Perempuan Kashmir Razia Lokalisasi PSK
Srinagar-
Sebuah kelompok wanita separatis garis keras Islam,
Selasa (30/8) kemarin mengatakan mereka mulai
merazia lokasi-lokasi pekerja sek komersial (PSK)
di Kashmir untuk menghancurkan "praktek prostitusi
dan perdagangan daging mentah".
Aasiya Andrabi, kepala dari gerakan
separatis Dukhtaran-e-Milat, atau "Nasib Anak
Perempuan," mengumumkan pada akhir pekan lalu
mengenai formasi dari squad wanita yang mengadakan
razia di komplek-komplek pelacuran di negara yang
didominasi Muslim tersebut.
"Kami akan menangkap mereka yang
melakukan praktek atau aktivitas tanpa moral
tersebut," kata Andrabi yang dulunya pernah
mengucapkan kekagumannya kepada pemimpin Al-Qaeda
Osama bin Laden, kepada Kantor Berita Current.
"Kami merazaia beberapa tempat di
Srinagar Senin lalu setelah mendapat permintaan dari
masyarakat," katanya sambil menyatakan jika ada
banyak permintaan dari masyarakat untuk "menangkap
mereka yang memiliki moral yang rendah."
Wanita-wanita ini, berkeliling dengan
kendaraan roda tiga dan mobil. Mereka mengadakan
razia di lokasi penjaja kenikmatan tersebut dengan
mengenakan jubah tertutup dari kepala hingga ujung
kaki, kata seorang saksi mata kepada wartawan.
Pihak kepolisian di negara ini,
dimana para kaum separatis sudah berjuang dengan
habis-habisan melawan pemerintahan India sejak 1989,
menolak untuk berkomentar.
Para aktivis pejuang wanita ini sudah
mengadakan penggerebekan di Srinagar dan beberapa
lokasi di Kashmir Valley selama beberapa pekan
terakhir dan melakukan beberapa penangkapan.
Andrabi sosok wanita yang suaminya
tinggal dalam penjara akibat dituntut menjadi
seorang militan, memberikan sebuah nomer telefon
selular kepada orang-orang agar dapat menghubunginya,
"kapanpun mereka melihat atau menyaksikan seorang
pria atau wanita yang memasuki area tertentu untuk
melakukan perzinahan." Aksi perzinahan di negara ini
merupakan tindakan yang ilegal dan dapat dijatuhi
hukuman penjara.
"Dalam sebuah aksi razia, para lelaki
hidung belang dengan secepat kilat melarikan diri
dari lokasi komplek namun para wanitanya ditangkap
dan diinterogasi," katanya, sambil menambahkan jika
kelompok ini sedang berusaha untuk meyakinkan para
wanita pemuas nafsu ini untuk merubah pola kerja
maupun perilaku mereka.
Andrabi (40) juga ibu dari dua anak
laki-laki, mengatakan grup aktivis wanita ini mampu
membebaskan seorang wanita dari dua pria yang
menjadikannya berprofesi menjadi penjaja seks.
Andrabi mengatakan anggota mereka
juga menyisir restoran-restoran dan warung internet
tempat di mana mereka menemukan remaja-remaja ABG.
Grup ini juga akan mengadakan pembicaraan dengan
para orang tua dari anak yang mereka tangkap
tersebut. (ton/afp)