Warung
Global
Gugah
Kesadaran
Masyarakat
lewat
Penyuluhan
Minimnya
kesadaran
masyarakat
tentang
manfaat
Pekan
Imunisasi
Nasional (PIN)
menjadi
faktor
utama
penyebab
tersebarnya
kasus polio
di NTB.
Sebagian
masyarakat
masih
beranggapan
bahwa
pemberian
vaksin polio
tidak
membawa
pengaruh
besar
terhadap
kesehatan
balita
mereka.
Oleh
karena
itu,
pemerintah
diharapkan agar
proaktif
dalam
melakukan
penyuluhan
guna
menggugah
kesadaran
masyarakat
tentang
pentingnya PIN
bagi
anak-anak
usia
balita.
Demikian
opini yang
berkembang
dalam
acara
Warung Global
dengan
mengambil
tema, ''Hari
Ini PIN
Tingkat
Propinsi''
disiarkan Radio Global
FM Lombok, 96,7,
Selasa (30/8)
kemarin.
-------------
RIVA'I
di
Mataram menilai,
faktor
utama
penyebab
mewabahnya
kasus polio
di
daerah ini
akibat
masih
rendahnya
kesadaran
masyarakat
terutama
di
bidang kesehatan.
Ke
depan pemerintah
harus
proaktif
memberikan
penyuluhan
kepada
masyarakat.
Hal
ini,
katanya,
penting
dalam
rangka
meningkatkan
kesadaran
masyarakat
mengingat
daerah NTB
hingga
saat
ini
belum juga
terbebas
dari
wabah polio.
Mr. Anonim
via SMS berpendapat,
pemerintah
harus
sadar
bahwa
untuk
menggugah
kesadaran
masyarakat
itu
tanggung jawab
pemerintah.
Pemerintah
harus
sadar
pemahaman
masyarakat
tentang
mengurus
balita
masih
rendah.
Dalam
hal
ini, pemerintah
sekarang
harus
belajar
dari
pemerintahan
orde
baru.
Begitu
juga,
pengirim SMS
lainnya
Mr.Avin
di
Kawo Pujut
Lombok
Tengah
mengatakan,
dia
rasa PIN ini
hanya
akan
menghabiskan
dana
serta
sia-sia.
Lebih
baik
uangnya
dibagi rata
saja
ke
anak-anak atau
ibu-ibu
untuk
keperluan
sehari-hari,
toh
banyak desa yang
terlupakan.
Arsan
di
Lombok Tengah
mengatakan,
dengan
dua
tetes vaksin
polio dapat
menjadi
investasi
bagi
anak-anak
di
masa mendatang.
Menurutnya,
kasus polio
merupakan
ancaman global yang
mesti
diwaspadai.
Untuk
mengantisipasi
hal
tersebut, pemerintah
perlu
mengembangkan program
kesehatan
terutama
untuk
anak-anak
di
usia
balita.
Ia
menambahkan,
di
samping masalah
ekonomi
dan
pendidikan, tingkat
martabat
suatu
bangsa
dapat
diukur
dari
faktor
kesehatan.
Untuk
itu,
dia
mengimbau kepada
seluruh
dinas
terkait
mulai
dari
tingkat
bawah
yakni
kepala
lingkungan agar
melakukan
penyuluhan
di
masing-masing wilayahnya.
Sementara
Imba
di
Cakranegara mengharapkan
pemerintah
lebih
peka
dengan
kondisi yang
terjadi
di
masyarakat, khususnya
berbagai
permasalahan yang
terjadi
belakangan
ini,
seperti
gizi
buruk
atau
busung
lapar.
Selain
itu,
ditemukannya
banyak
kasus polio
di
beberapa daerah
di
Pulau Jawa
harus
mendapat
tanggapan
serius.
''Kita
harapkan pemerintah,
selain
memberikan
imunisasi polio,
juga
memberikan
perhatian
lagi
terhadap
kondisi
perekonomian
di
masyarakat, khususnya
balita.
Mereka
adalah
generasi
penerus
harapan
bangsa,''
ujarnya
berharap.
Arin
Prako
di
Mataram, mengatakan,
dengan
adanya PIN
maka
akan
mengurangi
balita yang
cacat.
Ia
berharap
masyarakat
dapat
memanfaatkan
kesempatan
ini
dengan sebaik
mungkin
untuk
mewujudkan
penerus
bangsa yang
sehat
dan
cerdas. (nad/ham)