kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 31 Agustus 2005

 Mancanegara


Perempuan Kashmir Razia Lokalisasi PSK
  

Srinagar-
Sebuah kelompok wanita separatis garis keras Islam, Selasa (30/8) kemarin mengatakan mereka mulai merazia lokasi-lokasi pekerja sek komersial (PSK)  di Kashmir untuk menghancurkan "praktek prostitusi dan perdagangan daging mentah".

Aasiya Andrabi, kepala dari gerakan separatis Dukhtaran-e-Milat, atau "Nasib Anak Perempuan," mengumumkan pada akhir pekan lalu mengenai formasi dari squad wanita yang mengadakan razia di komplek-komplek pelacuran di negara yang didominasi Muslim tersebut.

"Kami akan menangkap mereka yang melakukan praktek atau aktivitas tanpa moral tersebut," kata Andrabi yang dulunya pernah mengucapkan kekagumannya kepada pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, kepada Kantor Berita Current.

"Kami merazaia beberapa tempat di Srinagar Senin lalu setelah mendapat permintaan dari masyarakat," katanya sambil menyatakan jika ada banyak permintaan dari masyarakat untuk "menangkap mereka yang memiliki moral yang rendah." 

Wanita-wanita ini, berkeliling dengan kendaraan roda tiga dan mobil. Mereka mengadakan razia di lokasi penjaja kenikmatan tersebut dengan mengenakan jubah tertutup dari kepala hingga ujung kaki, kata seorang saksi mata kepada wartawan.

Pihak kepolisian di negara ini, dimana para kaum separatis sudah berjuang dengan habis-habisan melawan pemerintahan India sejak 1989, menolak untuk berkomentar.

Para aktivis pejuang wanita ini sudah mengadakan penggerebekan di Srinagar dan beberapa lokasi di Kashmir Valley selama beberapa pekan terakhir dan melakukan beberapa penangkapan.

Andrabi sosok wanita yang suaminya tinggal dalam penjara akibat dituntut menjadi seorang militan, memberikan sebuah nomer telefon selular kepada orang-orang agar dapat menghubunginya, "kapanpun mereka melihat atau menyaksikan seorang pria atau wanita yang memasuki area tertentu untuk melakukan perzinahan." Aksi perzinahan di negara ini merupakan tindakan yang ilegal dan dapat dijatuhi hukuman penjara.

"Dalam sebuah aksi razia, para lelaki hidung belang dengan secepat kilat melarikan diri dari lokasi komplek namun para wanitanya ditangkap dan diinterogasi," katanya, sambil menambahkan jika kelompok ini sedang berusaha untuk meyakinkan para wanita pemuas nafsu ini untuk merubah pola kerja maupun perilaku mereka.

Andrabi (40) juga ibu dari dua anak laki-laki, mengatakan grup aktivis wanita ini mampu membebaskan seorang wanita dari dua pria yang menjadikannya berprofesi menjadi penjaja seks.

Andrabi mengatakan anggota mereka juga menyisir restoran-restoran dan warung internet tempat di mana mereka menemukan remaja-remaja ABG. Grup ini juga akan mengadakan pembicaraan dengan para orang tua dari anak yang mereka tangkap tersebut. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)