kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 1 September 2005

 Bali


Golkar
WO, Tolak Bahas Dana Persegi 

Gianyar (Bali Post) -
Sidang
paripurna DPRD Gianyar membahas permohonan persetujuan pengeluaran anggaran mendahului perubahan APBD 2005 yang diajukan Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata, S.H., Rabu (31/8) kemarin, diwarnai aksi walk out (WO) oleh Fraksi Partai Golkar (FPG). Fraksi berkekuatan 10 orang ini mendesak agar permohonan bantuan dana Rp 830 juta untuk Persegi dalam rangka menuntaskan sisa kompetisi PSSI Divisi Utama tidak diagendakan dalam sidang paripurna.

Karena aspirasinya tidak digubris, FPG akhirnya memilih keluar dari sidang alias tidak mengikuti proses persidangan.

''Kami (FPG-red) memilih walk out karena tidak mau bantuan dana untuk Persegi itu dibahas lagi oleh Dewan. Selama ini, dana yang dikucurkan untuk Persegi sudah begitu besar,'' kata Ketua FPG DPRD Gianyar Drs. I Made Suamba.

Menurutnya, ada tiga item permohonan pengeluaran anggaran mendahului perubahan APBD 2005 yang diajukan Bupati Bharata. Ketiga item itu meliputi bantuan dana untuk Porda Bali VII senilai Rp 900 juta, bantuan studi banding untuk perbekel/lurah se-Gianyar ke Bandung Rp 300 juta dan bantuan kepada Persegi dalam rangka menuntaskan sisa kompetisi PSSI Divisi Utama Rp 830 juta. Khusus untuk item pertama dan kedua, kata Suamba, FPG sebenarnya sangat setuju jika permohonan pengeluaran anggaran mendahului itu diloloskan oleh Dewan. ''Kami hanya menolak agenda pembahasan yang menyangkut bantuan dana untuk Persegi. Agenda lainnyatidak ada masalah,'' tegasnya.

Pihaknya tidak mentoleransi lagi untuk membahas bantuan dana untuk Persegi. Pasalnya, dana APBD yang sudah tersedot untuk mendanai tim berjuluk Laskar Kuda Jingkrak sudah begitu besar. Sepanjang tahun anggaran 2005 ini, Persegi sudah mengantongi dana Rp 3,9 milyar plus Rp 2,4 milyar yang proses pencairan dananya dilakukan dua tahap. Ternyata, dana itu dianggap tidak mencukupi sehingga ada lagi permohonan dana ketiga Rp 830 juta.

Kata dia, Gianyar sebenarnya masih memiliki banyak program kegiatan yang jelas-jelas lebih menyentuh kepentingan masyarakat luas yang jauh lebih urgen untuk diprioritaskan pendanaannya. Saat ada permohonan dana Rp 2,4 milyar untuk Persegi beberapa bulan lalu, Fraksi Partai Golkar sebenarnya sudah menolak. ''Tapi, saat itu kami kalah voting sehingga dana itu lolos. Kalau sekarang di-voting lagi, kami pasti kalah sehingga lebih baik memilih WO,'' katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap salut atas prestasi Persegi yang terbukti mampu tetap bertahan di Divisi Utama. Ke depan, FPG berharap Persegi mandiri dalam membiayai kompetisi.

Sementara itu, Fraksi Gianyar Bersatu (FGB) juga menyetujui pengeluaran anggaran mendahului untuk penyelenggaraan Porda Bali VII dan  studi banding perbekel/lurah se-Kabupaten Gianyar ke Bandung. Sedangkan pada item bantuan dana untuk Persegi, fraksi ini memilih cara yang lebih manis dari FPG. Abstain alias tidak bersikap dan tetap mengikuti proses persidangan secara penuh. ''Pada saat eksekutif mengajukan permohonan dana Rp 2,4 milyar untuk Persegi beberapa waktu lalu, kami juga memilih abstain,'' ujar anggota FGB IGP Ngurah Rawan.

Di lain pihak, Fraksi PDI-P menyetujui ketiga item permohonan pengeluaran anggaran mendahului yang diajukan Bupati Bharata. Khusus ana Persegi, fraksi dengan anggota tergemuk ini mempertegas bahwa dana ini merupakan yang terakhir kalinya buat Persegi selama tahun anggaran 2005. ''Kami sudah menegaskan agar hal itu dijadikan keputusan DPRD Gianyar,'' tegas Ketua Fraksi PDI-P Drs. I Made Sura Astra.(kmb13/dar)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)