kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 31 Agustus 2005

 Pariwisata


Indonesia Jajaki Pasar Wisata Baru
 

Denpasar (Bali Post) -
Mengingat
masih minimnya anggaran yang dialokasikan untuk dana promosi, Kementerian Negara Kebudayaan dan Pariwisata menyiasitinya dengan cara terpadu dan efektif. Artinya, upaya promosi ke luar negeri dilakukan bersama departemen dan kementerian terkait serta kalangan industri wisata.

Demikian isyarat Dirjen Pemasaran Kementerian Negara Budpar Thamrin B. Bachri yang ditemui di Kuta, belum lama ini. Dia diminta komentarnya seputar strategi menyiasati minimnya dana promosi yang dialokasikan APBN. Sebagaimana diketahui dalam APBN 2005 dana pemasaran dan promosi dianggarkan Rp 101 milyar. Jumlah ini setara dengan tahun 2004, padahal target kedatangan wisman tahun ini naik dari lima juta menjadi enam juta orang.

Thamrin mengatakan, pemerintah memiliki pertimbangan tersendiri dengan mengalokasikan dana dalam jumlah tertentu. Bagaimana pun pemerintah memiliki prioritas-prioritas di tengah mepetnya keuangan negara. "Tetapi kita harus tetap optimis. Dengan dana yang ada kita lakukan promosi seefisien mungkin. Kami melakukan promosi terpadu baik yang bekerja sama dengan departemen lain maupun dengan kalangan swasta," ujar Thamrin.

Terkait target jumlah kunjungan (arrival) enam juta wisman ke Indonesia tahun 2005, Thamrin mengaku masih optimis. Memang kalau dilihat secara matematis, peluang untuk mencapai target enam juta wisman semakin berat. Pasalnya, sampai akhir semester I (Januari - Juni) 2005, dari seluruh pintu masuk di Tanah Air baru mencatat arrival sekitar 2,4 juta wisman. "Kami optimis di masa peak seasson sampai Desember nanti, target nasional bisa tercapai," tandasnya.

Dalam konteks yang sama, Depbudpar telah berupaya menjajaki pasar-pasar baru dengan tanpa mengabaikan pasar tradisional. Pasar-pasar baru dimaksud meliputi Cina, India dan Timur Tengah. Potensi ketiga kawasan ini luar biasa. Namun, mengingat kendalanya adalah aksesibilitas khususnya sarana transportasi udara, pemerintah mendorong peran swasta untuk membuka rute ke negara dimaksud. Kata Thamrin, dengan pembatasan tertentu, maskapai asing pun diperkenankan. (056)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)