kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 31 Agustus 2005

 Nusatenggara

 

Warung Global
Gugah
Kesadaran Masyarakat lewat Penyuluhan

Minimnya kesadaran masyarakat tentang manfaat Pekan Imunisasi Nasional (PIN) menjadi faktor utama penyebab tersebarnya kasus polio di NTB. Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa pemberian vaksin polio tidak membawa pengaruh besar terhadap kesehatan balita mereka. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan agar proaktif dalam melakukan penyuluhan guna menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya PIN bagi anak-anak usia balita. Demikian opini yang berkembang dalam acara Warung Global dengan mengambil tema, ''Hari Ini PIN Tingkat Propinsi'' disiarkan Radio Global FM Lombok, 96,7, Selasa (30/8) kemarin.

 

-------------

RIVA'I di Mataram menilai, faktor utama penyebab mewabahnya kasus polio di daerah ini akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat terutama di bidang kesehatan. Ke depan pemerintah harus proaktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Hal ini, katanya, penting dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat mengingat daerah NTB hingga saat ini belum juga terbebas dari wabah polio.

Mr. Anonim via SMS berpendapat, pemerintah harus sadar bahwa untuk menggugah kesadaran masyarakat itu tanggung jawab pemerintah. Pemerintah harus sadar pemahaman masyarakat tentang mengurus balita masih rendah. Dalam hal ini, pemerintah sekarang harus belajar dari pemerintahan orde baru.

Begitu juga, pengirim SMS lainnya Mr.Avin di Kawo Pujut Lombok Tengah mengatakan, dia rasa PIN ini hanya akan menghabiskan dana serta sia-sia. Lebih baik uangnya dibagi rata saja ke anak-anak atau ibu-ibu untuk keperluan sehari-hari, toh banyak desa yang terlupakan.

Arsan di Lombok Tengah mengatakan, dengan dua tetes vaksin polio dapat menjadi investasi bagi anak-anak di masa mendatang. Menurutnya, kasus polio merupakan ancaman global yang mesti diwaspadai. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah perlu mengembangkan program kesehatan terutama untuk anak-anak di usia balita. Ia menambahkan, di samping masalah ekonomi dan pendidikan, tingkat martabat suatu bangsa dapat diukur dari faktor kesehatan. Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh dinas terkait mulai dari tingkat bawah yakni kepala lingkungan agar melakukan penyuluhan di masing-masing wilayahnya.

Sementara Imba di Cakranegara mengharapkan pemerintah lebih peka dengan kondisi yang terjadi di masyarakat, khususnya berbagai permasalahan yang terjadi belakangan ini, seperti gizi buruk atau busung lapar. Selain itu, ditemukannya banyak kasus polio di beberapa daerah di Pulau Jawa harus mendapat tanggapan serius. ''Kita harapkan pemerintah, selain memberikan imunisasi polio, juga memberikan perhatian lagi terhadap kondisi perekonomian di masyarakat, khususnya balita. Mereka adalah generasi penerus harapan bangsa,'' ujarnya berharap.

Arin Prako di Mataram, mengatakan, dengan adanya PIN maka akan mengurangi balita yang cacat. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin untuk mewujudkan penerus bangsa yang sehat dan cerdas. (nad/ham)

Klik di Sini

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)