Golkar
WO, Tolak
Bahas Dana
Persegi
Gianyar
(Bali Post) -
Sidang
paripurna DPRD
Gianyar
membahas permohonan
persetujuan
pengeluaran
anggaran
mendahului
perubahan APBD 2005 yang
diajukan
Bupati
Gianyar A.A. Gde
Agung
Bharata, S.H., Rabu
(31/8) kemarin,
diwarnai
aksi walk out (WO)
oleh
Fraksi Partai
Golkar (FPG).
Fraksi
berkekuatan 10 orang
ini
mendesak agar permohonan
bantuan
dana
Rp 830
juta untuk
Persegi
dalam rangka
menuntaskan
sisa
kompetisi PSSI Divisi
Utama
tidak diagendakan
dalam
sidang paripurna.
Karena
aspirasinya
tidak
digubris, FPG akhirnya
memilih
keluar dari
sidang alias
tidak
mengikuti proses
persidangan.
''Kami (FPG-red)
memilih walk out
karena
tidak mau
bantuan
dana
untuk
Persegi itu
dibahas
lagi oleh
Dewan.
Selama ini,
dana
yang dikucurkan
untuk
Persegi sudah
begitu
besar,'' kata
Ketua FPG DPRD
Gianyar Drs. I Made
Suamba.
Menurutnya,
ada
tiga item permohonan
pengeluaran
anggaran
mendahului
perubahan APBD 2005 yang
diajukan
Bupati
Bharata.
Ketiga item
itu
meliputi bantuan
dana
untuk Porda Bali VII
senilai
Rp 900 juta,
bantuan
studi banding untuk
perbekel/lurah se-Gianyar
ke
Bandung Rp 300
juta
dan bantuan
kepada
Persegi dalam
rangka
menuntaskan sisa
kompetisi PSSI
Divisi
Utama Rp 830
juta.
Khusus
untuk item
pertama
dan kedua,
kata
Suamba, FPG sebenarnya
sangat
setuju jika
permohonan
pengeluaran
anggaran
mendahului
itu
diloloskan oleh
Dewan. ''Kami
hanya
menolak agenda pembahasan
yang menyangkut
bantuan
dana
untuk
Persegi. Agenda lainnya,
tidak
ada
masalah,'' tegasnya.
Pihaknya
tidak
mentoleransi lagi
untuk
membahas bantuan
dana
untuk
Persegi. Pasalnya,
dana
APBD yang sudah
tersedot
untuk
mendanai tim
berjuluk
Laskar
Kuda Jingkrak
sudah
begitu besar.
Sepanjang
tahun
anggaran 2005 ini,
Persegi
sudah mengantongi
dana Rp
3,9
milyar plus Rp 2,4
milyar yang
proses
pencairan dananya
dilakukan
dua
tahap. Ternyata,
dana
itu
dianggap tidak
mencukupi
sehingga
ada
lagi permohonan
dana
ketiga Rp 830
juta.
Kata
dia,
Gianyar sebenarnya
masih
memiliki banyak
program kegiatan yang
jelas-jelas
lebih
menyentuh kepentingan
masyarakat
luas yang
jauh
lebih urgen
untuk
diprioritaskan pendanaannya.
Saat
ada permohonan
dana Rp
2,4
milyar untuk
Persegi
beberapa bulan
lalu,
Fraksi Partai
Golkar
sebenarnya sudah
menolak. ''Tapi,
saat
itu kami
kalah voting
sehingga
dana
itu
lolos.
Kalau
sekarang
di-voting
lagi,
kami pasti
kalah
sehingga lebih
baik
memilih WO,'' katanya.
Meski
begitu,
pihaknya tetap
salut
atas prestasi
Persegi yang
terbukti
mampu
tetap bertahan
di
Divisi Utama.
Ke
depan,
FPG berharap
Persegi
mandiri dalam
membiayai
kompetisi.
Sementara
itu,
Fraksi Gianyar
Bersatu (FGB)
juga
menyetujui pengeluaran
anggaran
mendahului
untuk
penyelenggaraan Porda
Bali VII dan
studi banding
perbekel/lurah se-Kabupaten
Gianyar
ke Bandung.
Sedangkan
pada item
bantuan
dana
untuk
Persegi, fraksi
ini
memilih cara yang
lebih
manis dari FPG.
Abstain alias
tidak
bersikap dan
tetap
mengikuti proses
persidangan
secara
penuh. ''Pada
saat
eksekutif mengajukan
permohonan
dana Rp
2,4
milyar untuk
Persegi
beberapa waktu
lalu,
kami juga
memilih abstain,''
ujar
anggota FGB IGP Ngurah
Rawan.
Di
lain
pihak, Fraksi PDI-P
menyetujui
ketiga item
permohonan
pengeluaran
anggaran
mendahului yang
diajukan
Bupati
Bharata. Khusus
ana
Persegi, fraksi
dengan
anggota tergemuk
ini
mempertegas bahwa
dana
ini
merupakan yang terakhir
kalinya
buat Persegi
selama
tahun anggaran 2005.
''Kami
sudah menegaskan agar
hal itu
dijadikan
keputusan DPRD
Gianyar,''
tegas
Ketua Fraksi PDI-P
Drs. I Made Sura
Astra.(kmb13/dar)