembakkan
senjata
ke arah
mereka,"
kata
sumber tersebut.
Dalam
sebuah
aksi penyerangan
lain, tiga
warga
Irak, termasuk
seorang
staf kepolisian
tewas
di
kota
kaya
minyak
Kirkuk
saat
para pemberontak
menyearng
sebuah
patroli polisi.
Aksi
kekerasan
terbaru
ini terjadi
sehari
setelah dilancarkannya
serangan
udara
oleh AS terhadap
sebuah
markas persembunyian
yang diduga
milik Al-Qaeda
di
dekat perbatasan
Suriah
menewaskan sedikitnya
56 orang.
Pihak
militer AS
mengatakan
mereka
tidak mengetahui
jumlah
korban yang pasti,
namun
mereka mengklaim
jika
tiga serangan
tersebut
menargetkan "rumah-rumah
aman
para teroris," yang
dikatakan
berhasil
membunuh Abu Islam
seorang
pejabat pada
gerombolan Al-Qaeda.
(ton/afp)