Berusaha
Ditutup-tutupi
Penemuan
bom di
Kuta
Paradiso ''disembunyikan''
oleh Chief Security Hotel
Kuta
Paradiso, Gung Raka.
Ia
mencoba
menutup-nutupi apa
yang sesungguhnya
terjadi.
Ia
mengatakan
apa yang
terjadi
di lantai
empat Hotel
Kuta
Pradiso merupakan
simulasi yang
dilakukan Tim
Gegana
Brimob untuk
mengantisipasi
keadaan
darurat, seperti
ancaman
bom. Bahkan,
ia
mengaku
sudah tiga kali hotel
yang terletak
di
Jalan
Kartika
Plaza, Tuban
itu
menjadi tempat
latihan
oleh polisi.
Berbeda
dengan Gung
Raka,
sejumlah staf
security Hotel Kuta
Paradiso
lainnya
justru mengakui
bahwa
di lantai
empat hotel
tempat
mereka bekerja
sempat
ditemukan benda yang
dicurigai
sebagai
bom. Benda
misterius
itu
ditemukan seorang
petugas house keeping.
''Namun,
kami
tidak tahu
pasti
bagaimana kronologi
sebenarnya
karena
kami masuk shift
sore.
Bapak-bapak
bisa
meminta keterangan
lebih
rinci kepada
pihak
kepolisian,'' ujar
salah
seorang staf security
kepada
para wartawan
tadi
malam.
Seorang
kusir
dokar yang biasa
mangkal
di seberang
jalan yang
berhadapan
dengan Hotel
Kuta
Paradiso mengaku
sempat
melihat kendaraan
polisi.
Menurutnya,
kedatangan
kendaraan
polisi
itu sempat
menyita
perhatian siapa
saja yang
berada
di seputar hotel.
Namun,
ia
mengaku
tidak tahu
apa yang
terjadi.
''Kami
tidak tahu
kalau
ada teror
bom.
Memang
tadi
ada kendaraan
polisi yang
masuk
ke halaman hotel,''
ujarnya.
Pantauan
Bali Post, sampai
pukul 21.00
wita
tadi malam,
suasana
di Hotel Kuta
Paradiso
dan
sekitarnya berjalan
seperti
biasa.
Beberapa
orang
turis mancanegara
tampak
duduk-duduk di
lobi hotel
sambil
bercanda. Aktivitas
check-in di hotel
bintang
lima
itu
juga berjalan
seperti
biasa.
Demikian
juga
lalu lintas
di
Jalan
Kartika
Plaza.
Sejumlah
tamu yang
ditanya
tentang kejadian
penemuan
benda yang
diduga
bom di
tempat
mereka menginap
mengaku
tidak tahu-menahu.
Waspada
dan
Tenang
Lalu,
apa
komentar
Kapolda Bali
terhadap
ancaman
bom di Hotel
Kuta
Paradiso?
Sebelum
bom
rakitan itu
ditemukan,
Irjen
Pol. Made Mangku
Pastika
bicara banyak
tentang
gerakan teroris.
Evaluasi
atas
laporan intelijen,
periode September-Oktober
2005 ada
indikasi
ancaman
bom di
Indonesia
meningkat.
''Saya
ingatkan
seluruh
lapisan masyarakat
agar waspada.
Awasi
lingkungan
masing-masing,
jangan
sampai ada
teroris
merakit bom
di
Bali,'' tegas
Kapolda
saat berbincang-bincang
di
ruangannya, Rabu
(31/8) kemarin
pukul 10.00.
Ada
sejumlah
indikator yang
melandasi
kekhawatiran
polisi
terhadap teror
bom di
Bali.
Kapolda
menyebutkan,
Bali
adalah
jantungnya Indonesia yang
menjadi sasaran
teroris.
Dilihat
dari
segi geografis,
Pulau
Dewata merupakan
kawasan
wisata internasional
yang banyak
dikunjungi
wisman.
''Kalau
kita
lengah, tentu
sulit
membedakan turis
dengan
teroris,'' ucapnya.
Jenderal
kelahiran
Buleleng
ini
terus mewanti-wanti
agar masyarakat Bali
meningkatkan
kewaspadaan
terhadap
serangan
teroris.
Salah
satu
langkah yang mendesak
adalah
mengawasi tiap
pendatang yang
masuk
Bali
dengan
tujuan tak
jelas.
Penjagaan
di hotel-hotel
atau
tempat umum
lainnya
harus diperketat,
terutama
memasuki
bulan September 2005.
''Polisi
sudah
sejak seminggu
menyebar
ke hotel-hotel,
pasar,
tempat ibadah,
dll.''
Apakah
ada
ancaman bom?
Kapolda
tidak
menjelaskan secara
rinci.
Isyarat
yang disampaikan,
hanya
Bali harus
waspada
menyambut periode
September-Oktober 2005.
Irjen
Mangku
Pastika boleh
saja
berkelit ditanya
ancaman
teroris di Bali.
Informasi
dari
intelijen, kelompok
teroris yang
baru
saja menamatkan
pendidikan
di luar
negeri
sudah menyusup
ke
Indonesia.
Beberapa
orang
dikabarkan mendapat
tugas
menjalankan misi
di Poso.
Sementara
di
tengah kekhawatiran
polisi
terhadap gerakan
teroris,
sebuah
bom rakitan
ditemukan
di Hotel
Kuta
Paradiso, Rabu (31/8)
kemarin
pukul 14.40.
Apa
kata
Kapolda? ''Mari
kita
bersama-sama waspada,
dan
tenang menghadapi
segala
bentuk ancaman,''
katanya.
(gre/jep)