Menteri
SBY
Keteteran
Jakarta (Bali Post) -
Presiden
Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY)
melantik Prof.
Muladi
menjadi Gubernur
Lembaga
Ketahanan Nasional (Lemhanas).
Ia
menggantikan Prof.
Ermaya
Suradinata, yang dikenal
sangat
aktif mengkritisi
pemerintahan
sekarang.
Presiden
juga
melantik Mayjen M
Yassin
sebagai Sekjen
Dewan
Ketahanan Nasional
di
Istana Negara
Jakarta, Selasa (30/8)
kemarin.
Ermaya
Suradinata
menyayangkan
kinerja
para menteri
Kabinet Indonesia
Bersatu yang
tidak
mampu mengimbangi
kerja
keras yang dilakukan
Presiden
Susilo
Bambang Yudhoyono.
''Para
menteri
nampak keteteran (tertinggal-red)
dengan
langkah yang ditempuh
Presiden,
akibatnya
banyak program
kerja
Presiden kurang
disikapi
dengan
bagus,'' katanya
usai
pelantikan.
Dampak
lainnya,
lanjut
Ermaya, merosotnya
rupiah
terhadap dolar AS,
bahkan
masalah dalam
negeri yang
semakin
kompleks tidak
bisa
teratasi dengan
segera.
''Agar
bisa
menjalankan pemerintahan
dengan
baik, Presiden
seharusnya
didukung
oleh
para menteri yang
tidak yes men,
namun
punya loyalitas
kepada
bangsa bukan
kepada
kekuasaan,'' tandasnya
serius.
Karena
itu,
lanjutnya, Lemhanas
sebagai
lembaga kajian
strategis
harus
berdiri di
atas
semua golongan,
harus
tetap mengkritisi
kondisi yang
ada dan
berani
menegur pemerintah
jika
jalannya keluar
dari
rel. ''Juga,
Lemhanas yang
mendidik
elemen
bangsa harus
bisa
mencetak kader
bangsa yang
andal
dalam memimpin
bangsa
ke depan,''
pintanya.
Gubernur
Lemhanas yang
baru
Muladi berjanji
tetap
kritis terhadap
pemerintah
dan
Presiden Yudhoyono.
Namun,
kekritisan
itu
tergantung situasi.
''Apakah
terbuka
atau tertutup
tergantung
situasi,
kalau
masalah sensitif,
masukan
kepada presiden
harus
tertutup.
Kritik
terbuka
kepada pemerintah
maupun
presiden dilakukan
melalui seminar-seminar,''
jelasnya.
Sementara
itu,
Presiden Susilo
Bambang
Yudhoyono dalam
sambutannya
mengharapkan
Lemhanas
mampu
memberikan sumbangan
dalam
pengembangan kebijakan
oleh
pemerintah atau
lembaga
pemerintah.
Juga,
bisa
merespons masalah-masalah
strategis yang
dihadapi
oleh
negara saat
ini,
baik masalah
nasional
maupun
masalah global. ''Saya
mengharapkan
Lemhanas
bisa
memberikan perubahan
yang signifikan
dalam
dua atau
tiga
tahun mendatang
karena
sebagai lembaga
pendidikan,
Lemhanas
sebenarnya
lebih
baik dibandingkan
lembaga
pendidikan di
negara lain
dalam
aspek-aspek tertentu,''
katanya.
(034)