kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Umanis, 1 September 2005

 Bali

 

Dari Warung Global Interaktif Bali Post
Imbangi Kinerja Menteri dengan 'Direct' dan 'Indirect Control'

KINERJA Menteri Kabinet Bersatu disoroti. Para menteri di kabinet ini dinilai tidak mampu mengimbangi kerja keras yang dilakukan Presiden SBY. Sehingga menteri kabinet ini keteteran. Ini berakibat banyak program presiden kurang disikapi dengan bagus. Kalau memang demikian adanya, lebih baik kabinetnya di reshuffle saja. Kalau menteri-menteri SBY sekarang ini keteteran rakyat lebih keteteran lagi bahkan terseok-seok. Apa pun kepintaran seorang menteri kalau tidak diimbangi dengan direct control dan indirect control akan percuma. Nasionalisme bangsa Indonesia sedang diuji. Karena terpuruknya bangsa ini juga karena banyak yang bermain dengan menyerbu dolar. Demikan yang terungkap dalam acara Warung Global di Radio Global FM 96,5 yang direlay oleh Radio Singaraja FM dan Radio Genta Bali. Berikut rangkuman selengkapnya.

 

----------------------------------

Ledang Asmara di Imam Bonjol mengatakan Kabinet SBY tidak becus mengelola perekonomian karena dolar semakin hari semakin naik dan mengkhawatirkan. Boleh-boleh saja Presiden dan kabinetnya meminta masyarakat untuk tidak khawatir tapi rakyat di bawah sudah ngos-ngosan. Keliru menaikkan BBM yang akhirnya seluruh lini ikut naik. Akhirnya apa yang kita nikmati sekarang? Dengan menaikkan suku bunga dan 5 jurus kebijakan BI lainnya ini ujung-ujungnya cetak uang baru yang akhirnya diberikan kepada masyarakat dengan menarik rupiah lama seabanyak-banyaknya. Ini hal yang sangat tidak populer. Yang populer adalah agar menciptakan barang, misalnya emas untuk ditukar dengan uang masyarakat. Menteri kabinetnya SBY kurang inovasi terhadap seluruh aktifitas perekonomian . Nilai eksport kita menurun, kepercayaan masyarakat sudah luntur dan pengangguran besar serta kecintaan kita terhadap rupiah sendiri kurang bagus.

Sementara Artha Astawa mengatakan apa pun kepintaran seorang menteri kalau tidak diimbangi dengan direct control dan indirect control akan percuma. Pengawasan rutinitas, check and balancing. Menteri harus membuat laporan rutin.

Jujur di Sanglah mengimbau agar masyarakat lebih banyak proaktif dan tidak memborong dolar . Karena seperti diketahui kalau main valas keuntungan akan besar. Kalau mental sudah bobrok apapun himbauannya pasti tidak diikuti. Kalau kita sikapnya seperti ini terus untuk memulihkan negara kita ini pasti akan jauh dari harapan. Mereka yang memborong dolar dianggap oleh Jujur sebagai pengkhianat negara. Masyarakat tetap harus menyeimbangi karena siapa pun presidennya akan melakaukan hal yang sama.

Made Karya di Mengwi mengatakan kalau negara ada kemampuan membayar utang jangka pendek atau panjang maka makmurlah negara itu. Kita harus memikirakn kemampuan untuk membayar utang . Kalau tidak mampu membayar utang kita tidak bisa mengatur yang lainnya juga. Sebab situasi ekonomi sekarang ini tidak lepas dari masalah ini. Pemerintah SBY harus membuktikan apakah dengan menaikan BBM nantinya mampu menyejahterakan rakayatnya.

Bagi Aji Binong di Mengwi menteri SBY keteran itu wajar karena SBY sendiri intelektualnya tinggi dan sudah banyak orang tahu. Siapa pun menterinya dan pintarnya seperti apa pun kalau patokannya pada harga minyak dunia tentu melakukn hal yang sama. Bila kabinet SBY melakukan keberanian untuk menaikkan harga BBM itu justru tidak merugikan rakyat kecil dengan syarat kita jangan terlalu emosi dalam berpikir. Selaku peternak, dirinya mengaku, dengan naiknya kurs dolar maka  harga ternak juga akan merangkak naik.

Sementara itu Vijay di Pecatu membenarkan adanya kebijakan antar menteri yang beda-beda. Lebih jauh dia menilai untuk lepas dari ketergantungan tentu kita harus lepas dari subsidi. Tapi imbas baliknya adalah Menteri Pertahanan Keamanan yang akan bingung menghadapi efek sosial yang timbul dari kebijakan pemerintah. Efeknya juga pada mahasiswa dan mereka harus berpikiran cerdas bahwa solusi yang terbaik saat ini adalah menaikan harga BBM dengan catatatan UMR harus naik. Kalau gaji 10 juta BBM anik tidak apa-apa. Tapi kalau UMR tidak naik akan timbul masalah sosial. Saat ini kita harus bersakit-sakit dahulu bersenang senang kemudian jangalah suka efek yang instan.

