Tuntaskan
Kemelut GWK,
Nuarta
Temui DPRD Badung
Denpasar
(Bali Post) -
Menuntaskan
kemelut yang
berkecamuk
di
kawasan GWK (Garuda
Wisnu
Kencana) Ungasan,
jajaran
pengurus GWK dipimpin
penggagasnya
Nyoman
Nuarta, Rabu (31/8)
kemarin
menemui Ketua DPRD
Badung
Gde Adnyana.
Nuarta
didampingi
Direksi PT Gain (Garuda
Adimatra Indonesia)
selaku
pengembang kawasan
serta
pengacaranya Gde
Widiatmika, S.H.
Sementara
dalam
pertemuan itu
juga
hadir tokoh
Kuta
Selatan yang duduk
di DPRD
Badung, Disel
Astawa, S.E.
dan Drs. K.
Suiasa.
Dalam
pertemuan
itu
dijelaskan kronologis
kejadian
di
kawasan GWK tersebut.
Antara
lain perselisihan
antara PT Gain
dan PT BIU (Bukit
Indah
Ungasan) yang sampai
saat
ini masih
menggantung alias
belum
tuntas.
Selama
masa
penguasaan PT BIU menurut
Widiatmika
telah
terjadi penyimpangan
yang merugikan PT Gain,
seperti
pembangunan sarana
atau
objek di
kawasan
itu yang dilakukan
tanpa
seizin PT Gain.
PT BIU juga
dituding
telah
mengkomersialkan objek
dan
kawasan GWK.
''Ini
merupakan
pelanggaran
visi
dan misi
Yayasan GWK,''
jelasnya.
Menanggapi
hal itu,
Ketua DPRD
Badung
Gde Adnyana
minta
kasus ini
diselesaikan
dengan
baik dalam
artian
jangan sampai image
GWK jadi
ternoda.
Adnyana
menambahkan
jika
perseteruan dua
kubu
ini tak
juga
bisa dituntaskan
dengan
musyawarah, agar ditempuh
jalur
hukum. ''Apa
pun bentuk
penyelesaian
itu,
nantinya keberadaan
GWK ini
bisa tetap
sesuai
visi dan
misi yang
berlandaskan
budaya
Bali,''
pintanya.
Adnyana
mengatakan pihaknya
juga
akan
turun
ke lokasi
tersebut
untuk
melihat perkembangan
sekaligus
kondisi
di lapangan.
Diingatkan,
gaung GWK
sudah
mendunia dan
keberadaannya
menjadi
milik bangsa
dan
masyarakat Bali.
Karena
itu,
kasus yang terjadi
jangan
sampai mencoreng GWK
sendiri
dan kepariwisataan
di
daerah ini.
Patung GWK yang
kini
baru bagian
kepalanya
saja
rampung, menurut
rencana
akan ditempatkan
di atas
lahan
seluas 3,4
hektar
milik Pemprop Bali.
Menurut
Widiatmika,
dalam
Yayasan GWK yang dikelola
Nuarta,
juga ada
saham
pemerintah yakni
kesertaan modal
melalui BTDS.
Saat
Menparpostel dijabat
Joop
Ave, lembaga
ini
mengucurkan
dana
milyaran
rupiah
untuk mendukung
proyek GWK yang
kini
mengalami kemelut.
Karena
itu,
sejumlah anggota
Dewan
berharap pemerintah
tidak
tinggal diam
atas
kasus ini.
''Semestinya
pemerintah
juga
turun tangan,
sebab
memiliki peran
di GWK
selain untuk
menjaga
citra
Bali
itu
sendiri,'' tegas
Suiasa
dan Disel
Astawa yang
juga
tokoh Ungasan.
Disel
menilai kemelut
ini
kalau tak
tuntas
juga
akan merembet
ke
karyawan yang jumlahnya
ratusan
orang. (031)