Diterjang Katrina
Empat Negara Bagian AS Porak Poranda
Washington-
BP/afp
Ditolong - Korban topan Katrina ditolong helikopter
penjaga pesisir menuju area yang lebih aman Kamis (31/8)
di New Orleans, Lousiana. Empat negara bagian AS terkena
dampak paling buruk dari topan Katrina.
Empat negara bagian di bagian selatan Amerika Serikat
yang menghadap ke teluk Meksiko porak poranda akibat
topan Katrina. Negara bagian itu adalah Mississippi,
Louisiana, Alabama dan Florida. Diperkirakan ratusan
orang tewas akibat topan ini. Di Mississippi saja telah
dilaporan 125 orang tewas dan masih banyak tempat
lainnya yang belum bisa dipantau akibat luasnya daerah
terjangan topan ini.
Mengantisipasi kejadian paling buruk, pihak Pentagon
mengirimkan lima kapal, delapan tim penyelamat maritim,
beberapa helikopter dan suplai bantuan menuju wilayah
Selatan yang berantakan diterjang topan Katrina, kata
New York Times Rabu (31/8) kemarin.
Dalam keputusan yang diambil Selasa malam, Departemen
Pertahanan AS mengerahkan sebuah kapal perang amphibi AS
dari Texas, sementara empat kapal lainnya diharapkan
berlayar dari Norfolk, Virginia dalam 24 jam, kata juru
bicara komando Utara kepada harian tersebut.
Kapal perang tersebut membawa enam helikopter, sementara
kapal-kapal lainnya akan diisi dengan makanan, bahan
bakar, peralatan medis dan bantuan konstruksi, juga
hovercraft yang bisa digunakan untuk tindakan evakuasi
dan misi pencarian maupun penyelamatan, kata juru bicara
Mike Kucharek.
Pada saat yang sama, delapan boat Swift tim penyelamat
diterbangkan dari California menuju Lousiana di dalam
pesawat kargo C-5 milik AU.
Seluruh komunitas pesisir di Lousiana dan Mississippi
dihancurkan oleh topan Katrina saat menyentuh daratan
dengan kecepatan angin 225 kilometer perjam dan membawa
hujan deras.
Sementara walikota New Orleans Ray Nagin Rabu kemarin
mengatakan penduduk harus menunggu selama tiga hingga
empat bulan sebelum bisa kembali menuju New Orleans,
dimana 80 persen wilayahnya terendam air setelah sebuah
bendungan besar jebol dan serbuan air yang
menenggelamkan kota setelah badai Katrina menggempur.
"Kami
dapat memberi informasi bahwa 12 hingga 16 pekan waktu
sebelum masyarakat dapat kembali lagi," kata Nagin
kepada televisi ABC, sambil memberi penekanan terhadap "mayat-mayat
di dalam air."Pada waktu yang tidak lama, mayat-mayat
tersebut akan mulai menciptakan atau menimbulkan
penyakit yang serius," katanya.
Danau Pontchanrtrain secara perlahan merembeskan airnya
menuju daratan kota rendah New Orleans setelah usaha
untuk membendung meningginya tingkat air danau ini gagal.
Dari Mississippi Gubernur Haley Barbour mengatakan bahwa
90 persen dari bangunan di area yang paling parah
terkena hantaman topan di Pesisir Teluk negara bagian
pimpinannya "secara total menghilang" akibat badai
Katrina.
"Antara
laut dan jalanan tak ada batasnya, setiap rumah yang
berada di sana menghilang," kata Barbour kepada televisi
NBC. "Sembilan puluh persen struktur bangunan hilang
total. Runtuhan maupun rongsokan ada setinggi lutut,
pinggang hingga dagu. Bencana ini tidak bisa dijelaskan
dengan kata-kata," katanya. "Anda akan melihat blok-blok
dan blok di sana tanpa ada rumah yang berdiri. Saya
maksudkan tidak ada apa-apa lagi."
Ia mengatakan jika dirinya pernah menyaksikan kuatnya
topan Camille dan akibatnya pada 1969, namun ia
menegaskan jika badai kali ini lebih dahsyat.
"Saat
itu ada beberapa tempat yang tidak disentuh oleh topan
Camille, namun bencana topan kali ini begitu mengerikan.
Anda dapat berjalan sejauh 40 hingga 50 kilometer di
sepanjang Pesisir Teluk Meksiko dan semuanya lenyap."
(ton/afp)