kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 1 September 2005

 Bali


Berusaha
Ditutup-tutupi 

Penemuan bom di Kuta Paradiso ''disembunyikan'' oleh Chief Security Hotel Kuta Paradiso, Gung Raka. Ia mencoba menutup-nutupi apa yang sesungguhnya terjadi.

Ia mengatakan apa yang terjadi di lantai empat Hotel Kuta Pradiso merupakan simulasi yang dilakukan Tim Gegana Brimob untuk mengantisipasi keadaan darurat, seperti ancaman bom. Bahkan, ia mengaku sudah tiga kali hotel yang terletak di Jalan Kartika Plaza, Tuban itu menjadi tempat latihan oleh polisi.

Berbeda dengan Gung Raka, sejumlah staf security Hotel Kuta Paradiso lainnya justru mengakui bahwa di lantai empat hotel tempat mereka bekerja sempat ditemukan benda yang dicurigai sebagai bom. Benda misterius itu ditemukan seorang petugas house keeping. ''Namun, kami tidak tahu pasti bagaimana kronologi sebenarnya karena kami masuk shift sore. Bapak-bapak bisa meminta keterangan lebih rinci kepada pihak kepolisian,'' ujar salah seorang staf security kepada para wartawan tadi malam. 

Seorang kusir dokar yang biasa mangkal di seberang jalan yang berhadapan dengan Hotel Kuta Paradiso mengaku sempat melihat kendaraan polisi. Menurutnya, kedatangan kendaraan polisi itu sempat menyita perhatian siapa saja yang berada di seputar hotel. Namun, ia mengaku tidak tahu apa yang terjadi. ''Kami tidak tahu kalau ada teror bom. Memang tadi ada kendaraan polisi yang masuk ke halaman hotel,'' ujarnya.

Pantauan Bali Post, sampai pukul 21.00 wita tadi malam, suasana di Hotel Kuta Paradiso dan sekitarnya berjalan seperti biasa. Beberapa orang turis mancanegara tampak duduk-duduk di lobi hotel sambil bercanda. Aktivitas check-in di hotel bintang lima itu juga berjalan seperti biasa. Demikian juga lalu lintas di Jalan Kartika Plaza. Sejumlah tamu yang ditanya tentang kejadian penemuan benda yang diduga bom di tempat mereka menginap mengaku tidak tahu-menahu.

 

Waspada dan Tenang

 

Lalu, apa komentar Kapolda Bali terhadap ancaman bom di Hotel Kuta Paradiso? Sebelum bom rakitan itu ditemukan, Irjen Pol. Made Mangku Pastika bicara banyak tentang gerakan teroris. Evaluasi atas laporan intelijen, periode September-Oktober 2005 ada indikasi ancaman bom di Indonesia meningkat. ''Saya ingatkan seluruh lapisan masyarakat agar waspada. Awasi lingkungan masing-masing, jangan sampai ada teroris merakit bom di Bali,'' tegas Kapolda saat berbincang-bincang di ruangannya, Rabu (31/8) kemarin pukul 10.00.

Ada sejumlah indikator yang melandasi kekhawatiran polisi terhadap teror bom di Bali. Kapolda menyebutkan, Bali adalah jantungnya Indonesia yang menjadi sasaran teroris. Dilihat dari segi geografis, Pulau Dewata merupakan kawasan wisata internasional yang banyak dikunjungi wisman. ''Kalau kita lengah, tentu sulit membedakan turis dengan teroris,'' ucapnya.

Jenderal kelahiran Buleleng ini terus mewanti-wanti agar masyarakat Bali meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan teroris. Salah satu langkah yang mendesak adalah mengawasi tiap pendatang yang masuk Bali dengan tujuan tak jelas. Penjagaan di hotel-hotel atau tempat umum lainnya harus diperketat, terutama memasuki bulan September 2005. ''Polisi sudah sejak seminggu menyebar ke hotel-hotel, pasar, tempat ibadah, dll.''

Apakah ada ancaman bom? Kapolda tidak menjelaskan secara rinci. Isyarat yang disampaikan, hanya Bali harus waspada menyambut periode September-Oktober 2005.

Irjen Mangku Pastika boleh saja berkelit ditanya ancaman teroris di Bali. Informasi dari intelijen, kelompok teroris yang baru saja menamatkan pendidikan di luar negeri sudah menyusup ke Indonesia. Beberapa orang dikabarkan mendapat tugas menjalankan misi di Poso.

Sementara di tengah kekhawatiran polisi terhadap gerakan teroris, sebuah bom rakitan ditemukan di Hotel Kuta Paradiso, Rabu (31/8) kemarin pukul 14.40. Apa kata Kapolda? ''Mari kita bersama-sama waspada, dan tenang menghadapi segala bentuk ancaman,'' katanya. (gre/jep)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)