Guru Made di Tabanan mengatakan kalau menteri keteran itu jelas ada tapi kalau menterinya berseberangan dengan SBY lebih baik mengundurkan diri saja. Kebijakan seorang presiden itu pasti juga datangnya dari menteri. Kalau keteteran itu jelas pasti ada dengan menteri. Lebih jauh kata Guru Made, kalau berseberangan dengan Wakil Presiden jelas ada dan kelihatannya memang ada gap. Guru Made menilai ada menteri yang bisa memilah mana urusan pribadi dan urusan negara dengan 100 persen baik, tapi ada juga yang 50 persen bahkan ada yang tidak baik. Tapi itu wajar karena masih ada badan kontrol yaitu DPR dan MPR mereka inilah yang harus jalan juga. Tidak mungkin presiden jalan sendiri .

Adnyana Gianyar menilai jika BBM naik semua akan mengacaukan harga. Dari lauk-pauk dan barang apa pun akan naik semua. Baru rencana kenaikan BBM saja, harga barang sudah naik bagaimana kalau sudah naik?

Sementara Mangku Kastawa di Denpasar merasa bingung, kenapa pemerintah selalau mencari tolak ukur harga BBM dengan harga di luar negeri. Ketika sudah menaikkan pemerintah tidak pernah menaikkan gaji buruh di Indonesia. Pikirkan dulu pendapatan rakyat kecil seperti buruh, baru berpikir kenaikan harga BBM. Kalau menaikkan BBM dulu dengan memikirkan gaji buruh dengan UMR maka ini belum tentu akan jadi masalah . Sekarang ini hanya PNS saja yang dinaikkan gajinya apakah sebagian besar penduduk Indonesia PNS?

Anton di Klungkung menganggap nasionalisme bangsa Indonesia sedang diuji. Karena terpuruknya bangsa ini karena juga banyak yang bermain dengan menyerbu dolar untuk mencari keuntungan. Parahnya, banyak bank di Indonesia ikut bermain maka jebollah bangsa kita. Menurut Anton harus ada undang-undang yang melarang aksi borong dolar. Karena kalau kita berharap pada nasionalisme saja pada seseorang sudah tidak bisa lagi. Kalau kita lihat impor kita juga tinggi. Disadari atau tidak barang-barang kita kebanyakan impor. Karena ekspornya lebih kecil dari import maka terjadilah hal-hal seperti ini.

Maria di Sidakarya menambahkan, kalau menterinya keteteran itu artinya menterinya tidak bekerja maksimal. Dia menilai, bangsa Indonesia ini masih suka sesuatu itu serba instan serba mau enak. Padahal kemampuan otak bangsa Indonesia ini lumayan bagus. Cuma kalau ketemu malas maka semua ingin cari mudah. Inilah yang membuat Indonesia tertinggal karena tidak ada daya juang.

Selain itu Sugata di Bangli berpendapat kalau menteri keteteran lebih baik reshuffle kabinet saja. Kalau sudah keteteran itu berarti menterinya SBY tidak solid.

Sementara Putu artha di Padangsambian mengatakan kalau menteri SBY sekarang ini keteteran rakyat lebih keteteran lagi bahkan terseok-seok. Dari dulu rakyat biasanya disuruh mengencangkan ikat pinggang. Biar disuruh mengencangkan ikat pinggang sampai pinggangnya habis juga tidak ada perbaikan. Dia menilai, sinkronisasi antara departemen kurang baik dan tumpang tindih. Semangat berjuang pejabat untuk rakyatnya masih belum tulus dan jujur pejabatnya tulus dan jujur tidak mungkin masyarakatnya tersiksa. Tidak mempunyai sikap saja, seken, beneh. Rakyat sudah semakin tidak percaya pada pemerintah. Apa pun yang dikerjakan pemerintah tidak akan mengubah nasib walaupun kabinet dirombak. Karena basis ketulusan hati dan jujur tidak ada pada para pejabat.

Sedangkan Jero Wijaya di Kintamani mengelurakan pendapatnya bahwa kabinet SBY itu terlalu optimis, overacting, penghayal dan selalu mengedepankan kepentingan kelompok. Mereka menggampangkan cara dikira mengelola pemerintahan itu gampang. Jadi itu semua sudah jauh dari kepentingan negara. Lihat saja kelompoknya pemerintah tidak ada yang tersentuh hukum.

Prianus di Denpasar mengatakan, menjadi presiden sekarang ini makin berat. Keteteran itu menurut dia sama dengan tertinggal. Di kabinet SBY ia belum tahu yang terjadi keteteran seperti apa. Seharusnya dulu sewaktu kampanye sudah mengidentifikasi permasalahan dari A sampai Z. Umpanya jutaan jumlahnya itu seperti apa harus dipilah, dikaji dan dicarikan solusinya. Kalau sekarang baru memikirkan sudah terlambat.

*bram

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)