kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 1 September 2005

 Bali


Harus
Sungguh-sungguh Telusuri Gelar Bodong

Denpasar (Bali Post) -
Lembaga
pendidikan sebagai pusat keteladanan diharapkan betul-betul menjadi contoh dalam masyarakat. Penggunaan gelar yang diperoleh dengan jalan melanggar aturan, tentu kurang mendidik. Karena itu, masyarakat hendaknya jangan sampai terbuai oleh gelar bodong untuk sekadar gagah-gagahan.

Rektor Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar Prof. Dr. IB Gunadha mengatakan hal itu ditemui saat membuka pelatihan kearsipan bagi para pegawai di lingkungan kampus setempat, Rabu (31/8) kemarin.

Kata Gunadha, gelar yang diperoleh mesti dapat dipertanggungjawabkan. Pun, untuk mendapatkan gelar itu seseorang mesti mengikuti aturan. Jangan sampai karena ingin serba instan, justru mengambil jalan pintas dengan membeli gelar. ''Saya pun sempat ditawari gelar doktor dengan hanya menyiapkan Rp 15 juta tanpa kuliah. Tentu saya tolak mentah-mentah. Kami tidak ingin dunia pendidikan ternoda oleh praktik-praktik semacam itu. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya mutu output jika para pendidik bergelar bodong,'' kata Gunadha

Mantan Sekjen Parisada Pusat ini berharap pihak terkait mesti melakukan penelusuran gelar bodong secara sungguh-sungguh. Penelusuran itu mulai dari proses pendidikannya, lembaga yang menyelenggarakan dan peruntukan gelar tersebut.

Sementara merespons pernyataan Dirjen Dikti soal penertiban gelar kesarjanaan, Unhi Denpasar melakukan penelusuran terhadap gelar para dosennya. Kata IB Gunadha, penelusuran ini semata-mata untuk merespons wacana ribut-ribut soal gelar bodong yang berkembang belakangan ini. Untuk kepentingan itu pihak rektorat sudah menyebar surat edaran kepada dosen kopertis dan dosen yayasan di Unhi. (08)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)