Presiden Akui sangat Berat
Jakarta (Bali Post) -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat
tetap tenang. Bahkan, semua pihak diharapkan tidak
memunculkan pandangan yang keliru dan tidak benar
mengenai permasalahan ekonomi yang terjadi sekarang ini.
''Kondisi atau situasi ekonomi saat ini jelas berbeda
dengan krisis ekonomi 1998. Ini penting, jangan sampai
saudara-saudara di seluruh Tanah Air memiliki persepsi
seolah-olah sama dengan kondisi lalu,'' pesan Presiden
saat memberikan pernyataan pers sehubungan melemahnya
nilai rupiah terhadap dolar AS, Selasa (30/8) kemarin.
Memang, kata Presiden, masalah ini tidak bisa dianggap
remeh. Karena itu, pemerintah bersama Bank Indonesia
(BI) selaku otoritas moneter melakukan sinkronisasi
kebijakan untuk mengatasi masalah ini secara serius dan
tegas. ''Malam ini dan besok pagi akan berlangsung
rapat-rapat koordinasi. Saya akan pimpin langsung.
Diharapkan besok malam solusi kongkret bisa disampaikan.
Saya minta dukungannya,'' pinta Kepala Negara.
Diakuinya, kondisi perekonomian tahun pertama
pemerintahannya dirasakan sangat berat. Hal ini
disebabkan dua hal, pertama tingginya harga minyak dunia
yang sekaligus berakibat tingginya harga BBM. Kedua,
terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar
AS yang cukup tajam. Meski cukup sulit, bukan berarti
tidak ada jalan keluar atau solusinya.
''Selama tiga hari terakhir, saya menerima banyak
masukan dari pihak-pihak yang berkompeten, seperti
mantan menteri perekonomian, mantan gubernur BI,
pengamat ekonomi, serta lembaga ekonomi dari dalam dan
luar negeri. Mereka merekomendasikan perlunya segera
diambil solusi kongkret yang mendasar. Langkah itu
sedang kita godok. Dan, akan saya sampaikan kepada
publik,'' tegasnya serius.
Menurutnya, langkah yang akan diambil pemerintah akan
mengimbangi kebijakan yang dikeluarkan BI. Pemerintah,
dengan langkah itu akan menjalankan fungsinya,
mengamankan kondisi fiskal. ''BI hari ini telah
mengeluarkan sejumlah langkah kebijakan, paket solusi.
Harapan saya, ini dapat memecahkan masalah pada
batas-batas atau tingkat tertentu,'' kata Presiden.
Sementara pemerintah sesuai porsinya akan mengimbangi
dengan mengambil langkah-langkah menjamin
keberlangsungan fiskal dan perkembangan makro ekonomi.
''Meski keadaannya sulit, namun tetap dapat kita kelola
dengan baik,'' sambungnya.
(034)