Ditemukan Bom di Hotel Kuta Paradiso
* Diledakkan di Markas Brimob
Denpasar (Bali Post) -
Bali
Post/nag
PERIKSA - Sebuah kendaraan diperiksa saat masuk areal
Kuta Paradiso.
Hotel
Kuta Paradiso geger. Sebuah bom rakitan ditemukan di
lantai IV hotel itu, Rabu (31/8) kemarin. Penemunya,
staf tata graha, pas di depan pintu lift.
Tim Gegana pun diluncurkan setelah mendapat laporan dari
Polsek Kuta. Bom yang ditemukan pukul 14.40 itu pun
berhasil dijinakkan. Tepat pukul pukul 16.30 barang
berbahaya itu diledakkan di lapangan Brimob Tohpati.
Informasi di TKP menyebutkan, salah satu karyawan hotel
menemukan tas tangan di depan lift lantai IV. Setelah
diperiksa, ternyata ada benda mencurigakan dan diduga
bom. Pihak hotel langsung menghubungi Polsek Kuta, dan
informasi ini diteruskan ke Poltabes Denpasar. Kapolda
Mangku Pastika yang mendapat laporan dari anggota,
memerintahkan Kasat Brimobda Bali AKBP Rodolf S. Rodja
untuk mengirim tim Gegana.
Pukul 15.10, sepuluh prajurit penjinak bom berangkat ke
Kuta. Tim Gegana yang dipimpin AKP Ketut Sunarta
melakukan penyisiran di TKP. Langkah pertama, petugas
melakukan pemotretan X-ray untuk menentukan apakah
mengandung zat membahayakan. Hasil yang diperoleh,
ternyata tas tak bertuan itu berisi benda yang
diidentikkan dengan bom.
Sebuah kerja yang bagus. Polisi berhasil menjinakkan bom
rakitan yang sempat membuat penghuni Hotel Kuta Paradiso
panik. Tas tangan warna coklat berisi lambang Harley
Davidson itu langsung dilarikan ke Markas Brimob Tohpati.
Diledakkan
Aksi pasukan Gegana cukup membuat denyut jantung orang
lain lebih kencang. Suasana sedikit tegang, manakala
petugas masuk lapangan berhadapan dengan benda yang bisa
mengancam nyawa. Pukul 16.30, delapan anggota Brimob
mendorong dua buah alat khusus ke lapangan. Ternyata
boks yang mirip mobil dorong itu digunakan untuk menahan
ledakan bom.
Petugas berseragam antibom mulai membuka tas tangan yang
ditemukan karyawan hotel di lantai IV Kuta Paradiso. Ada
tas plastik hitam putih yang membungkus rakitan bom.
Benda menakutkan itu dibuat dari pipa paralon hitam
dengan panjang 30 cm, berdiameter sekitar 10 cm, dan
pada salah satu ujungnya dipenuhi kabel. Dorr..., begitu
bunyi ledakan yang tak begitu keras dari dalam ''mobil''
penjinak bom.
Apa saja isi bom rakitan yang sudah diledakkan itu? Dir.
Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Sitanggang dan Kasat
Brimob AKBP Rodolf tampak serius memperhatikan bekas
ledakan yang ditunjukkan tim Gegana. Ada timer digital
dengan merek Presicalc PR-613A, sebuah baterai Panasonic
Neo 9V, timer manual, jam merek Kaiwa, dan puluhan kabel
kecil.
Pipa paralon yang digunakan pecah jadi dua, dan di
dalamnya berisi arang. ''Orang yang merakit ini sudah
profesional, paling tidak mahir masalah bom,'' bisik
salah satu anggota Gegana.
Nusa Dua
Sementara itu, pasukan Brimob kembali dikejutkan isu bom
rakitan di kawasan Nusa Dua. Tim Gegana yang baru saja
menjinakkan bom di Hotel Kuta Paradiso, langsung
berangkat ke Nusa Dua. Setelah melakukan penyisiran,
petugas tidak menemukan benda mencurigakan.
(kmb10)