kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 1 September 2005

 Mancanegara


Diterjang Katrina
Empat Negara Bagian AS Porak Poranda

Washington-
BP/afp
Ditolong - Korban topan Katrina ditolong helikopter penjaga pesisir menuju area yang lebih aman Kamis (31/8) di New Orleans, Lousiana. Empat negara bagian AS terkena dampak paling buruk dari topan Katrina.

Empat negara bagian di bagian selatan Amerika Serikat yang menghadap ke teluk Meksiko porak poranda akibat topan Katrina. Negara bagian itu adalah Mississippi, Louisiana, Alabama dan Florida. Diperkirakan ratusan orang tewas akibat topan ini. Di Mississippi saja telah dilaporan 125 orang tewas dan masih banyak tempat lainnya yang belum bisa dipantau akibat luasnya daerah terjangan topan ini.

Mengantisipasi kejadian paling buruk, pihak Pentagon mengirimkan lima kapal, delapan tim penyelamat maritim, beberapa helikopter dan suplai bantuan menuju wilayah Selatan yang berantakan diterjang topan Katrina, kata New York Times Rabu (31/8) kemarin.

Dalam keputusan yang diambil Selasa malam, Departemen Pertahanan AS mengerahkan sebuah kapal perang amphibi AS dari Texas, sementara empat kapal lainnya diharapkan berlayar dari Norfolk, Virginia dalam 24 jam, kata juru bicara komando Utara kepada harian tersebut.

Kapal perang tersebut membawa enam helikopter, sementara kapal-kapal lainnya akan diisi dengan makanan, bahan bakar, peralatan medis dan bantuan konstruksi, juga hovercraft yang bisa digunakan untuk tindakan evakuasi dan misi pencarian maupun penyelamatan, kata juru bicara Mike Kucharek.

Pada saat yang sama, delapan boat Swift tim penyelamat diterbangkan dari California menuju Lousiana di dalam pesawat kargo C-5 milik AU. 

Seluruh komunitas pesisir di Lousiana dan Mississippi dihancurkan oleh topan Katrina saat menyentuh daratan dengan kecepatan angin 225 kilometer perjam dan membawa hujan deras.

Sementara walikota New Orleans Ray Nagin Rabu kemarin mengatakan penduduk harus menunggu selama tiga hingga empat bulan sebelum bisa kembali menuju New Orleans, dimana 80 persen wilayahnya terendam air setelah sebuah bendungan besar jebol dan serbuan air yang menenggelamkan kota setelah badai Katrina menggempur.

"Kami dapat memberi informasi bahwa 12 hingga 16 pekan waktu sebelum masyarakat dapat kembali lagi," kata Nagin kepada televisi ABC, sambil memberi penekanan terhadap "mayat-mayat di dalam air."Pada waktu yang tidak lama, mayat-mayat tersebut akan mulai menciptakan atau menimbulkan penyakit yang serius," katanya.

Danau Pontchanrtrain secara perlahan merembeskan airnya menuju daratan kota rendah New Orleans setelah usaha untuk membendung meningginya tingkat air danau ini gagal.

Dari Mississippi Gubernur Haley Barbour mengatakan bahwa 90 persen dari bangunan di area yang paling parah terkena hantaman topan di Pesisir Teluk negara bagian pimpinannya  "secara total menghilang" akibat badai Katrina.

"Antara laut dan jalanan tak ada batasnya, setiap rumah yang berada di sana menghilang," kata Barbour kepada televisi NBC. "Sembilan puluh persen struktur bangunan hilang total. Runtuhan maupun rongsokan ada setinggi lutut, pinggang hingga dagu. Bencana ini tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata," katanya. "Anda akan melihat blok-blok dan blok di sana tanpa ada rumah yang berdiri. Saya maksudkan tidak ada apa-apa lagi."

Ia mengatakan jika dirinya pernah menyaksikan kuatnya topan Camille dan akibatnya pada 1969, namun ia menegaskan jika badai kali ini lebih dahsyat.

"Saat itu ada beberapa tempat yang tidak disentuh oleh topan Camille, namun bencana topan kali ini begitu mengerikan. Anda dapat berjalan sejauh 40 hingga 50 kilometer di sepanjang Pesisir Teluk Meksiko dan semuanya lenyap." (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)